Pemkab Gowa Siapkan Skema Baru Turunkan Prevalensi Stunting
Selasa, 15 Jul 2025 15:30
Wakil Bupati Darmawangsyah Muin menghadiri Lokakarya Komitmen untuk Gizi: Dari Bukti Menuju Dampak, di Ruang Rapat Pimpinan, Kantor Gubernur Sulawesi Selatan. Foto: Istimewa
GOWA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menunjukkan komitmen kuat dalam upaya percepatan penurunan stunting. Bahkan dalam upaya tersebut, pemerintah telah menyiapkan skema khusus.
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gowa mengatakan, pemerintah daerah telah menyusun alur perencanaan dan penganggaran yang fokus pada program gizi.
"Target kami di 2025 adalah mencapai prevalensi 16,4 persen, dan kami yakin bisa mencapainya," ujarnya, saat menghadiri Lokakarya Komitmen untuk Gizi: Dari Bukti Menuju Dampak, di Ruang Rapat Pimpinan, Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (15/7).
Lokakarya ini menjadi forum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menciptakan program gizi yang terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Menurut Darmawangsyah, capaian positif Kabupaten Gowa dalam menurunkan angka stunting terlihat berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gowa. Di mana prevalensi stunting periode 2024 berhasil ditekan hingga 17 persen lebih rendah dari rata-rata provinsi Sulawesi Selatan.
"Ini menunjukkan tren penurunan yang baik. Kami optimis angka ini akan terus menurun, bahkan bisa lebih rendah dari target nasional," katanya.
Bahkan pada 2023, angka stunting di Gowa sudah turun drastis dari 33 persen (2022) menjadi 21,1 persen. Capaian ini, menurutnya, merupakan hasil dari perencanaan dan penganggaran yang berbasis data serta implementasi program yang konsisten.
Sementara, Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Wilayah Sulawesi dan Maluku, Henky Widjaja memberikan apresiasi atas kinerja dan komitmen para Ketua TPPS di Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Gowa.
Menurutnya, perhatian dan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan adalah fondasi penting dalam penanganan masalah stunting di Indonesia.
"Saya sangat senang melihat antusiasme dan kerja nyata dari para Ketua Tim. Ini adalah bentuk komitmen bersama yang sangat dibutuhkan dalam mengatasi persoalan gizi anak," tutur Henky.
Henky mengingatkan bahwa tantangan gizi di Indonesia kini semakin kompleks. Selain stunting, masalah obesitas pada anak juga mulai menjadi ancaman di tengah pertumbuhan ekonomi yang pesat.
"Kita tidak boleh lengah. Baik kekurangan maupun kelebihan gizi berdampak langsung pada tumbuh kembang anak, yang kemudian akan memengaruhi produktivitas dan daya saing bangsa," jelasnya.
Ia menegaskan pentingnya investasi gizi untuk mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia 2045.
"Penanganan gizi adalah investasi jangka panjang. Ini bagian dari strategi membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia," tegas Henky.
Diketahui, Sulawesi Selatan berhasil mencatat penurunan prevalensi stunting yang cukup signifikan dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data yang dipaparkan, angka stunting turun dari 27,4 persen pada 2019 menjadi 23,3 persen pada 2023.
Henky menyebut penurunan ini sebagai bukti nyata sinergi lintas sektor yang semakin kuat dan terarah.
"Ini menunjukkan bahwa kerja keras dan keterlibatan berbagai pihak bisa menghasilkan dampak nyata. Kita harus pertahankan dan tingkatkan sinergi ini," pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel yang mewakili Wakil Gubernur Sulsel dan Direktur Jenewa Institute, Surahmansah Said, Kepala Bappeda Kabupaten Gowa, Sujjadan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, drg. Haris Usman dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa, Sofyan Daud.
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Gowa mengatakan, pemerintah daerah telah menyusun alur perencanaan dan penganggaran yang fokus pada program gizi.
"Target kami di 2025 adalah mencapai prevalensi 16,4 persen, dan kami yakin bisa mencapainya," ujarnya, saat menghadiri Lokakarya Komitmen untuk Gizi: Dari Bukti Menuju Dampak, di Ruang Rapat Pimpinan, Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Selasa (15/7).
Lokakarya ini menjadi forum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menciptakan program gizi yang terarah, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Menurut Darmawangsyah, capaian positif Kabupaten Gowa dalam menurunkan angka stunting terlihat berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Gowa. Di mana prevalensi stunting periode 2024 berhasil ditekan hingga 17 persen lebih rendah dari rata-rata provinsi Sulawesi Selatan.
"Ini menunjukkan tren penurunan yang baik. Kami optimis angka ini akan terus menurun, bahkan bisa lebih rendah dari target nasional," katanya.
Bahkan pada 2023, angka stunting di Gowa sudah turun drastis dari 33 persen (2022) menjadi 21,1 persen. Capaian ini, menurutnya, merupakan hasil dari perencanaan dan penganggaran yang berbasis data serta implementasi program yang konsisten.
Sementara, Kepala Kantor Perwakilan UNICEF Wilayah Sulawesi dan Maluku, Henky Widjaja memberikan apresiasi atas kinerja dan komitmen para Ketua TPPS di Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Gowa.
Menurutnya, perhatian dan keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan adalah fondasi penting dalam penanganan masalah stunting di Indonesia.
"Saya sangat senang melihat antusiasme dan kerja nyata dari para Ketua Tim. Ini adalah bentuk komitmen bersama yang sangat dibutuhkan dalam mengatasi persoalan gizi anak," tutur Henky.
Henky mengingatkan bahwa tantangan gizi di Indonesia kini semakin kompleks. Selain stunting, masalah obesitas pada anak juga mulai menjadi ancaman di tengah pertumbuhan ekonomi yang pesat.
"Kita tidak boleh lengah. Baik kekurangan maupun kelebihan gizi berdampak langsung pada tumbuh kembang anak, yang kemudian akan memengaruhi produktivitas dan daya saing bangsa," jelasnya.
Ia menegaskan pentingnya investasi gizi untuk mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia 2045.
"Penanganan gizi adalah investasi jangka panjang. Ini bagian dari strategi membangun kualitas sumber daya manusia Indonesia," tegas Henky.
Diketahui, Sulawesi Selatan berhasil mencatat penurunan prevalensi stunting yang cukup signifikan dalam lima tahun terakhir. Berdasarkan data yang dipaparkan, angka stunting turun dari 27,4 persen pada 2019 menjadi 23,3 persen pada 2023.
Henky menyebut penurunan ini sebagai bukti nyata sinergi lintas sektor yang semakin kuat dan terarah.
"Ini menunjukkan bahwa kerja keras dan keterlibatan berbagai pihak bisa menghasilkan dampak nyata. Kita harus pertahankan dan tingkatkan sinergi ini," pungkasnya.
Turut hadir dalam kegiatan ini antara lain, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulsel yang mewakili Wakil Gubernur Sulsel dan Direktur Jenewa Institute, Surahmansah Said, Kepala Bappeda Kabupaten Gowa, Sujjadan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa, drg. Haris Usman dan Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kabupaten Gowa, Sofyan Daud.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Festival Ramadan BKPRMI Gowa Dibuka, Lomba Dai hingga Qasidah
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, secara resmi membuka Festival Ramadan DPD BKPRMI Kabupaten Gowa 1447 Hijriah di Masjid Agung Syekh Yusuf, Sabtu (13/3).
Minggu, 15 Mar 2026 16:38
Sulsel
Pemkab Gowa Perkuat Sistem Pencegahan Korupsi di Sektor Strategis
Pemkab Gowa memperkuat upaya pencegahan korupsi melalui Rapat Koordinasi dan Pendalaman Area Kerawanan Korupsi bersama Tim Koordinasi dan Supervisi KPK di Baruga Pattingalloang.
Kamis, 12 Mar 2026 22:59
Sulsel
Gelar GPM, Pemkab Gowa Siapkan Kebutuhan Pangan Harga Terjangkau
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) menghadirkan Gerakan Pangan Murah (GPM) di Pelataran Kantor Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Gowa.
Kamis, 12 Mar 2026 17:45
Sulsel
Pemkab Gowa Siapkan Rp35 Miliar THR untuk ASN-PPPK, Cair Pekan Depan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa memastikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) akan dicairkan pada pekan depan.
Kamis, 12 Mar 2026 12:32
Sulsel
Gowa Berhaji Diluncurkan, BSI dan Pemkab Dorong Warga Rencanakan Haji
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) meluncurkan Program Gowa Berhaji, Gowa Berkah pada Festival Ramadan Hati Damai di Zona A RTH Syekh Yusuf, Rabu (11/3).
Kamis, 12 Mar 2026 12:25
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Nasdem Konsolidasi di Takalar, Targetkan 3 Kursi di Dapil Sulsel 1 pada Pileg 2029
2
Kunker Pantau Revitalisasi Krakatau Steel, NH Dorong Kemandirian Industri Baja Nasional
3
Ramadan Berkah, PLN UID Sulselrabar Salurkan 1.200 Paket Sembako Murah
4
Gubernur Sulsel Lepas 500 Pemudik Program Mudik PLN dari Pelabuhan Soekarno-Hatta
5
UNM Siapkan MoU Media untuk Diseminasi Tridharma
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Nasdem Konsolidasi di Takalar, Targetkan 3 Kursi di Dapil Sulsel 1 pada Pileg 2029
2
Kunker Pantau Revitalisasi Krakatau Steel, NH Dorong Kemandirian Industri Baja Nasional
3
Ramadan Berkah, PLN UID Sulselrabar Salurkan 1.200 Paket Sembako Murah
4
Gubernur Sulsel Lepas 500 Pemudik Program Mudik PLN dari Pelabuhan Soekarno-Hatta
5
UNM Siapkan MoU Media untuk Diseminasi Tridharma