Imigrasi Polman Sosialisasi Cegah PMI Non-Prosedural & Penguatan Desa Binaan di Mamasa
Jum'at, 10 Okt 2025 13:03
Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Polman menggelar sosialisasi keimigrasian bertema “Pencegahan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non-Prosedural dan Penguatan Desa Binaan Imigrasi” di Mamasa. Foto/IST
MAMASA - Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Polewali Mandar (Polman) menggelar sosialisasi keimigrasian bertema “Pencegahan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Non-Prosedural dan Penguatan Desa Binaan Imigrasi” di Kabupaten Mamasa.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari sejumlah sekolah dan perguruan tinggi, seperti SMA Negeri 1 Mamasa, SMK Negeri 1 Mamasa, SMA Kristen Ethnos Mamasa, dan Sekolah Tinggi Teologi Mamasa. Turut hadir pula perangkat desa, tokoh masyarakat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas dari Desa Osango yang merupakan Desa Binaan Imigrasi.
Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait prosedur yang benar dalam bekerja ke luar negeri. Dengan begitu, dapat menghindarkan mereka dari risiko perdagangan orang, penipuan, dan pelanggaran hukum di negara tujuan.
Kepala Kantor Imigrasi Polewali Mandar, yang diwakili oleh Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Januwardi Nugroho Eka Arip Priyanto, menyampaikan pentingnya keberangkatan secara legal dan prosedural.
“Keberangkatan sebagai PMI adalah sebuah perjalanan panjang yang ditempuh secara legal, aman, dan prosedural. Masyarakat perlu bijak dan cermat sebelum memutuskan untuk menjadi Pekerja Migran. Di sinilah peran penting Imigrasi, sebagai gerbang pertama dan terakhir negara, dalam memastikan bahwa setiap warga negara yang keluar dan masuk Indonesia memiliki dokumen perjalanan yang sah,” ujarnya.
Terkait penguatan Desa Binaan Imigrasi, Januwardi menekankan bahwa Desa Osango sebagai Desa Binaan menjadi titik strategis sinergi antara Imigrasi dan masyarakat desa.
“Imigrasi hadir lebih dekat, bersinergi dengan aparat desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tokoh masyarakat untuk membentuk benteng informasi dan pengawasan di tingkat akar rumput. Desa Binaan adalah perpanjangan tangan kami untuk memastikan setiap warga yang berniat ke luar negeri teredukasi dengan baik,” paparnya.
Acara ini juga menghadirkan dua narasumber, yaitu Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mamasa, Anwar, dan perwakilan dari BP3MI Sulawesi Selatan, M. Arif, selaku Pengantar Kerja Ahli Muda.
Dalam paparannya, Kepala Disnakertrans Mamasa, Anwar, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, aparat daerah, dan masyarakat.
“Kami siap mendampingi dan memberikan informasi selengkap mungkin kepada masyarakat agar tidak ada lagi Pekerja Migran yang berangkat secara Non-Prosedural,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan BP3MI Sulsel, M Arif, menekankan pentingnya layanan perlindungan yang berkesinambungan bagi PMI. “BP3MI terus mendorong penguatan layanan, termasuk memastikan hak-hak PMI terpenuhi sejak proses keberangkatan, saat bekerja, hingga kembali ke tanah air,” jelasnya.
Diharapkan, kegiatan ini mendorong peningkatan kesadaran hukum keimigrasian dan menjadikan Kabupaten Mamasa sebagai contoh daerah yang aktif dalam perlindungan pekerja migran.
Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari sejumlah sekolah dan perguruan tinggi, seperti SMA Negeri 1 Mamasa, SMK Negeri 1 Mamasa, SMA Kristen Ethnos Mamasa, dan Sekolah Tinggi Teologi Mamasa. Turut hadir pula perangkat desa, tokoh masyarakat, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas dari Desa Osango yang merupakan Desa Binaan Imigrasi.
Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait prosedur yang benar dalam bekerja ke luar negeri. Dengan begitu, dapat menghindarkan mereka dari risiko perdagangan orang, penipuan, dan pelanggaran hukum di negara tujuan.
Kepala Kantor Imigrasi Polewali Mandar, yang diwakili oleh Kasi Teknologi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian, Januwardi Nugroho Eka Arip Priyanto, menyampaikan pentingnya keberangkatan secara legal dan prosedural.
“Keberangkatan sebagai PMI adalah sebuah perjalanan panjang yang ditempuh secara legal, aman, dan prosedural. Masyarakat perlu bijak dan cermat sebelum memutuskan untuk menjadi Pekerja Migran. Di sinilah peran penting Imigrasi, sebagai gerbang pertama dan terakhir negara, dalam memastikan bahwa setiap warga negara yang keluar dan masuk Indonesia memiliki dokumen perjalanan yang sah,” ujarnya.
Terkait penguatan Desa Binaan Imigrasi, Januwardi menekankan bahwa Desa Osango sebagai Desa Binaan menjadi titik strategis sinergi antara Imigrasi dan masyarakat desa.
“Imigrasi hadir lebih dekat, bersinergi dengan aparat desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tokoh masyarakat untuk membentuk benteng informasi dan pengawasan di tingkat akar rumput. Desa Binaan adalah perpanjangan tangan kami untuk memastikan setiap warga yang berniat ke luar negeri teredukasi dengan baik,” paparnya.
Acara ini juga menghadirkan dua narasumber, yaitu Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Mamasa, Anwar, dan perwakilan dari BP3MI Sulawesi Selatan, M. Arif, selaku Pengantar Kerja Ahli Muda.
Dalam paparannya, Kepala Disnakertrans Mamasa, Anwar, menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah desa, aparat daerah, dan masyarakat.
“Kami siap mendampingi dan memberikan informasi selengkap mungkin kepada masyarakat agar tidak ada lagi Pekerja Migran yang berangkat secara Non-Prosedural,” tegasnya.
Sementara itu, perwakilan BP3MI Sulsel, M Arif, menekankan pentingnya layanan perlindungan yang berkesinambungan bagi PMI. “BP3MI terus mendorong penguatan layanan, termasuk memastikan hak-hak PMI terpenuhi sejak proses keberangkatan, saat bekerja, hingga kembali ke tanah air,” jelasnya.
Diharapkan, kegiatan ini mendorong peningkatan kesadaran hukum keimigrasian dan menjadikan Kabupaten Mamasa sebagai contoh daerah yang aktif dalam perlindungan pekerja migran.
(TRI)
Berita Terkait
News
Polda Bongkar Sindikat Pekerja Migran Ilegal, Korban Dipaksa Jadi Operator Sobis
Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Sulawesi Selatan mengungkap kasus tindak pidana perlindungan pekerja migran ilegal yang disertai eksploitasi ekonomi terhadap anak di bawah umur.
Rabu, 29 Jul 2026 05:09
Sulsel
Peringatan Hari Bakti Imigrasi ke-76 Dilaksanakan dengan Acara Syukuran
Dalam rangka memperingati Hari Bakti Imigrasi (HBI) ke-76, Kantor Imigrasi Polewali Mandar mengikuti acara syukuran secara Virtual.
Rabu, 28 Jan 2026 11:14
News
Imigrasi Resmikan Global Citizen of Indonesia di Hari Bakti Imigrasi Ke-76
Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan meresmikan kebijakan Global Citizen of Indonesia (GCI) pada Senin (26/01/2026).
Rabu, 28 Jan 2026 11:10
News
Operasi Wirawaspada, Imigrasi Amankan 220 WNA Diduga Langgar Izin Tinggal
Direktorat Jenderal Imigrasi berhasil mengamankan 220 Warga Negara Asing (WNA) yang diduga melanggar keimigrasian dalam Operasi Wirawaspada yang berlangsung serentak pada 10-12 Desember 2025.
Rabu, 17 Des 2025 09:15
Sulbar
Operasi Wirawaspada, Imigrasi Polman Perketat Pengawasan Orang Asing
Kantor Imigrasi Polewali Mandar melaksanakan Operasi “Wirawaspada” sebagai bagian dari upaya pengawasan terhadap keberadaan dan aktivitas orang asing.
Selasa, 16 Des 2025 11:23
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sinergi BI & Botasupal Musnahkan 4.144 Lembar Uang Rupiah Palsu di Sulsel
2
GELORA Literasi Keluarga Dorong Budaya Membaca Anak Kolaka dengan Teknologi Audio
3
IUP PT TRK Berakhir 2020, ESDM Sultra: Tak Ada Catatan Perpanjangan di Provinsi
4
Hilang Sejak Juli 2024, Jasad Mitha Wanita Asal Wajo Akhirnya Ditemukan di Jurang Morowali
5
Wakil Ketua DPD RI Dorong BGN Segera Operasikan Dapur SPPG di Pulau 3T
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Sinergi BI & Botasupal Musnahkan 4.144 Lembar Uang Rupiah Palsu di Sulsel
2
GELORA Literasi Keluarga Dorong Budaya Membaca Anak Kolaka dengan Teknologi Audio
3
IUP PT TRK Berakhir 2020, ESDM Sultra: Tak Ada Catatan Perpanjangan di Provinsi
4
Hilang Sejak Juli 2024, Jasad Mitha Wanita Asal Wajo Akhirnya Ditemukan di Jurang Morowali
5
Wakil Ketua DPD RI Dorong BGN Segera Operasikan Dapur SPPG di Pulau 3T