Tingkatkan Kualitas SDM, Nobel Indonesia Ajak Karyawan Hotel Kuliah
Minggu, 24 Agu 2025 09:20
Penandatanganan kerja sama antara Hotel Khas Makassar bersama Nobel Indonesia Institute. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Direktur Networking dan Partnership Nobel Indonesia, Ahmad Ikram didapuk sebagai pembicara di Hotel Khas Makassar, Jalan Mappanyukki, Kamis (21/8). Dalam penjelasan tersebut, Ikram memaparkan pentingnya karyawan hotel harus berkuliah, mulai dari program sarjana dan pascasarjana.
“Tantangan di Industri Hospitality ada empat poin besar yang ingin saya sampaikan. Yakni Persaingan hotel semakin ketat (lokal & internasional), tamu semakin kritis & menuntut standar layanan layanan tinggi, Teknologi digital mengubah sistem reservasi & marketing, Dibutuhkan SDM unggul yang ramah serta berpengetahuan,” katanya.
Menurutnya, karyawan yang berpendidikan tinggi tidak hanya memiliki pengetahuan tentang industri, tetapi juga dapat beradaptasi dengan berbagai situasi dan memenuhi harapan tamu yang semakin kritis.
“Selain itu, teknologi digital telah merubah cara hotel melakukan reservasi dan pemasaran. Dengan adanya aplikasi pemesanan online dan platform pemasaran digital, karyawan perlu memahami alat dan strategi baru untuk menarik tamu,” lanjutnya.
Selain itu, kata dia jika karyawan hotel melanjutkan kuliah Nobel Indonesia untuk program sarjana, akan ada beberapa keuntungan. Pertama, mereka akan diberikan pemahaman teori dan praktik manajemen hotel bisnis.
"Teman-teman juga dapat berkomunikasi profesional dengan tamu lokal dan internasional. Bekerja sambil kuliah juga menambah networking kita dengan dosen maupun praktisi, dan yang terakhir tentu peluang naik jabatan untuk bapak/ibu akan terbuka sangat lebar,” ujarnya.
Sementara, untuk lulusan S2 tentunya secara pengalaman akan semakin matang. Karena, mereka diajarkan tentang leadership dan strategic thinking, manajemen dan keuangan sama jenjang jabatan bisa lebih tinggi.
Lulusan S2 memiliki keunggulan dalam kepemimpinan dan pemikiran strategis, kemampuan kemampuan riset dan pemecahan masalah, serta manajemen SDM dan keuangan.
“Ini membuka jalan bagi jabatan yang lebih tinggi seperti General Manager, direktur, atau konsultan,” sambungnya.
“Dampak positif yang dirasakan karyawan ialah karir makin meningkat, penghasilan juga akan lebih tinggi, ada kebanggaan secara personal bisa bekerja secara profesional serta kesempatan global di Hotel Internasional,” tukasnya.
Sementara, Wakil Dekan II Bidang Promosi dan Hubungan Eksternal Fakultas Teknologi Industri, Dr. Sri Prilmayanti yang hadir dalam kesempatan tersebut, juga menambahkan bahwa, Nobel Indonesia Institute dan Hotel Khas Makassar telah menandatangani perjanjian kerja sama.
“Kerja sama ini merupakan langkah nyata kita dalam memperkuat hubungan antara dunia akademik dan industry khususnya dibidang perhotelan. Melalui kolaborasi dengan KHAS Hotel Makassar, saya berharap mahasiswa ITB Nobel Indonesia dapat memperoleh pengalaman praktis yang relevan, sehingga mereka lebih siap menghadapi kebutuhan dan tantangan dunia kerja. Sinergi ini juga menjadi wujud komitmen kami untuk mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional,” bebernya.
Dalam prosesi penandatangan kerja sama dilakukan oleh Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, Dr.Ir. H. Badaruddin, S.T., M.M., IPU, ASEAN Eng., dan General Manager Khas Hotel, R. Dicki Rachmauddin Jusup, S.E.
“Tantangan di Industri Hospitality ada empat poin besar yang ingin saya sampaikan. Yakni Persaingan hotel semakin ketat (lokal & internasional), tamu semakin kritis & menuntut standar layanan layanan tinggi, Teknologi digital mengubah sistem reservasi & marketing, Dibutuhkan SDM unggul yang ramah serta berpengetahuan,” katanya.
Menurutnya, karyawan yang berpendidikan tinggi tidak hanya memiliki pengetahuan tentang industri, tetapi juga dapat beradaptasi dengan berbagai situasi dan memenuhi harapan tamu yang semakin kritis.
“Selain itu, teknologi digital telah merubah cara hotel melakukan reservasi dan pemasaran. Dengan adanya aplikasi pemesanan online dan platform pemasaran digital, karyawan perlu memahami alat dan strategi baru untuk menarik tamu,” lanjutnya.
Selain itu, kata dia jika karyawan hotel melanjutkan kuliah Nobel Indonesia untuk program sarjana, akan ada beberapa keuntungan. Pertama, mereka akan diberikan pemahaman teori dan praktik manajemen hotel bisnis.
"Teman-teman juga dapat berkomunikasi profesional dengan tamu lokal dan internasional. Bekerja sambil kuliah juga menambah networking kita dengan dosen maupun praktisi, dan yang terakhir tentu peluang naik jabatan untuk bapak/ibu akan terbuka sangat lebar,” ujarnya.
Sementara, untuk lulusan S2 tentunya secara pengalaman akan semakin matang. Karena, mereka diajarkan tentang leadership dan strategic thinking, manajemen dan keuangan sama jenjang jabatan bisa lebih tinggi.
Lulusan S2 memiliki keunggulan dalam kepemimpinan dan pemikiran strategis, kemampuan kemampuan riset dan pemecahan masalah, serta manajemen SDM dan keuangan.
“Ini membuka jalan bagi jabatan yang lebih tinggi seperti General Manager, direktur, atau konsultan,” sambungnya.
“Dampak positif yang dirasakan karyawan ialah karir makin meningkat, penghasilan juga akan lebih tinggi, ada kebanggaan secara personal bisa bekerja secara profesional serta kesempatan global di Hotel Internasional,” tukasnya.
Sementara, Wakil Dekan II Bidang Promosi dan Hubungan Eksternal Fakultas Teknologi Industri, Dr. Sri Prilmayanti yang hadir dalam kesempatan tersebut, juga menambahkan bahwa, Nobel Indonesia Institute dan Hotel Khas Makassar telah menandatangani perjanjian kerja sama.
“Kerja sama ini merupakan langkah nyata kita dalam memperkuat hubungan antara dunia akademik dan industry khususnya dibidang perhotelan. Melalui kolaborasi dengan KHAS Hotel Makassar, saya berharap mahasiswa ITB Nobel Indonesia dapat memperoleh pengalaman praktis yang relevan, sehingga mereka lebih siap menghadapi kebutuhan dan tantangan dunia kerja. Sinergi ini juga menjadi wujud komitmen kami untuk mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional,” bebernya.
Dalam prosesi penandatangan kerja sama dilakukan oleh Rektor Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia, Dr.Ir. H. Badaruddin, S.T., M.M., IPU, ASEAN Eng., dan General Manager Khas Hotel, R. Dicki Rachmauddin Jusup, S.E.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
ITB Nobel Indonesia Gelar Pelatihan CV ATS dan Teknik Wawancara bagi Calon Lulusan
ITB Nobel Indonesia menggelar workshop pembuatan Curriculum Vitae (CV) profesional dan teknik wawancara efektif untuk membekali mahasiswa serta calon lulusan menghadapi dunia kerja.
Sabtu, 30 Mei 2026 11:34
Ekbis
One Global Capital Garap Hotel Butik Premium di Parramatta
Ekspansi tersebut menjadi langkah strategis OGC dalam memperkuat lini perhotelan di bawah brand One Global Resorts setelah sebelumnya sukses menghadirkan One Global Resorts Green Square.
Senin, 11 Mei 2026 11:22
News
Alumni Dorong Mahasiswa ITB Nobel Melek Legalitas Usaha
Kolaborasi antara pemerintah dan wirausaha muda dinilai menjadi kunci penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Selasa, 14 Apr 2026 07:06
Makassar City
Di Seminar Nasional HMA Nobel, Peserta ASC ke-14 Diperingatkan Tak Andalkan AI
Menjelang pelaksanaan Accounting Smart Challenge (ASC) musim ke-14, Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HMA) Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia menggelar Seminar Nasional, Kamis (9/4).
Kamis, 09 Apr 2026 19:28
Makassar City
Pascasarjana Nobel Indonesia Sesuaikan RPS dengan Perkembangan Dunia Kerja
Fakultas Pascasarjana Institut Teknologi dan Bisnis Nobel Indonesia menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Review dan Sinkronisasi Rencana Pembelajaran Semester (RPS)” pada Selasa (31/1).
Jum'at, 03 Apr 2026 13:27
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Prof Hasmyati Jadi Pembicara Simposium Antarbangsa di Malaysia
2
Asmo Sulsel Dukung Workshop UMKM, Hadirkan Edukasi Bisnis Kuliner di Makassar
3
Sambut Piala Dunia 2026, PHI Hadirkan Program Semarak Bola Gembira di Makassar
4
Pemkab Gowa dan Kejari Gowa Perkuat Kerja Sama Pendampingan Hukum
5
Milad ke-34 FK UMI Diramaikan Studium Generale hingga Layanan Kesehatan Gratis
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Prof Hasmyati Jadi Pembicara Simposium Antarbangsa di Malaysia
2
Asmo Sulsel Dukung Workshop UMKM, Hadirkan Edukasi Bisnis Kuliner di Makassar
3
Sambut Piala Dunia 2026, PHI Hadirkan Program Semarak Bola Gembira di Makassar
4
Pemkab Gowa dan Kejari Gowa Perkuat Kerja Sama Pendampingan Hukum
5
Milad ke-34 FK UMI Diramaikan Studium Generale hingga Layanan Kesehatan Gratis