Bupati Bantaeng Uji Nurdin Siapkan Lahan untuk Relokasi Warga Terdampak KIBA
Sabtu, 03 Mei 2025 21:57
Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin tengah menyiapkan lokasi untuk relokasi masyarakat yang terkena dampak lingkungan Kawasan Industri Bantaeng (KIBA). Foto: Istimewa
BANTAENG - Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin tengah menyiapkan lokasi untuk relokasi masyarakat yang terkena dampak lingkungan Kawasan Industri Bantaeng (KIBA).
Hal tersebut ia sampaikan saat menemui masyarakat yang terkena dampak lingkungan KIBA, di Desa Papanloe, Jumat, 2 Mei 2025.
Kepala daerah yang akrab disapa Uji Nurdin mengatakan, pihaknya masih mencari lokasi yang tepat bagi warga yang paling terdampak. Namun, Desa Baruga menjadi opsi utama.
"Karena Desa Baruga dekat dengan Pantai Marina. Kita ingin relokasi warga namun tidak ingin memutus mata pencarian. Karena pasti masih ada ingin menjadi petani rumput laut atau nelayan," ungkap Uji Nurdin.
"Bupati tidak hanya menyiapkan lahannya, termasuk rumahnya kita bangunkan. Setiap warga terdampak berhak punya rumah di situ. Namun bersabar dulu, teknisnya semantara kita atur," tambahnya.
Kepala daerah termuda di Sulsel ini menegaskan, relokasi merupakan komitmennya untuk menyelamatkan masyarakat terdampak lingkungan.
"Kalau atap bocor lalu diperbaiki itu bukan solusi. Tetapi relokasi bukan hanya solusi, tetapi menyelamatkan generasi selanjutnya. Ada anak-anak kita yang harus kesehatannya kita jaga untuk jangka panjang," katanya.
Dalam kesempatan itu, Uji Nurdin turut meminta maaf kepada masyarakat yang hingga saat ini masih terkena dampak lingkungan.
"Saya memohon maaf sebesar-sebesar untuk masyarakat yang masih merasakan penderitaan. Tetapi insyallah, saya berkomitmen, dan terus berusaha untuk memberikan solusi terbaik bagi kita semua. Sehingga saya minta kesabaran kita semua," katanya.
Dirinya berkomitmen, kedepan, Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan harus mengutamakan masyarakat terdampak.
"Saya sudah tegaskan, kedepan, CSR program perusahaan, begitupun perekrutan karyawan, termasuk memberdayakan ibu-ibu, harus mengutamakan atau memprioritaskan warga terdampak. Yaitu Papanloe, Borongloe, dan Desa Baruga," tegasnya.
Tak sampai disitu, dirinya juga akan memberikan aperesasi khusus kepada kepada anak-anak Desa Papanloe.
"PAD terbesar Pemkab Bantaeng berasal di Papanloe. Sehingga tahun depan, di luar CSR, bupati siapkan anggaran untuk beasiswa untuk anak-anak Papanloe," pungkasnya.
Hal tersebut ia sampaikan saat menemui masyarakat yang terkena dampak lingkungan KIBA, di Desa Papanloe, Jumat, 2 Mei 2025.
Kepala daerah yang akrab disapa Uji Nurdin mengatakan, pihaknya masih mencari lokasi yang tepat bagi warga yang paling terdampak. Namun, Desa Baruga menjadi opsi utama.
"Karena Desa Baruga dekat dengan Pantai Marina. Kita ingin relokasi warga namun tidak ingin memutus mata pencarian. Karena pasti masih ada ingin menjadi petani rumput laut atau nelayan," ungkap Uji Nurdin.
"Bupati tidak hanya menyiapkan lahannya, termasuk rumahnya kita bangunkan. Setiap warga terdampak berhak punya rumah di situ. Namun bersabar dulu, teknisnya semantara kita atur," tambahnya.
Kepala daerah termuda di Sulsel ini menegaskan, relokasi merupakan komitmennya untuk menyelamatkan masyarakat terdampak lingkungan.
"Kalau atap bocor lalu diperbaiki itu bukan solusi. Tetapi relokasi bukan hanya solusi, tetapi menyelamatkan generasi selanjutnya. Ada anak-anak kita yang harus kesehatannya kita jaga untuk jangka panjang," katanya.
Dalam kesempatan itu, Uji Nurdin turut meminta maaf kepada masyarakat yang hingga saat ini masih terkena dampak lingkungan.
"Saya memohon maaf sebesar-sebesar untuk masyarakat yang masih merasakan penderitaan. Tetapi insyallah, saya berkomitmen, dan terus berusaha untuk memberikan solusi terbaik bagi kita semua. Sehingga saya minta kesabaran kita semua," katanya.
Dirinya berkomitmen, kedepan, Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan harus mengutamakan masyarakat terdampak.
"Saya sudah tegaskan, kedepan, CSR program perusahaan, begitupun perekrutan karyawan, termasuk memberdayakan ibu-ibu, harus mengutamakan atau memprioritaskan warga terdampak. Yaitu Papanloe, Borongloe, dan Desa Baruga," tegasnya.
Tak sampai disitu, dirinya juga akan memberikan aperesasi khusus kepada kepada anak-anak Desa Papanloe.
"PAD terbesar Pemkab Bantaeng berasal di Papanloe. Sehingga tahun depan, di luar CSR, bupati siapkan anggaran untuk beasiswa untuk anak-anak Papanloe," pungkasnya.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Bupati Bantaeng Bukber Bersama Insan Pers dan LSM, Perkuat Kemitraan
Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, menggelar buka puasa bersama insan pers dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di halaman Hotel Kirei Bantaeng, Selasa, 17 Maret 2026.
Rabu, 18 Mar 2026 22:37
Sulsel
Bupati Uji Nurdin Dampingi Gubernur Sulsel Lepas 1.000 Pemudik Gratis
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan resmi memberangkatkan sekitar 1.000 peserta dalam program Mudik Gratis Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah/2026.
Selasa, 17 Mar 2026 13:33
Sulsel
Dua Pekan, Ramadan Bangkit Bantaeng Catat Transaksi Rp1,4 Miliar
Festival Ramadan Bangkit Volume II mencatat perputaran ekonomi yang signifikan di Kabupaten Bantaeng. Dalam dua pekan penyelenggaraan, total transaksi di kawasan festival.
Sabtu, 14 Mar 2026 09:34
Sulsel
Bantaeng Bangkit Berhaji 2026, Pemkab Bantaeng dan BSI Ajak Masyarakat Siapkan Haji Sejak Dini
Pemerintah Kabupaten Bantaeng bersama PT. Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk KCP Bantaeng menggelar kegiatan edukasi dan sosialisasi perencanaan ibadah haji sejak dini melalui program bertajuk "Bantaeng Bangkit Berhaji 2026" yang berlangsung di Gedung Balai Kartini Bantaeng, Selasa (10/03/2026).
Rabu, 11 Mar 2026 09:23
Sulsel
Pemkab Bantaeng–BSI Dorong Warga Rencanakan Haji Sejak Dini
Pemerintah Kabupaten Bantaeng bersama PT BSI Tbk KCP Bantaeng menggelar edukasi dan sosialisasi perencanaan ibadah haji sejak dini melalui program “Bantaeng Bangkit Berhaji 2026”.
Rabu, 11 Mar 2026 08:14
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler