Wabup Gowa Sebut Program Cetak Sawah Rakyat Perkuat Ketahanan Pangan
Sabtu, 24 Mei 2025 13:54
Wabup Gowa Darmawangsyah Muin dalam Rapat Koordinasi bersama Direktorat Lahan Kementerian Pertanian di Baruga Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Jumat (23/5). Foto: Istimewa
GOWA - Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin menilai, gagasan program Cetak Sawah Rakyat yang digagas Kementerian Pertanian (Kementan) RI menjadi upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan.
Menurut Darmawangsyah, program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendukung upaya swasembada pangan di tingkat daerah maupun nasional. Apalagi, progam tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa untuk terus mengembangkan sektor pertanian.
"Ini sesuai dengan upaya kami mendorong sektor pertanian, mulai dari pengadaan benih berkualitas, pembangunan prasarana, bantuan alat mesin pertanian (alsintan), hingga optimalisasi lahan dan peningkatan SDM pertanian," ungkapnya, saat hadir dalam Rapat Koordinasi bersama Direktorat Lahan Kementerian Pertanian di Baruga Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Jum'at (23/5).
Ia menambahkan, Pemkab Gowa telah mengalokasikan anggaran tambahan sebesar Rp6 miliar untuk pengadaan sarana pertanian melalui APBD 2025. Tak hanya itu, secara kinerja sektor pertanian di Kabupaten Gowa, capaian produksi padi terus meningkat. Luas sawah saat ini mencapai 36.409 hektare (Ha) dengan potensi tanam hingga 74.002 Ha.
Kemudian, untuk kinerja produksi padi mencatatkan pertumbuhan yang positif atau mengalami tumbuh sekitar 1,2 persen per tahun. Misalnya, di 2022 sebanyak 419.503 ton, kemudian di 2023 mencapai 421.454 ton, dan periode 2024 sebesar 429.119 ton.
"Sementara pada periode Januari hingga Maret 2025 produksi padi kita telah mencapai 60.027 ton dengan produktivitas 6,7 ton per Ha," terang Wabup Gowa.
Hanya saja, tantangan yang dihadapi pada sektor pertanian yakni adanya dampak dari alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri dan pemukiman.
"Kondisi ini bisa mengancam ketahanan pangan kita, sehingga dibutuhkan langkah nyata seperti program cetak sawah ini untuk mengamankan masa depan pertanian," tegasnya.
Sementara, mewakili Direktorat Lahan Kementan RI Seprianto menjelaskan, program Cetak Sawah Rakyat bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengoptimalkan lahan potensial, seperti lahan rawa dan irigasi, yang akan dimasukkan dalam perencanaan tata ruang pertanian.
"Lokasi yang diusulkan harus memiliki kejelasan spasial agar perencanaan dan penganggaran bisa tepat sasaran. Usulan dari masyarakat, penyuluh, dan dinas juga akan diproses lebih awal agar studi kelayakan dan penyusunan desain teknis (SID) lebih efisien," jelasnya.
Pada 2025, Kabupaten Gowa telah menyiapkan lahan seluas 700 hektar untuk program ini. Lahan tersebut tersebar di 18 kecamatan, dengan tujuh kecamatan yang dinilai paling potensial, yaitu, Bajeng, Biringbulu, Bontomarannu, Manuju, Pallangga, Parangloe, dan Tinggimoncong.
Ia menerangkan, beberapa indikator yang perlu dipenuhi dalam mengimplementasikan program tersebut. Antara lain, luas lahan minimal 50 Ha, tidak bersengketa, bukan bagian dari kawasan hutan atau lahan konservasi tinggi, tidak berada di atas lahan Hak Guna Usaha (HGU), Hak Guna Bangunan (HGB), atau kawasan pemutakhiran lahan sawah 2024, dan termasuk dalam kawasan budidaya menurut tata ruang wilayah.
"Sinergi dari pusat hingga daerah sangat penting untuk menyukseskan program ini. Kami berharap semua pihak, mulai dari Kementan, Pemprov Sulsel, hingga Pemkab Gowa, terus berjalan seiring sejalan," tandasnya.
Rapat ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Gowa, Fajaruddin dan sejumlah pimpinan SKPD, Kepala Kantor ATR/BPN, Kepala BPS Gowa, para camat, kepala desa, serta penyuluh pertanian dari kecamatan-kecamatan terkait.
Menurut Darmawangsyah, program ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan, sekaligus mendukung upaya swasembada pangan di tingkat daerah maupun nasional. Apalagi, progam tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Gowa untuk terus mengembangkan sektor pertanian.
"Ini sesuai dengan upaya kami mendorong sektor pertanian, mulai dari pengadaan benih berkualitas, pembangunan prasarana, bantuan alat mesin pertanian (alsintan), hingga optimalisasi lahan dan peningkatan SDM pertanian," ungkapnya, saat hadir dalam Rapat Koordinasi bersama Direktorat Lahan Kementerian Pertanian di Baruga Pattingalloang, Kantor Bupati Gowa, Jum'at (23/5).
Ia menambahkan, Pemkab Gowa telah mengalokasikan anggaran tambahan sebesar Rp6 miliar untuk pengadaan sarana pertanian melalui APBD 2025. Tak hanya itu, secara kinerja sektor pertanian di Kabupaten Gowa, capaian produksi padi terus meningkat. Luas sawah saat ini mencapai 36.409 hektare (Ha) dengan potensi tanam hingga 74.002 Ha.
Kemudian, untuk kinerja produksi padi mencatatkan pertumbuhan yang positif atau mengalami tumbuh sekitar 1,2 persen per tahun. Misalnya, di 2022 sebanyak 419.503 ton, kemudian di 2023 mencapai 421.454 ton, dan periode 2024 sebesar 429.119 ton.
"Sementara pada periode Januari hingga Maret 2025 produksi padi kita telah mencapai 60.027 ton dengan produktivitas 6,7 ton per Ha," terang Wabup Gowa.
Hanya saja, tantangan yang dihadapi pada sektor pertanian yakni adanya dampak dari alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan industri dan pemukiman.
"Kondisi ini bisa mengancam ketahanan pangan kita, sehingga dibutuhkan langkah nyata seperti program cetak sawah ini untuk mengamankan masa depan pertanian," tegasnya.
Sementara, mewakili Direktorat Lahan Kementan RI Seprianto menjelaskan, program Cetak Sawah Rakyat bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengoptimalkan lahan potensial, seperti lahan rawa dan irigasi, yang akan dimasukkan dalam perencanaan tata ruang pertanian.
"Lokasi yang diusulkan harus memiliki kejelasan spasial agar perencanaan dan penganggaran bisa tepat sasaran. Usulan dari masyarakat, penyuluh, dan dinas juga akan diproses lebih awal agar studi kelayakan dan penyusunan desain teknis (SID) lebih efisien," jelasnya.
Pada 2025, Kabupaten Gowa telah menyiapkan lahan seluas 700 hektar untuk program ini. Lahan tersebut tersebar di 18 kecamatan, dengan tujuh kecamatan yang dinilai paling potensial, yaitu, Bajeng, Biringbulu, Bontomarannu, Manuju, Pallangga, Parangloe, dan Tinggimoncong.
Ia menerangkan, beberapa indikator yang perlu dipenuhi dalam mengimplementasikan program tersebut. Antara lain, luas lahan minimal 50 Ha, tidak bersengketa, bukan bagian dari kawasan hutan atau lahan konservasi tinggi, tidak berada di atas lahan Hak Guna Usaha (HGU), Hak Guna Bangunan (HGB), atau kawasan pemutakhiran lahan sawah 2024, dan termasuk dalam kawasan budidaya menurut tata ruang wilayah.
"Sinergi dari pusat hingga daerah sangat penting untuk menyukseskan program ini. Kami berharap semua pihak, mulai dari Kementan, Pemprov Sulsel, hingga Pemkab Gowa, terus berjalan seiring sejalan," tandasnya.
Rapat ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Gowa, Fajaruddin dan sejumlah pimpinan SKPD, Kepala Kantor ATR/BPN, Kepala BPS Gowa, para camat, kepala desa, serta penyuluh pertanian dari kecamatan-kecamatan terkait.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Pemkab Gowa Percepat Sertifikasi 1.224 Bidang Aset Daerah
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mempercepat penyelesaian sertifikasi aset tanah milik daerah melalui kolaborasi bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Selasa, 12 Mei 2026 16:50
Sulsel
DWP Gowa Ajak Orang Tua Bangun Karakter Anak Melalui Dongeng
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Gowa bersama Pokja Bunda PAUD Gowa menggelar kegiatan mendongeng bertema “Dengan Dongeng Aku Pintar, Aku Cerdas” di TK Pertiwi Sungguminasa, Senin (11/5).
Selasa, 12 Mei 2026 10:10
Sulsel
Pemkab Gowa Siap Tindaklanjuti Catatan DPRD atas LKPJ Bupati 2025
Pemerintah Kabupaten Gowa akan menjadikan rekomendasi DPRD atas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Gowa Tahun Anggaran 2025 sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja perangkat daerah.
Selasa, 12 Mei 2026 10:04
Sulsel
Mentan RI Gerak Cepat Tangani Banjir di Bone, Bawa Bantuan Pangan Rp9 Miliar
Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Bone bergerak cepat menangani bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bone, khususnya di Kelurahan Panyula, Kecamatan Tanete Riattang Timur.
Senin, 11 Mei 2026 13:18
Sulsel
Hari Buruh 2026, Pemkab Gowa Perkuat Perlindungan dan Peran Pekerja
Pemerintah Kabupaten Gowa menegaskan peran pekerja dan buruh sebagai salah satu penggerak utama pembangunan daerah pada peringatan Hari Buruh Internasional 2026.
Minggu, 10 Mei 2026 16:43
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Silaturahmi, Begini Keakraban Fadil Imran dan Ashabul Kahfi di Jakarta
2
Open House SDIT Darul Fikri Makassar Hadirkan 10 Zona Edukatif untuk Calon Siswa
3
Bupati Irwan Ajak Rider se-Nusantara Ramaikan Malili Explore: Bumi Batara Guru
4
Perdana & Bersejarah! Petani Rongkong Akhirnya Bisa Tebus Pupuk Subsidi
5
PLN Bagikan Cara Menghitung Tagihan Listrik dan Tips Mengatur Pemakaian Energi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Silaturahmi, Begini Keakraban Fadil Imran dan Ashabul Kahfi di Jakarta
2
Open House SDIT Darul Fikri Makassar Hadirkan 10 Zona Edukatif untuk Calon Siswa
3
Bupati Irwan Ajak Rider se-Nusantara Ramaikan Malili Explore: Bumi Batara Guru
4
Perdana & Bersejarah! Petani Rongkong Akhirnya Bisa Tebus Pupuk Subsidi
5
PLN Bagikan Cara Menghitung Tagihan Listrik dan Tips Mengatur Pemakaian Energi