Anwar Purnomo Apresiasi Aturan Ganjil-Genap yang Berhasil Urai Antrean BBM di Sulsel
Selasa, 15 Sep 2026 18:48
Ketua Komisi A DPRD Sulsel, Andi Anwar Purnomo. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Aturan ganjil-genap dan pembatasan jam pengisian BBM bagi kendaraan berat mulai menunjukkan hasil positif dalam mengurai antrean panjang di daerah. Upaya ini dinilai efektif meredakan penumpukan kendaraan yang sempat melumpuhkan sejumlah ruas jalan dalam beberapa hari terakhir.
Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Anwar Purnomo membagikan pengalamannya saat memantau langsung situasi lalu lintas di sejumlah jalur utama.
"Di muternya di Makassar saya sempat keliling juga. Saya naik motor ini ke kantor, jadi sempat jalan lihat Pengayoman, Toddopuli, Pettarani. Alhamdulillah tidak seperti biasanya, 3 sampai 4 hari belakangan sudah mulai kondusif pasca berlakunya ganjil genap dan pembatasan khusus truk mengisi di malam hari. Jadi sudah agak terurai," katanya saat ditemui di ruangannya pada Selasa (15/09/2026).
Aan sapaannya menuturkan, selain rekayasa lalu lintas dan aturan jam pengisian truk, keberadaan Satuan Tugas (Satgas) di setiap SPBU menjadi kunci penting kelancaran distribusi. Namun, ia mengingatkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulsel memiliki keterbatasan sumber daya, sehingga partisipasi aktif pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota sangat dibutuhkan.
"Sudah diterbitkan melalui SK Gubernur agar tiap pemerintah daerah juga membentuk satgas di masing-masing SPBU. Ini penting untuk melihat secara langsung supaya pendistribusian bahan bakar itu merata dan adil untuk masyarakat," jelasnya.
Aan mengakui bahwa rangkaian kebijakan saat ini memang belum memulihkan keadaan secara 100%, tetapi sudah menjadi langkah nyata perbaikan dibanding hari-hari sebelumnya. Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov Sulsel bersama Pertamina dan pemangku kepentingan terkait telah mengajukan usulan penambahan kuota BBM ke BPH Migas.
"Kita masih menunggu jawaban setelah Gubernur beserta seluruh stakeholder dan Pertamina meminta kuota tambahan khusus di Sulawesi Selatan. Situasi kita berbeda dari beberapa daerah lain. Langkah paling aman adalah ketika persetujuan kuota tambahan itu disetujui," tambahnya.
Menanggapi skema penanganan jangka pendek yang dijadwalkan hingga 18 bulan ini, Aan juga menyoroti langkah edukasi dan efisiensi mobilitas yang dilakukan pemerintah kota, salah satunya menerapkan pembelajaran jarak jauh (daring) bagi siswa sekolah selama satu minggu. Langkah tersebut dinilai signifikan dalam mengurangi pergerakan kendaraan dan konsumsi harian BBM.
Politisi PKB ini berharap, kombinasi antara pengawasan ketat, efisiensi konsumsi, serta penambahan kuota dari pusat dapat segera mengembalikan penumpukan BBM di Sulawesi Selatan ke kondisi normal.
Ketua Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Anwar Purnomo membagikan pengalamannya saat memantau langsung situasi lalu lintas di sejumlah jalur utama.
"Di muternya di Makassar saya sempat keliling juga. Saya naik motor ini ke kantor, jadi sempat jalan lihat Pengayoman, Toddopuli, Pettarani. Alhamdulillah tidak seperti biasanya, 3 sampai 4 hari belakangan sudah mulai kondusif pasca berlakunya ganjil genap dan pembatasan khusus truk mengisi di malam hari. Jadi sudah agak terurai," katanya saat ditemui di ruangannya pada Selasa (15/09/2026).
Aan sapaannya menuturkan, selain rekayasa lalu lintas dan aturan jam pengisian truk, keberadaan Satuan Tugas (Satgas) di setiap SPBU menjadi kunci penting kelancaran distribusi. Namun, ia mengingatkan bahwa Pemerintah Provinsi Sulsel memiliki keterbatasan sumber daya, sehingga partisipasi aktif pemerintah daerah di tingkat kabupaten/kota sangat dibutuhkan.
"Sudah diterbitkan melalui SK Gubernur agar tiap pemerintah daerah juga membentuk satgas di masing-masing SPBU. Ini penting untuk melihat secara langsung supaya pendistribusian bahan bakar itu merata dan adil untuk masyarakat," jelasnya.
Aan mengakui bahwa rangkaian kebijakan saat ini memang belum memulihkan keadaan secara 100%, tetapi sudah menjadi langkah nyata perbaikan dibanding hari-hari sebelumnya. Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov Sulsel bersama Pertamina dan pemangku kepentingan terkait telah mengajukan usulan penambahan kuota BBM ke BPH Migas.
"Kita masih menunggu jawaban setelah Gubernur beserta seluruh stakeholder dan Pertamina meminta kuota tambahan khusus di Sulawesi Selatan. Situasi kita berbeda dari beberapa daerah lain. Langkah paling aman adalah ketika persetujuan kuota tambahan itu disetujui," tambahnya.
Menanggapi skema penanganan jangka pendek yang dijadwalkan hingga 18 bulan ini, Aan juga menyoroti langkah edukasi dan efisiensi mobilitas yang dilakukan pemerintah kota, salah satunya menerapkan pembelajaran jarak jauh (daring) bagi siswa sekolah selama satu minggu. Langkah tersebut dinilai signifikan dalam mengurangi pergerakan kendaraan dan konsumsi harian BBM.
Politisi PKB ini berharap, kombinasi antara pengawasan ketat, efisiensi konsumsi, serta penambahan kuota dari pusat dapat segera mengembalikan penumpukan BBM di Sulawesi Selatan ke kondisi normal.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Antrean BBM Bisa Kembali Meledak! KNPI Sulsel Desak Pengawasan SPBU Diperketat
Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sulawesi Selatan meminta pemerintah terus memperketat pengawasan di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) guna mengantisipasi kembali terjadinya antrean panjang BBM bersubsidi di berbagai daerah.
Selasa, 15 Sep 2026 15:24
News
Pertamina Perkuat Layanan SPBU, Antrean BBM di Makassar Mulai Terurai
Pertamina Patra Niaga memperkuat layanan dan pasokan BBM di sejumlah SPBU Kota Makassar sebagai langkah pemulihan menyusul antrean BBM yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Selasa, 15 Sep 2026 09:36
News
Antrean BBM Subsidi Makassar Mulai Landai, Pelayanan 80 Persen SPBU Kondusif
Dari 45 SPBU yang beroperasi, sebanyak 35 unit atau sekitar 80 persen di antaranya kini terpantau jauh lebih kondusif dengan waktu tunggu warga yang semakin singkat.
Senin, 14 Sep 2026 18:36
Sulsel
Geruduk SPBU Ussu, Bupati Luwu Timur Dalami Dugaan Main Mata dengan Pelangsir BBM
Pagi yang biasanya tenang di SPBU Ussu, Kecamatan Malili, mendadak berubah tegang, Senin (14/09/2026).
Senin, 14 Sep 2026 17:21
News
Pertamina Tambah SPBU Modular, Antrean BBM Makassar Mulai Terurai
Antrean kendaraan di sejumlah SPBU di Makassar mulai terurai setelah Pertamina Patra Niaga memperkuat pelayanan dan distribusi BBM, termasuk menambah tiga SPBU modular di kawasan CPI.
Senin, 14 Sep 2026 13:44
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kapal Bawa 60 Kerbau Tujuan Jeneponto Tenggelam di Pangkep
2
Calon Dekan FIP UNM Prof Syawal Dorong Akselerasi Berbasis Kolaborasi
3
Bupati Jeneponto Disebut Berhasil Naikkan Anggaran Pasar Turatea jadi Rp172 M
4
Pelindo Regional 4 Perkuat Standar Keamanan Pelabuhan Lewat Sertifikasi PFSO
5
Atasi Antrean BBM, Langkah Gubernur Sulsel Dinilai Efektif dan Adaptif
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Kapal Bawa 60 Kerbau Tujuan Jeneponto Tenggelam di Pangkep
2
Calon Dekan FIP UNM Prof Syawal Dorong Akselerasi Berbasis Kolaborasi
3
Bupati Jeneponto Disebut Berhasil Naikkan Anggaran Pasar Turatea jadi Rp172 M
4
Pelindo Regional 4 Perkuat Standar Keamanan Pelabuhan Lewat Sertifikasi PFSO
5
Atasi Antrean BBM, Langkah Gubernur Sulsel Dinilai Efektif dan Adaptif