Penjualan Melonjak 326%, PLN UIP Sulawesi Perkuat Kompetensi Petani Kopi Batui

Minggu, 01 Nov 2026 09:29
Penjualan Melonjak 326%, PLN UIP Sulawesi Perkuat Kompetensi Petani Kopi Batui
Momen saat GM PLN UIP Sulawesi, I Gusti Made Aditya San Adinatha, berkunjung ke kedai kopi Batui untuk melihat secara langsung perkembangan usaha kelompok tani tersebut. Foto/Istimewa
Comment
Share
BANGGAI - Pendampingan PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sulawesi mendorong usaha petani kopi Batui, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, tumbuh lebih dari empat kali lipat. Tak hanya meningkatkan penjualan, PLN juga memperkuat kompetensi petani agar mampu menghasilkan produk berkualitas dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Memasuki tahun ketiga sekaligus tahun terakhir program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PLN UIP Sulawesi terus mendorong pengembangan usaha kelompok tani kopi Batui. Salah satu upayanya melalui Pelatihan Roasting dan Barista yang digelar pada 18-26 Oktober 2026 di Pabrik Kelompok Tani Kopi Batui Oishii.

Pelatihan selama sembilan hari tersebut diikuti 20 peserta. Sebanyak 10 orang mengikuti pelatihan roasting, sementara 10 lainnya mendalami keterampilan barista. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan petani dalam memenuhi kebutuhan sekaligus mengikuti perkembangan pasar kopi modern.

Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP Sulawesi, Henry Donald Mangatas Silaen, mengapresiasi kemajuan usaha kelompok tani kopi Batui selama tiga tahun pendampingan.

“Kami bangga melihat perkembangan usaha kopi Batui yang terus menunjukkan kemajuan pesat. Tidak hanya mendorong peningkatan kualitas dan daya saing produk lokal, perkembangan ini juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui terbukanya kesempatan kerja baru,” ujarnya.

Henry berharap keterampilan yang diperoleh melalui pelatihan dapat memperkuat kapasitas petani dalam mengembangkan usaha. Dengan demikian, kopi Batui diharapkan semakin berkembang dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Untuk memastikan kualitas pelatihan, PLN menghadirkan M. Akbar Assidiq, praktisi bersertifikasi nasional di bidang barista dan roasting sekaligus asesor kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk skema Coffee Roasting dan Barista.

Peserta mendapatkan materi dan praktik langsung, mulai dari pemilihan biji kopi hijau atau green bean, pengoperasian mesin roasting, hingga pengenalan peralatan barista. Mereka juga mempelajari teknik penggunaan mesin espresso, penyeduhan kopi (brewing), serta cupping untuk mengenali aroma dan menilai karakter kopi.

Penjualan Tumbuh Lebih dari Empat Kali Lipat
Peningkatan kapasitas petani berjalan seiring dengan pertumbuhan usaha kelompok. Ketua Kelompok Tani Kopi Batui, Fadly, mengungkapkan nilai penjualan green bean yang sebelumnya berkisar Rp75 juta per tahun kini mencapai rata-rata Rp320 juta per tahun.

Berdasarkan perhitungan tersebut, nilai penjualan meningkat sekitar 4,3 kali lipat atau setara dengan pertumbuhan 326,7 persen. Capaian ini menjadi salah satu bukti perkembangan usaha kelompok tani selama mendapatkan pendampingan PLN.

Fadly mengapresiasi dukungan PLN UIP Sulawesi yang dinilainya membawa banyak perubahan bagi kelompok tani, termasuk melalui pelatihan roasting dan barista.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada PLN UIP Sulawesi atas segala bantuan dan pendampingan yang telah diberikan kepada kelompok kami, termasuk pelatihan roasting dan barista yang baru saja dilaksanakan beberapa hari ini. Jujur, rasanya tidak bosan untuk terus mengucapkan terima kasih karena begitu banyak perkembangan yang kami rasakan sejak adanya bantuan dari PLN,” ujarnya.

Selama tiga tahun, program TJSL PLN UIP Sulawesi diarahkan untuk memperkuat kapasitas kelompok tani secara menyeluruh, mulai dari dukungan sarana produksi hingga peningkatan keterampilan.

Pelatihan roasting dan barista menjadi bagian dari upaya melengkapi dukungan tersebut. Dengan penguasaan teknik pengolahan dan penyajian kopi, petani diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Penguatan kompetensi ini diharapkan menjadi bekal bagi kelompok tani kopi Batui untuk menjaga pertumbuhan usaha, meningkatkan daya saing produk lokal, serta memperluas akses pasar.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru