MLS 2026 Dorong Makassar Jadi Pusat Kepemimpinan Lintas Sektor di Indonesia Timur

Rabu, 02 Sep 2026 14:40
MLS 2026 Dorong Makassar Jadi Pusat Kepemimpinan Lintas Sektor di Indonesia Timur
MLS 2026 akan digelar pada Kamis, 8 Oktober 2026, di Sandeq Ballroom, Hotel Claro Makassar. Foto/Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Makassar Leadership Summit (MLS) 2026 mendorong Makassar menjadi pusat dialog dan kolaborasi kepemimpinan lintas sektor di Indonesia Timur. Gagasan tersebut mengemuka dalam audiensi panitia MLS 2026 dengan Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin pada 1 September 2026.

Audiensi ini menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas profesional, dan emerging leaders dalam membangun ekosistem kepemimpinan yang mampu merespons tantangan pembangunan dan perubahan dunia kerja.

MLS 2026 akan digelar pada Kamis, 8 Oktober 2026, di Sandeq Ballroom, Hotel Claro Makassar. Forum ini ditujukan bagi business owners, CEO dan jajaran direksi, HR leaders dan eksekutif senior, komunitas profesional dan emerging leaders, public leaders, serta akademisi.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengatakan, tantangan pembangunan membutuhkan kepemimpinan yang mampu mempertemukan berbagai perspektif dan kepentingan.

“Kepemimpinan hari ini membutuhkan kemampuan untuk melihat persoalan secara lebih luas. Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri. Dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi. Ketika berbagai kekuatan ini dipertemukan dalam satu ruang dialog, kita memiliki peluang lebih besar untuk menghasilkan gagasan yang dapat menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Munafri.

Menurut dia, kolaborasi lintas sektor menjadi semakin penting karena persoalan pembangunan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Karena itu, ruang dialog yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan diperlukan untuk melahirkan gagasan dan keputusan yang lebih relevan bagi masyarakat.

Ketua Panitia MLS 2026, Fauziah Zulfitri, mengatakan forum tersebut dirancang untuk memperluas perspektif kepemimpinan dengan mempertemukan pengalaman dan pemikiran dari berbagai sektor.

“Kami percaya kepemimpinan yang relevan lahir dari kemampuan untuk melihat lebih jauh dari batas organisasi sendiri. MLS 2026 ingin mempertemukan pemimpin dengan perspektif yang mungkin berbeda dari kesehariannya, karena dari perjumpaan itulah kita dapat menemukan cara pandang baru, membangun koneksi, dan mengubah gagasan menjadi dampak,” ujarnya.

Empat Perspektif Kepemimpinan
MLS 2026 mengangkat empat perspektif utama, yakni People, Technology, Resilience, dan Sustainability.

Perspektif People menempatkan kepercayaan, empati, psychological safety, dan employee engagement sebagai fondasi human-centered leadership. Sementara Technology membahas literasi kecerdasan artifisial (AI), desain ulang pekerjaan, etika digital, serta pentingnya mempertahankan sentuhan manusia di tengah perkembangan teknologi.

Adapun Resilience menyoroti strategi pengelolaan manusia sebagai bagian dari strategi bisnis, leadership agility, dan manajemen krisis. Sementara Sustainability membawa isu ESG, risiko iklim, dan tata kelola yang bertanggung jawab ke dalam pembahasan kepemimpinan.

MLS sebelumnya digelar pada 2023 dan menghadirkan lebih dari 20 pembicara nasional serta lebih dari 1.000 peserta. Setelah vakum, forum tersebut kembali digelar pada 2026 dengan melibatkan tiga organisasi, yakni PMSM, GNIK, dan APINDO.

Ketiganya menghadirkan MLS sebagai ruang perjumpaan pemimpin lintas sektor untuk bertukar perspektif, mempertajam gagasan, dan membangun kolaborasi yang berdampak bagi masa depan Indonesia Timur.

Hadirkan Sejumlah Pemimpin Nasional
Sejumlah pemimpin nasional dan industry leaders dijadwalkan hadir dalam MLS 2026. Mereka antara lain H.M. Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI periode 2004–2009 dan 2014–2019; Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar; Hendra Lembong, Presiden Direktur BCA; Heriyanto Agung Putra, Chief Human Capital Officer PT Vale Indonesia; Tommy Wattimena, President Director Great Giant Foods; Risman Adnan, Chief Technology Officer Paragon; Dudi Arisandi, Chief People Officer Tiket.com; dan Imelda Jusuf Kalla, Finance & Legal Director Kalla.

Selain itu, hadir pula Prof. Yasserly, Menteri Ketenagakerjaan RI; Isdar Andre M, President Director Mercer Indonesia; David Tjokrorahardjo, President Maxwell Leadership Indonesia; Irfan Saputra, mantan CEO Garuda Indonesia; Agus Dwi Handaya, Managing Director Human Capital Danantara Asset Management; serta Yunus Trionggo, HR & GA Director PT Bridgestone Tire Indonesia sekaligus Ketua Umum GNIK. Sejumlah nama lainnya masih dalam tahap konfirmasi.

Melalui tema “Let’s Build Impact Together,” MLS 2026 membawa pembahasan tentang sosok pemimpin yang dibutuhkan untuk menghadapi masa depan. Kepemimpinan tidak hanya dituntut mampu menghadapi perubahan, tetapi juga memahami manusia, memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan sisi kemanusiaan, membangun ketahanan organisasi, serta mengambil keputusan dengan mempertimbangkan keberlanjutan.

Melalui pertemuan para pemimpin lintas sektor tersebut, MLS 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai forum pertukaran gagasan, tetapi menjadi ruang untuk membangun koneksi dan kolaborasi yang dapat diterjemahkan menjadi aksi serta memberikan dampak nyata bagi organisasi dan masyarakat, khususnya di Indonesia Timur.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru