PKB Makassar Kaji Sosialisme Islam, Deng Ical Dorong Ekonomi Berkeadilan
Kamis, 05 Nov 2026 23:37
Anggota Komisi I DPR RI, Syamsu Rizal MI menggelar diskusi bedah buku Sosialisme Islam di Kantor PKB Makassar pada Kamis (5/11/2026). Foto: Muhaimin
MAKASSAR - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PKB, Syamsu Rizal MI mendorong pengkajian sosialisme Islam sebagai salah satu gagasan untuk mewujudkan sistem ekonomi yang lebih berkeadilan dan berpihak kepada masyarakat.
Menurut Deng Ical, PKB komitmen untuk membuka ruang dialog dan menghimpun pemikiran dari berbagai kalangan. PKB ingin mendalami penerapan nilai-nilai sosialisme Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Salah satunya melalui forum diskusi bedah buku Sosialisme Islam dari pemikiran HOS Tjokroaminoto dan Ali Shari’ati di Kantor DPC PKB Kota Makassar, Kamis (5/11/2026).
"Kajian ini bagian dari komitmen kami di PKB untuk mendapatkan pencerahan dari berbagai kalangan. Seperti apa sebenarnya sosialisme Islam itu dan apa yang seharusnya kita lakukan bersama-sama,” ucap Deng Ical.
Dia menyebut istilah sosialisme masih kerap menimbulkan keraguan di tengah masyarakat. Kondisi ini tidak terlepas dari sejarah politik Indonesia yang membuat sosialisme sering dikaitkan dengan komunisme.
“Substansi pemikiran sosialisme Islam tetap penting untuk dikaji, terutama menyangkut prinsip keadilan dalam pengelolaan dan distribusi sumber daya ekonomi,” katanya.
Menurutnya, kekayaan alam harus dimanfaatkan secara seimbang agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Selain membahas landasan pemikiran, Deng Ical menyoroti pentingnya pemerataan akses terhadap sumber daya alam. Ia menilai koperasi dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas kesempatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi.
Sebab, pengelolaan sumber daya alam tidak semestinya hanya melibatkan korporasi atau lembaga besar. Masyarakat lokal juga harus memperoleh ruang untuk berpartisipasi sesuai kemampuan dan kapasitasnya.
“Dasarnya adalah bagaimana sumber daya yang diberikan Tuhan ini bisa digunakan secara seimbang dan proporsional. Pemberdayaan masyarakat harus menjadi salah satu aspek utama,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Wilayah Syarikat Islam Sulawesi Selatan, Prof. Tahir Kasnawi, serta Ketua Umum Asosiasi Bisnis Development Service Indonesia (ABDSI), Bahrul Ulum Ilham.
Keduanya diharapkan memberikan perspektif dari sisi keagamaan, ekonomi, dan pengembangan usaha masyarakat.
Deng Ical mengatakan, berbagai pandangan dan masukan dalam forum tersebut akan menjadi bahan bagi PKB untuk merumuskan konsep sosialisme yang sesuai dengan karakteristik Indonesia serta dapat diterapkan melalui kebijakan dan regulasi.
“Kami ingin menemukan konsep yang benar-benar mewakili Indonesian style dan applicable. Karena itu, kami membuka diri untuk menerima masukan dari berbagai kalangan,” kata Deng Ical.
Ia menegaskan, gagasan tersebut bukan bertujuan merombak sistem yang telah berjalan. Sebaliknya, PKB ingin mendorong penyempurnaan secara bertahap melalui regulasi dan mekanisme yang memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemerintahan maupun pengelolaan ekonomi.
Deng Ical berharap pemikiran sosialisme Islam dapat memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus mendorong pengelolaan sumber daya yang lebih adil.
“Yang ingin kita lakukan pada dasarnya adalah bagaimana mengembalikan pemerintahan kepada rakyat dan membawa rakyat masuk dalam pemerintahan,” tutupnya.
Menurut Deng Ical, PKB komitmen untuk membuka ruang dialog dan menghimpun pemikiran dari berbagai kalangan. PKB ingin mendalami penerapan nilai-nilai sosialisme Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Salah satunya melalui forum diskusi bedah buku Sosialisme Islam dari pemikiran HOS Tjokroaminoto dan Ali Shari’ati di Kantor DPC PKB Kota Makassar, Kamis (5/11/2026).
"Kajian ini bagian dari komitmen kami di PKB untuk mendapatkan pencerahan dari berbagai kalangan. Seperti apa sebenarnya sosialisme Islam itu dan apa yang seharusnya kita lakukan bersama-sama,” ucap Deng Ical.
Dia menyebut istilah sosialisme masih kerap menimbulkan keraguan di tengah masyarakat. Kondisi ini tidak terlepas dari sejarah politik Indonesia yang membuat sosialisme sering dikaitkan dengan komunisme.
“Substansi pemikiran sosialisme Islam tetap penting untuk dikaji, terutama menyangkut prinsip keadilan dalam pengelolaan dan distribusi sumber daya ekonomi,” katanya.
Menurutnya, kekayaan alam harus dimanfaatkan secara seimbang agar manfaatnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Selain membahas landasan pemikiran, Deng Ical menyoroti pentingnya pemerataan akses terhadap sumber daya alam. Ia menilai koperasi dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas kesempatan masyarakat dalam kegiatan ekonomi.
Sebab, pengelolaan sumber daya alam tidak semestinya hanya melibatkan korporasi atau lembaga besar. Masyarakat lokal juga harus memperoleh ruang untuk berpartisipasi sesuai kemampuan dan kapasitasnya.
“Dasarnya adalah bagaimana sumber daya yang diberikan Tuhan ini bisa digunakan secara seimbang dan proporsional. Pemberdayaan masyarakat harus menjadi salah satu aspek utama,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Dewan Wilayah Syarikat Islam Sulawesi Selatan, Prof. Tahir Kasnawi, serta Ketua Umum Asosiasi Bisnis Development Service Indonesia (ABDSI), Bahrul Ulum Ilham.
Keduanya diharapkan memberikan perspektif dari sisi keagamaan, ekonomi, dan pengembangan usaha masyarakat.
Deng Ical mengatakan, berbagai pandangan dan masukan dalam forum tersebut akan menjadi bahan bagi PKB untuk merumuskan konsep sosialisme yang sesuai dengan karakteristik Indonesia serta dapat diterapkan melalui kebijakan dan regulasi.
“Kami ingin menemukan konsep yang benar-benar mewakili Indonesian style dan applicable. Karena itu, kami membuka diri untuk menerima masukan dari berbagai kalangan,” kata Deng Ical.
Ia menegaskan, gagasan tersebut bukan bertujuan merombak sistem yang telah berjalan. Sebaliknya, PKB ingin mendorong penyempurnaan secara bertahap melalui regulasi dan mekanisme yang memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam pemerintahan maupun pengelolaan ekonomi.
Deng Ical berharap pemikiran sosialisme Islam dapat memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat sekaligus mendorong pengelolaan sumber daya yang lebih adil.
“Yang ingin kita lakukan pada dasarnya adalah bagaimana mengembalikan pemerintahan kepada rakyat dan membawa rakyat masuk dalam pemerintahan,” tutupnya.
(UMI)
Berita Terkait
News
Prabowonomic dan Ekonomi Konstitusi Dibedah di Makassar, Panji Bangsa Dorong Potensi Anak Muda
Organisasi Kepemudaan Pasukan Jihad Kebangkitan Bangsa (Panji Bangsa) menggelar Diskusi Publik bertajuk 'Prabowonomic, Ekonomi Konstitusi, dan Ruang Tumbuh: Percepatan Ekonomi Kelompok Muda Kreatif', di Makassar, Sabtu (26/9/2026).
Sabtu, 26 Sep 2026 20:19
Sulsel
Fauzi Andi Wawo: PKB dan Sindo Makassar Tak Ada Sekat
Ketua DPC PKB Makassar, Fauzi Andi Wawo, memenuhi undangan Sindo Makassar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-19 di Kantor Sindo Makassar, Kompleks Marinda, Maricaya Selatan, Mamajang pada Kamis (24/09/2026).
Kamis, 24 Sep 2026 15:06
Sulsel
Anwar Purnomo Apresiasi Aturan Ganjil-Genap yang Berhasil Urai Antrean BBM di Sulsel
Aturan ganjil-genap dan pembatasan jam pengisian BBM bagi kendaraan berat mulai menunjukkan hasil positif dalam mengurai antrean panjang di daerah.
Selasa, 15 Sep 2026 18:48
Makassar City
PKB Makassar Siapkan Bantuan ke KK untuk Dukung Program Urban Farming Terintegrasi
Wakil Ketua DPRD Sulsel, Fauzi Andi Wawo menggelar reses masa persidangan III Tahun Sidang 2025/26 di Kelurahan Rappojawa, Kecamatan Tallo, Makassar pada Rabu (29/07/2026).
Rabu, 29 Jul 2026 18:02
Makassar City
Legislator PKB Apresiasi Kebijakan KUR sebagai Pendekatan Persuasif Penataan PKL
Kebijakan Pemerintah Kota Makassar dalam menata Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan pendekatan persuasif menuai tanggapan positif dari berbagai pihak. Program yang mengintegrasikan penertiban dengan akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat
Jum'at, 24 Apr 2026 19:22
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Umrah Pimpinan UMI, Perkuat Ukhuwah dan Refleksi Kepemimpinan Islami
2
Kejati Sulsel Periksa 10 Kepala Sekolah SMA di Jeneponto
3
Ahli Pidana Sebut Penetapan Tersangka Kedua Bahtiar Cacat Hukum dan Tidak Sah
4
November Makin Ceria, Asmo Sulsel Tawarkan Promo Honda Beragam Keuntungan
5
Sulsel Raih Tiga Penghargaan pada GENTING Collaboration Summit 2026
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Umrah Pimpinan UMI, Perkuat Ukhuwah dan Refleksi Kepemimpinan Islami
2
Kejati Sulsel Periksa 10 Kepala Sekolah SMA di Jeneponto
3
Ahli Pidana Sebut Penetapan Tersangka Kedua Bahtiar Cacat Hukum dan Tidak Sah
4
November Makin Ceria, Asmo Sulsel Tawarkan Promo Honda Beragam Keuntungan
5
Sulsel Raih Tiga Penghargaan pada GENTING Collaboration Summit 2026