Jusuf Kalla, Menteri, hingga CEO Jadi Pembicara di Makassar Leadership Summit 2026

Kamis, 01 Okt 2026 16:36
Jusuf Kalla, Menteri, hingga CEO Jadi Pembicara di Makassar Leadership Summit 2026
Mengusung tema “Inspirasi Besar dari Timur Indonesia”, MLS 2026 dijadwalkan berlangsung di Sandeq Ballroom, Hotel Claro Makassar, Jalan AP Pettarani, Makassar, pada Kamis (8/10/2026). Foto/IST
Comment
Share
MAKASSAR - Sebanyak 18 pembicara nasional dari berbagai sektor akan berkumpul di Makassar Leadership Summit (MLS) 2026 untuk membahas tantangan dan arah kepemimpinan Indonesia di tengah perubahan teknologi, tuntutan keberlanjutan, serta dinamika dunia kerja.

Mengusung tema “Inspirasi Besar dari Timur Indonesia”, MLS 2026 dijadwalkan berlangsung di Sandeq Ballroom, Hotel Claro Makassar, Jalan AP Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Kamis (8/10/2026) mendatang.

Kegiatan ini merupakan inisiatif Perkumpulan Manajemen Sumberdaya Manusia (PMSM) Indonesia DPD Sulsel bersama Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) Sulsel dan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sulsel.

Lebih dari 500 peserta dari berbagai latar belakang diproyeksikan mengikuti kegiatan tersebut. Mereka terdiri atas pembuat kebijakan, CEO dan direksi, pemimpin bidang sumber daya manusia (SDM), akademisi, profesional, people leader, public leader, hingga emerging leader dari berbagai sektor.

Ketua Panitia sekaligus Founder Makassar Leadership Summit 2026, Fauziah Zulfitri, mengatakan MLS dirancang sebagai ruang pertemuan bagi para pemimpin lintas sektor untuk bertukar gagasan dan memperluas perspektif mengenai kepemimpinan.

Menurut dia, forum kepemimpinan berskala nasional masih lebih banyak diselenggarakan di pusat-pusat bisnis dan pemerintahan. Karena itu, MLS dihadirkan di Makassar untuk menunjukkan bahwa gagasan dan kepemimpinan tidak hanya tumbuh dari satu wilayah.

“Puluhan tahun wawasan kepemimpinan tumbuh dari Timur Indonesia mengajarkan kami satu hal bahwa lokasi tidak pernah membatasi besarnya sebuah gagasan,” ujar Fauziah dalam konferensi pers di Verda Contemporary Cuisine, Jalan Bontolempangan, Makassar, Kamis (1/10/2026).

Ia mengatakan, MLS menjadi upaya mempertemukan pemimpin, gagasan, dan keberanian dalam satu forum. Harapannya, forum tersebut dapat membuka ruang bagi munculnya perspektif kepemimpinan dari Indonesia Timur.

Selama satu hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti rangkaian keynote session, panel discussion, dan inspiring talk yang menghadirkan tokoh dari pemerintahan, dunia usaha, hingga pengembangan SDM.

Pada sesi keynote, dua tokoh dijadwalkan tampil, yakni Wakil Presiden Republik Indonesia periode 2004–2009 dan 2014–2019, HM Jusuf Kalla, serta Menteri Ketenagakerjaan RI, Yassierli.

Jusuf Kalla akan membawakan materi “Leading from the East”. Materi tersebut akan mengangkat perspektif kepemimpinan yang berangkat dari kearifan budaya serta nilai-nilai yang berkembang di kawasan Timur Indonesia.

Sementara itu, Menteri Yassierli akan menyampaikan materi “Transforming Bureaucracy for Faster and Impactful Public Policies”. Pembahasan akan diarahkan pada kebutuhan transformasi birokrasi agar lebih cepat, fleksibel, serta mampu memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).

“Tujuannya adalah agar kebijakan publik yang dihasilkan benar-benar memberikan dampak nyata dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” kata Fauziah.

Rangkaian diskusi kemudian dilanjutkan dengan lima panel yang masing-masing mengangkat tema kepemimpinan dari perspektif berbeda.

Panel pertama menghadirkan Chief Human Capital Officer PT Vale Indonesia Tbk, Heriyanto Agung Putra, dan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin. Keduanya akan membahas “Inclusive and Sustainable Leadership”, dengan fokus pada kepemimpinan yang memperhatikan aspek inklusivitas sekaligus keberlanjutan.

Panel kedua menghadirkan Founder Insight Sinergi Talenta Fauziah Zulfitri, President Director Mercer Indonesia Isdar Andre M, serta Director of Strategy and Advisory KTM Solutions Ivan Ahda. Ketiganya akan mengupas “Human-Centered Leadership”, dengan pendekatan kepemimpinan yang menempatkan manusia sebagai bagian penting dalam pengambilan keputusan dan pengelolaan organisasi.

Selain diskusi panel, MLS 2026 juga menghadirkan sesi inspiring talk bersama President Maxwell Leadership Indonesia David Tjokrorahardjo. Penulis sejumlah buku tersebut akan membawakan topik “Outgrow Your Leadership”.

Pembahasan mengenai kepemimpinan transformatif kemudian dilanjutkan dalam panel ketiga. Sesi ini menghadirkan Direktur Utama PT Garuda Indonesia periode 2020–2024 Irfan Setiaputra, CEO Grab Indonesia Neneng Goenadi, dan CEO Great Giant Foods Tommy Wattimena.

Ketiganya akan membahas “Transformational Leadership”, yang mengangkat bagaimana pemimpin menghadapi perubahan dan mendorong transformasi di dalam organisasi maupun bisnis.

Panel keempat menghadirkan Presiden Direktur BCA Hendra Lembong, People & Culture Director KALLA Disa Rizky Novianty, dan Direktur MNC Angela Tanoesoedibjo. Ketiganya akan membahas “Resilience Leadership”, khususnya mengenai ketahanan kepemimpinan dalam menghadapi perubahan dan tantangan organisasi.

Sementara panel kelima akan mempertemukan Chief People Officer tiket.com sekaligus Ketua Umum PMSM Dudi Arsandi, Chief Business Development Officer BINAR Dita Maharani Aisyah, dan Vice President Consumer Business Area Pamasuka Telkomsel Robby Aris Cahyady.

Ketiganya akan mengangkat tema “AI Ready Leadership”, yang berkaitan dengan kesiapan pemimpin menghadapi perkembangan kecerdasan buatan dan perubahan dunia kerja.

Sebagai penutup rangkaian acara, Founder Daily Meaning sekaligus Certified Executive Leadership Coach Alexander Sriewijono akan hadir dalam sesi inspiring talk. Ia akan membawakan materi “Pain of Leadership” yang mengulas berbagai tantangan dalam perjalanan seorang pemimpin.

Bahas AI hingga Sustainability
Wakil Direktur GNIK Area Sulsel Hasnaeni Asri mengatakan, MLS 2026 tidak hanya dirancang sebagai forum berbagi pengalaman kepemimpinan, tetapi juga sebagai ekosistem yang mempertemukan berbagai sektor untuk membangun kolaborasi.

Menurut Hasnaeni, forum tersebut menjadi ruang untuk memperluas perspektif, mempertemukan berbagai gagasan, serta mendorong kolaborasi strategis yang dapat menghasilkan perubahan bagi organisasi dan masyarakat.

“MLS 2026 merupakan ekosistem kepemimpinan lintas sektor untuk bertukar wawasan, memperluas perspektif, dan membangun kolaborasi strategis yang menghasilkan transformasi nyata bagi organisasi dan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, sejumlah isu yang menjadi perhatian dalam MLS 2026 meliputi resilience and adaptive leadership, human-centered leadership, AI-readiness and future of work, hingga sustainability.

Hasnaeni mengatakan, terdapat empat filosofi utama yang menjadi pijakan penyelenggaraan MLS tahun ini. Pertama, membangun manusia sebagai fondasi utama kepemimpinan. Kedua, mendorong kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Ketiga, menjadikan sustainability sebagai bagian dari arah pembangunan ke depan. Keempat, membangun komunitas yang memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai perubahan, baik dalam organisasi maupun dunia bisnis.

“Bagaimana kita membangun manusia, tentunya itu yang utama, bagaimana kita beradaptasi dengan teknologi, lalu dengan sustainability kita bisa membangun arah ke depannya lebih bagus, serta kita menciptakan komunitas yang punya ketahanan, yang bisa resilient terhadap apa pun yang terjadi di dalam organisasinya atau di dalam bisnisnya,” jelas Hasnaeni.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru