Bupati Ibas Sidak Apel Pagi, Puluhan Pegawai Terciduk Main HP dan Duduk saat Sekda Sambutan
Senin, 04 Agu 2025 15:23
Bupati Lutim, Ibas melakukan sidak pada pelaksanaan apel pagi yang dipimpin oleh Sekda, Bahri Suli di halaman kantor bupati, Senin (04/08/2025). Foto: Humas Pemkab Lutim
LUWU TIMUR - Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam (Ibas) melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada pelaksanaan apel pagi yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda), Bahri Suli di halaman kantor bupati, Senin (04/08/2025).
Sidak ini dilakukan untuk memantau langsung tingkat kedisiplinan para ASN dan tenaga upah jasa dalam mengikuti apel rutin yang seharusnya menjadi sarana pembentukan karakter dan komitmen kerja aparatur pemerintah.
Dalam sidaknya, Bupati Ibas tampak kecewa dan geram. Ia mendapati puluhan pegawai, baik ASN maupun tenaga upah jasa, tidak menunjukkan sikap disiplin. Beberapa diantaranya bahkan terlihat bermain ponsel dan duduk santai saat apel sudah dimulai, bahkan ketika Sekda tengah menyampaikan arahan.
“Saya sengaja tidak ambil apel pagi ini karena ingin melihat langsung kondisi sebenarnya. Dan ternyata memang banyak yang masih sulit menerapkan kedisiplinan,” tegas Bupati Ibas.
Lebih mengejutkan lagi, lanjut Bupati Ibas, masih banyak pegawai yang datang terlambat, melebihi batas waktu yang telah disepakati bersama, yakni pukul 07.30 Wita.
“Tadi saya lihat sendiri, pukul 07.30 masih ada yang di bawah, masih merokok pula,” ungkapnya.
Bupati Ibas yang datang diam-diam dari arah belakang barisan apel mengungkapkan kekecewaannya secara terbuka. Ia menilai para pegawai kurang menghargai pimpinan yang sedang memimpin apel, dalam hal ini Sekda Luwu Timur.
“Bayangkan jika posisi dibalik, kalian yang memimpin apel, lalu Sekda yang duduk, main HP di belakang. Apakah kalian bisa terima itu? Ini bukan hanya soal sopan santun, tapi juga soal profesionalitas dan etika,” tegas Bupati Ibas.
Ia pun menyoroti praktik absensi yang tidak tertib. Ia mendapati ada pegawai yang sudah menandatangani daftar hadir meski belum mengikuti apel, bahkan ada indikasi pegawai menitip tanda tangan kepada rekan kerjanya.
“Saya sudah lihat beberapa kali, ada yang tanda tangan mewakili temannya. Mulai minggu depan, daftar hadir akan disediakan di meja depan, dan diatur per OPD. Tidak ada lagi yang titip absen,” instruksinya.
Bupati Ibas menegaskan bahwa, tidak akan lagi memberikan toleransi bagi pegawai yang terlambat ataupun bermain ponsel saat apel. Ia bahkan menyebutkan bahwa pegawai P3K yang tidak disiplin bisa saja diberhentikan karena itu tertuang dalam perjanjian kerja mereka.
“Jangan salahkan saya kalau enam bulan kemudian ada surat pemberhentian. Saya sudah minta BKPSDM untuk tegas. Ini bukan gertakan, kita lihat nanti siapa yang benar-benar taat aturan,” ucapnya.
Di akhir arahannya, Bupati Ibas menegaskan kembali bahwa apel pagi akan dimulai pukul 07.30 tanpa kompromi. Ia bahkan meminta Satpol PP untuk bertindak tegas terhadap pegawai yang datang terlambat.
“Saya minta kepada Satpol PP, mulai minggu depan tidak ada toleransi. Eselon III harus menjadi contoh, kalau hamil tidak usah ikut apel tapi yang lainnya wajib. Kasihan teman-teman yang sudah susah payah memimpin apel, tapi tidak dihargai,” pungkas Bupati Ibas.
Sidak ini dilakukan untuk memantau langsung tingkat kedisiplinan para ASN dan tenaga upah jasa dalam mengikuti apel rutin yang seharusnya menjadi sarana pembentukan karakter dan komitmen kerja aparatur pemerintah.
Dalam sidaknya, Bupati Ibas tampak kecewa dan geram. Ia mendapati puluhan pegawai, baik ASN maupun tenaga upah jasa, tidak menunjukkan sikap disiplin. Beberapa diantaranya bahkan terlihat bermain ponsel dan duduk santai saat apel sudah dimulai, bahkan ketika Sekda tengah menyampaikan arahan.
“Saya sengaja tidak ambil apel pagi ini karena ingin melihat langsung kondisi sebenarnya. Dan ternyata memang banyak yang masih sulit menerapkan kedisiplinan,” tegas Bupati Ibas.
Lebih mengejutkan lagi, lanjut Bupati Ibas, masih banyak pegawai yang datang terlambat, melebihi batas waktu yang telah disepakati bersama, yakni pukul 07.30 Wita.
“Tadi saya lihat sendiri, pukul 07.30 masih ada yang di bawah, masih merokok pula,” ungkapnya.
Bupati Ibas yang datang diam-diam dari arah belakang barisan apel mengungkapkan kekecewaannya secara terbuka. Ia menilai para pegawai kurang menghargai pimpinan yang sedang memimpin apel, dalam hal ini Sekda Luwu Timur.
“Bayangkan jika posisi dibalik, kalian yang memimpin apel, lalu Sekda yang duduk, main HP di belakang. Apakah kalian bisa terima itu? Ini bukan hanya soal sopan santun, tapi juga soal profesionalitas dan etika,” tegas Bupati Ibas.
Ia pun menyoroti praktik absensi yang tidak tertib. Ia mendapati ada pegawai yang sudah menandatangani daftar hadir meski belum mengikuti apel, bahkan ada indikasi pegawai menitip tanda tangan kepada rekan kerjanya.
“Saya sudah lihat beberapa kali, ada yang tanda tangan mewakili temannya. Mulai minggu depan, daftar hadir akan disediakan di meja depan, dan diatur per OPD. Tidak ada lagi yang titip absen,” instruksinya.
Bupati Ibas menegaskan bahwa, tidak akan lagi memberikan toleransi bagi pegawai yang terlambat ataupun bermain ponsel saat apel. Ia bahkan menyebutkan bahwa pegawai P3K yang tidak disiplin bisa saja diberhentikan karena itu tertuang dalam perjanjian kerja mereka.
“Jangan salahkan saya kalau enam bulan kemudian ada surat pemberhentian. Saya sudah minta BKPSDM untuk tegas. Ini bukan gertakan, kita lihat nanti siapa yang benar-benar taat aturan,” ucapnya.
Di akhir arahannya, Bupati Ibas menegaskan kembali bahwa apel pagi akan dimulai pukul 07.30 tanpa kompromi. Ia bahkan meminta Satpol PP untuk bertindak tegas terhadap pegawai yang datang terlambat.
“Saya minta kepada Satpol PP, mulai minggu depan tidak ada toleransi. Eselon III harus menjadi contoh, kalau hamil tidak usah ikut apel tapi yang lainnya wajib. Kasihan teman-teman yang sudah susah payah memimpin apel, tapi tidak dihargai,” pungkas Bupati Ibas.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Sudah Sosialisasi dan Proses Uang Kerohiman, Pemkab Lutim Segera Tertibkan Aset di Lampia
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur memastikan akan segera melakukan penertiban lahan milik daerah di Lampia, Desa Harapan, Kecamatan Malili.
Rabu, 11 Feb 2026 08:33
Sulsel
HPN ke-80, Polres Lutim Perkuat Sinergi, Sebut Media Pilar Penting Kamtibmas
Kapolres Luwu Timur, AKBP Ario Putranto didampingi jajarannya menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi para jurnalis yang selama ini menjadi jembatan informasi antara pemerintah, Polri, dan masyarakat.
Selasa, 10 Feb 2026 18:55
Sulsel
Kabar Baik Bagi Pelaku UMKM, Bupati Luwu Timur Akan Gratiskan Pajak Ini
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam akan merevisi Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur tentang reklame papan nama usaha atau profesi.
Selasa, 10 Feb 2026 13:45
Sulsel
Bupati Irwan Launching Program Pejuang Subuh pada Momentum MTQ
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, didampingi Wakil Bupati, Puspawati Husler, secara resmi melaunching Program Pejuang Subuh pada momentum Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) yang berlangsung khidmat dan penuh keberkahan.
Senin, 09 Feb 2026 16:45
Sulsel
Wabup Puspawati Lepas Pawai Ta’aruf MTQ XI, Tampilkan Semangat Persatuan dan Syiar Qur’ani
Wakil Bupati Luwu Timur, Puspawati Husler, secara resmi melepas Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XI Tingkat Kabupaten Luwu Timur Tahun 2026, yang berlangsung di depan Kantor Camat Tomoni Timur, Ahad (08/02/2026).
Minggu, 08 Feb 2026 18:03
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Wabup Selle Diminta Muncul dan Redam Konflik Bupati Vs Ketua DPRD Soppeng
2
Prodi Rekayasa Industri UNM Sosialisasi Jalur Masuk dan Beasiswa di SMKN 2 Makassar
3
38.760 Warga Makassar Peserta PBI BPJS Kesehatan Dinonaktifkan
4
SD Islam Athirah Bone Ajak Siswa Belajar Seru dan Kreatif di Fun & Edu Fest
5
OTT yang Kehilangan Rasa Malu
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Wabup Selle Diminta Muncul dan Redam Konflik Bupati Vs Ketua DPRD Soppeng
2
Prodi Rekayasa Industri UNM Sosialisasi Jalur Masuk dan Beasiswa di SMKN 2 Makassar
3
38.760 Warga Makassar Peserta PBI BPJS Kesehatan Dinonaktifkan
4
SD Islam Athirah Bone Ajak Siswa Belajar Seru dan Kreatif di Fun & Edu Fest
5
OTT yang Kehilangan Rasa Malu