PINTU Perkuat Layanan VIP Private dan Perluas Akses Aset Tokenisasi

Jum'at, 25 Sep 2026 22:16
PINTU Perkuat Layanan VIP Private dan Perluas Akses Aset Tokenisasi
PINTU memperkuat layanan bagi trader premium sekaligus memperluas akses investor Indonesia terhadap aset dunia nyata yang ditokenisasi atau tokenized real-world assets (RWA). Foto/Istimewa
Comment
Share
JAKARTA - PINTU memperkuat layanan bagi trader premium sekaligus memperluas akses investor Indonesia terhadap aset dunia nyata yang ditokenisasi atau tokenized real-world assets (RWA). Langkah tersebut dilakukan melalui pengembangan Pintu VIP Private dan kolaborasi strategis dengan Ondo Finance.

PT Pintu Kemana Saja (PINTU), platform investasi aset crypto yang berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memperkenalkan layanan Pintu VIP Private dalam Pintu VIP Private Media Gathering yang digelar di Veranda, Pakubuwono, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Presiden Direktur PINTU Andy Putra mengatakan, perkembangan ekosistem aset crypto di Indonesia turut mendorong kebutuhan layanan yang semakin personal bagi trader berpengalaman. Menurut dia, segmen tersebut tidak hanya mempertimbangkan potensi imbal hasil, tetapi juga membutuhkan respons cepat, keamanan, kepatuhan, serta perlindungan aset.

“Kebutuhan trader premium di Indonesia terus berkembang seiring makin matangnya ekosistem aset crypto di Indonesia. Mereka tidak hanya mencari return, tetapi juga membutuhkan layanan yang personal, respons cepat, serta kepastian bahwa aset yang mereka kelola berada dalam ekosistem yang aman, patuh, dan terlindungi,” ujar Andy.

Berdasarkan data internal PINTU sepanjang paruh pertama 2026, pengguna VIP menyumbang lebih dari 40 persen volume trading di platform. Kontribusinya mencapai lebih dari 40 persen pada volume trading spot dan lebih dari 30 persen pada volume trading futures.

Pertumbuhan kontribusi pengguna VIP juga terlihat pada lini Pintu Futures. Pangsa volume trading dari pengguna VIP meningkat dari lebih dari 20 persen pada Februari 2026 menjadi lebih dari 35 persen pada Mei 2026.

Menurut Andy, perkembangan tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya aktivitas trader berpengalaman pada instrumen derivatif crypto di PINTU. Produk futures juga digunakan trader untuk menerapkan berbagai strategi perdagangan dan pengelolaan risiko di tengah dinamika pasar.

Pintu VIP Private sendiri ditujukan bagi nasabah dengan volume trading dan aset kelolaan tertentu yang memenuhi kualifikasi internal PINTU. Nasabah dengan status setara dari platform aset crypto lain juga dapat mengikuti proses status match untuk dipertimbangkan masuk dalam program tersebut.

Layanan ini dilengkapi berbagai fasilitas personal, termasuk relationship manager pribadi, promosi eksklusif, serta dukungan prioritas dalam aktivitas transaksi. PINTU menempatkan keamanan, kepatuhan, dan perlindungan nasabah sebagai bagian dari layanan tersebut.

Di sisi lain, PINTU juga memperkuat kolaborasi dengan Ondo Finance untuk memperluas pilihan aset tertokenisasi bagi investor Indonesia. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya PINTU mengembangkan pilihan investasi digital yang dapat diakses melalui ekosistem yang berada dalam koridor regulasi Indonesia.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi yang terjalin baik dengan Ondo Finance dalam menghadirkan lebih banyak pilihan aset tertokenisasi bagi pengguna PINTU. RWA membuka jalan bagi investor Indonesia untuk memiliki eksposur terhadap aset-aset kelas dunia, mulai dari saham global, indeks, hingga komoditas yang bisa didapat secara fractional dan terjangkau,” kata Andy.

Senior Director Asia Pacific Ondo Finance Rania Rahardja mengatakan, perkembangan tokenisasi aset dunia nyata secara global membuka peluang baru bagi investor di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia.

“Melalui kolaborasi dengan PINTU, kami menghadirkan saham dan ETF global secara onchain dengan aksesibilitas, likuiditas, dan transparansi yang lebih baik, sehingga memberikan investor Indonesia cara yang lebih sederhana untuk mengakses pasar global melalui platform yang tepercaya dan teregulasi,” ujar Rania.

PINTU mulai mencantumkan aset tertokenisasi Ondo sejak Desember 2025 dengan empat token. Jumlah tersebut kini telah berkembang menjadi hampir 50 token.

Andy mengatakan, PINTU menargetkan jumlah aset tertokenisasi Ondo yang tersedia di platform dapat berkembang hingga ratusan aset pada 2026. Pengembangan tersebut merupakan bagian dari visi jangka panjang PINTU untuk membangun marketplace saham tertokenisasi dan RWA yang lebih komprehensif bagi investor Indonesia.

Aset tertokenisasi yang tersedia di PINTU mencakup saham global seperti Apple dan NVIDIA, ETF dan indeks seperti S&P 500 dan NASDAQ, serta komoditas seperti emas dan perak. Aset tersebut dapat diakses melalui satu aplikasi dan didenominasikan dalam Rupiah.

Investor juga dapat memiliki aset secara fractional mulai dari Rp11.000. Aset tertokenisasi tersebut dapat diperdagangkan selama 24 jam tanpa mengikuti jam perdagangan bursa konvensional. PINTU menyebut transaksi penjualan dikenakan pajak final 0,21 persen tanpa biaya transaksi tersembunyi.

Meski menawarkan akses terhadap berbagai aset digital dan global, PINTU mengingatkan bahwa investasi aset crypto dan aset tertokenisasi tetap memiliki risiko tinggi serta volatilitas yang signifikan. Karena itu, investor perlu memahami karakteristik produk dan profil risikonya sebelum mengambil keputusan investasi.

“Kami akan terus memperluas kolaborasi seperti ini demi menghadirkan lebih banyak pilihan investasi yang relevan, aman, dan sesuai koridor regulasi bagi masyarakat Indonesia, baik dari sisi layanan premium seperti VIP Private maupun inovasi produk seperti aset tertokenisasi,” kata Andy.
(TRI)
Berita Terkait
Berita Terbaru