Bawaslu Maros Dorong Anak Muda Aktif Awasi Pemilu Lewat P2P

Kamis, 14 Mei 2026 06:13
Bawaslu Maros Dorong Anak Muda Aktif Awasi Pemilu Lewat P2P
Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (HP2H) Bawaslu Maros, Saiyed Mahmuddin. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAROS - Sebanyak 40 peserta asal Kabupaten Maros mengikuti Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu). Program ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas serta partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengawal proses demokrasi.

Kegiatan tersebut menggunakan metode Learning Management System (LMS) yang memungkinkan peserta belajar secara mandiri, fleksibel, dan terstruktur sesuai materi yang telah disiapkan penyelenggara. Melalui sistem pembelajaran digital ini, peserta diharapkan dapat memahami materi kepemiluan secara lebih mendalam dan efektif.

Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (HP2H) Bawaslu Maros, Saiyed Mahmuddin, mengatakan metode pembelajaran P2P memanfaatkan teknologi digital yang dinilai lebih relevan dan adaptif dengan karakter generasi muda.

“Anak muda memiliki karakter yang dinamis dan dekat dengan dunia digital. Karena itu, metode pembelajaran juga perlu menyesuaikan agar edukasi pengawasan partisipatif terasa lebih dekat, menyenangkan, dan mudah dipahami,” ujarnya di sela rapat koordinasi pelaksanaan P2P di Kantor Bawaslu Maros, Rabu (13/5/2026).

Dalam proses pembelajaran, peserta mendapatkan materi terkait pengawasan pemilu, pentingnya partisipasi publik, pencegahan pelanggaran, hingga penguatan nilai-nilai demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat.

Mahmuddin menambahkan, Pendidikan Pengawas Partisipatif diharapkan dapat melahirkan kader pengawas yang aktif, peduli, dan siap menjadi mitra strategis Bawaslu dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

“Melalui Pendidikan Pengawas Partisipatif ini, kami berharap dapat menghadirkan kader-kader pengawas partisipatif yang memiliki karakter kritis, logis, berani, serta mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan dan proses demokrasi, khususnya di Kabupaten Maros,” tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru