Operasi Wirawaspada, Imigrasi Amankan 220 WNA Diduga Langgar Izin Tinggal
Rabu, 17 Des 2025 09:15
Direktorat Jenderal Imigrasi berhasil mengamankan 220 WNA yang diduga melanggar keimigrasian dalam Operasi Wirawaspada yang berlangsung serentak pada 10-12 Desember 2025. Foto/IST
JAKARTA - Direktorat Jenderal Imigrasi berhasil mengamankan 220 Warga Negara Asing (WNA) yang diduga melanggar keimigrasian dalam Operasi Wirawaspada yang berlangsung serentak pada 10-12 Desember 2025. Selama operasi ini, total 2.298 kegiatan pengawasan dilakukan di seluruh wilayah Indonesia.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, menjelaskan bahwa dari 220 WNA yang diamankan, pelanggaran paling umum adalah penyalahgunaan izin tinggal, yang melibatkan 92 orang, diikuti dengan pelanggaran overstay (32 orang) dan pelanggaran lainnya (34 orang). Lima kebangsaan dengan pelanggaran terbanyak adalah Republik Rakyat Tiongkok (114 orang), Nigeria (16 orang), India (14 orang), Korea Selatan (11 orang), dan Pakistan (8 orang).
“Dari total 220 WNA yang diamankan dalam operasi serentak tersebut, lima besar kebangsaan yang paling banyak melanggar adalah Republik Rakyat Tiongkok dengan 114 orang, diikuti Nigeria (16 orang), India (14 orang), Korea Selatan (11 orang), dan Pakistan (8 orang). Detail pelanggaran yang dilakukan didominasi oleh Penyalahgunaan Izin Tinggal sebanyak 92 orang, disusul Overstay oleh 32 orang, sedangkan pelanggaran lain (34 orang),” ungkap Yuldi Yusman.
Selain Operasi Wirawaspada, Ditjen Imigrasi juga menggelar Operasi Bhumipura Sakti Wirawasti Pertambangan, yang fokus pada pengawasan di tiga lokasi utama. Di PT IMIP, pemeriksaan keimigrasian dilakukan terhadap 14.128 WNA di Pelabuhan Jetty Fatufia dan Bandara Khusus PT IMIP. Pemeriksaan ini dilakukan dengan melibatkan instansi lain seperti Karantina dan Bea Cukai.
Data perlintasan kapal di Jetty Fatufia menunjukkan adanya 142 kapal dengan 2.785 kru asing pada September, 136 kapal dengan 2.715 kru asing pada Oktober, dan 130 kapal dengan 2.445 kru asing pada November. Sebagai tindak lanjut, Imigrasi memanggil tenant, kontraktor, dan WNA yang melakukan pelanggaran di kawasan PT IMIP untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Imigrasi juga melakukan pengawasan di PT IWIP terhadap 26.650 WNA di Pelabuhan Khusus Weda Bay Port dan Bandara Khusus PT IWIP, yang juga mengikuti SOP yang melibatkan Karantina dan Bea Cukai. Tercatat ada 32 kapal yang melintas dengan 588 kru asing pada periode November hingga Desember. Imigrasi telah memanggil tenant dan kontraktor yang terlibat dalam pelanggaran untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Selanjutnya, di Bangka Belitung, ditemukan kegiatan masif Kapal Isap Pasir (KIP) di perairan Pantai Rambak yang melibatkan WNA, terutama dari Thailand, sebagai Anak Buah Kapal (ABK). Sebanyak 32 badan usaha yang bekerja sama dengan perusahaan tersebut memiliki 37 kapal dan mempekerjakan 202 orang asing.
Beberapa WNA diduga terlibat dalam kegiatan produksi ingot timah di PT MGR, terutama dalam aspek teknis pengoperasian mesin. Sebagai tindak lanjut, Imigrasi memanggil PT MGR, PT IMP, dan PT PSS untuk memberikan keterangan terkait keberadaan WNA yang melanggar izin tinggal.
“Kami berkomitmen untuk menindak tegas setiap pelanggaran keimigrasian demi menjaga kedaulatan dan ketertiban di wilayah Republik Indonesia. Upaya penindakan dan pemeriksaan lanjutan akan terus dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan,” tegas Yuldi.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, menjelaskan bahwa dari 220 WNA yang diamankan, pelanggaran paling umum adalah penyalahgunaan izin tinggal, yang melibatkan 92 orang, diikuti dengan pelanggaran overstay (32 orang) dan pelanggaran lainnya (34 orang). Lima kebangsaan dengan pelanggaran terbanyak adalah Republik Rakyat Tiongkok (114 orang), Nigeria (16 orang), India (14 orang), Korea Selatan (11 orang), dan Pakistan (8 orang).
“Dari total 220 WNA yang diamankan dalam operasi serentak tersebut, lima besar kebangsaan yang paling banyak melanggar adalah Republik Rakyat Tiongkok dengan 114 orang, diikuti Nigeria (16 orang), India (14 orang), Korea Selatan (11 orang), dan Pakistan (8 orang). Detail pelanggaran yang dilakukan didominasi oleh Penyalahgunaan Izin Tinggal sebanyak 92 orang, disusul Overstay oleh 32 orang, sedangkan pelanggaran lain (34 orang),” ungkap Yuldi Yusman.
Selain Operasi Wirawaspada, Ditjen Imigrasi juga menggelar Operasi Bhumipura Sakti Wirawasti Pertambangan, yang fokus pada pengawasan di tiga lokasi utama. Di PT IMIP, pemeriksaan keimigrasian dilakukan terhadap 14.128 WNA di Pelabuhan Jetty Fatufia dan Bandara Khusus PT IMIP. Pemeriksaan ini dilakukan dengan melibatkan instansi lain seperti Karantina dan Bea Cukai.
Data perlintasan kapal di Jetty Fatufia menunjukkan adanya 142 kapal dengan 2.785 kru asing pada September, 136 kapal dengan 2.715 kru asing pada Oktober, dan 130 kapal dengan 2.445 kru asing pada November. Sebagai tindak lanjut, Imigrasi memanggil tenant, kontraktor, dan WNA yang melakukan pelanggaran di kawasan PT IMIP untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Imigrasi juga melakukan pengawasan di PT IWIP terhadap 26.650 WNA di Pelabuhan Khusus Weda Bay Port dan Bandara Khusus PT IWIP, yang juga mengikuti SOP yang melibatkan Karantina dan Bea Cukai. Tercatat ada 32 kapal yang melintas dengan 588 kru asing pada periode November hingga Desember. Imigrasi telah memanggil tenant dan kontraktor yang terlibat dalam pelanggaran untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Selanjutnya, di Bangka Belitung, ditemukan kegiatan masif Kapal Isap Pasir (KIP) di perairan Pantai Rambak yang melibatkan WNA, terutama dari Thailand, sebagai Anak Buah Kapal (ABK). Sebanyak 32 badan usaha yang bekerja sama dengan perusahaan tersebut memiliki 37 kapal dan mempekerjakan 202 orang asing.
Beberapa WNA diduga terlibat dalam kegiatan produksi ingot timah di PT MGR, terutama dalam aspek teknis pengoperasian mesin. Sebagai tindak lanjut, Imigrasi memanggil PT MGR, PT IMP, dan PT PSS untuk memberikan keterangan terkait keberadaan WNA yang melanggar izin tinggal.
“Kami berkomitmen untuk menindak tegas setiap pelanggaran keimigrasian demi menjaga kedaulatan dan ketertiban di wilayah Republik Indonesia. Upaya penindakan dan pemeriksaan lanjutan akan terus dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan,” tegas Yuldi.
(TRI)
Berita Terkait
Sulsel
Beranda Imigrasi, Nama Tunggal Baru untuk 254 Unit Pelayanan Keimigrasian
Imigrasi Indonesia menetapkan “Beranda Imigrasi” sebagai jenama tunggal untuk menamai seluruh titik pelayanan keimigrasian di luar gedung kantor imigrasi. Saat ini, terdapat 254 unit layanan.
Kamis, 29 Okt 2026 06:21
News
Beranda Imigrasi Resmi Diluncurkan di MPP Gowa, Permudah Akses Layanan Masyarakat
Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Makassar menggelar acara peresmian Beranda Imigrasi di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Gowa pada Rabu, 28 Oktober 2026.
Rabu, 28 Okt 2026 20:12
News
Imigrasi Lakukan 17.597 Penindakan hingga September 2026
Direktorat Jenderal Imigrasi mencatat 17.597 tindakan administratif keimigrasian (TAK) sepanjang Januari hingga September 2026.
Sabtu, 17 Okt 2026 19:03
News
Imigrasi Integrasikan All Indonesia dengan Layanan Tiket Whoosh
Penumpang internasional yang baru tiba di Indonesia kini dapat mengakses pemesanan tiket kereta cepat Whoosh melalui platform All Indonesia.
Sabtu, 17 Okt 2026 16:21
News
Imigrasi Lampaui Target PNBP 2026, Tembus Rp8,68 Triliun
Direktorat Jenderal Imigrasi mencatat realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp8,68 triliun hingga 12 Oktober 2026 pukul 07.30 WIB.
Rabu, 14 Okt 2026 11:16
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Mahalini, Fiersa Besari, hingga For Revenge Siap Ramaikan Spektamagis Vol. 3
2
Sufriadi Arif Terpilih Aklamasi Pimpin PSTI Sulsel
3
Dua Putra-Putri Luwu Timur Raih Beasiswa S2 Vale Indonesia 2026
4
Puncak Cita Askara Adujak GenRe Sulsel 2026: Lahirnya Wajah Baru Penggerak Perubahan
5
Produksi dan Penjualan Meningkat, Kinerja Keuangan PT Vale Menguat
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Mahalini, Fiersa Besari, hingga For Revenge Siap Ramaikan Spektamagis Vol. 3
2
Sufriadi Arif Terpilih Aklamasi Pimpin PSTI Sulsel
3
Dua Putra-Putri Luwu Timur Raih Beasiswa S2 Vale Indonesia 2026
4
Puncak Cita Askara Adujak GenRe Sulsel 2026: Lahirnya Wajah Baru Penggerak Perubahan
5
Produksi dan Penjualan Meningkat, Kinerja Keuangan PT Vale Menguat