Warga Usul Lewat Lontara Plus, Jalan Lorong Buntu di Mamoa Raya Diperbaiki
Senin, 02 Mar 2026 07:31
Pemkot Makassar melakukan perbaikan jalan warga di Jalan Mamoa Raya, Lorong Buntu, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Upaya panjang warga di Jalan Mamoa Raya, Lorong Buntu, Kelurahan Mangasa, Kecamatan Tamalate untuk mendapatkan peningkatan infrastruktur akhirnya membuahkan hasil.
Jalan tanah yang telah puluhan tahun tak tersentuh pembangunan kini telah dipaving setelah dilaporkan melalui aplikasi Lontara Plus milik Pemerintah Kota Makassar.
Kepala RT 3 RW 10, Firdaus Usman mengungkapkan bahwa perjuangan tersebut sudah dilakukan sejak periode kepemimpinannya sebagai RT. Dimana hampir sekitar 30 tahun warga di jalan tersebut atau sekitar enam Kepala Keluarga (KK) telah meminta dibangunkan jalan yang layak. Hanya saja usulan peningkatan jalan tidak diprioritaskan oleh pemerintah setempat, meski secara kondisi sangat layak.
“Awalnya itu saya kan kebetulan menjabat RT periode lalu juga, terus sering saya usulan lewat Lontara Plus. Cuma kadang tertolak karena alasannya sedikit rumah atau KK yang tinggal di situ tidak banyak,” ujarnya, saat dikonfirmasi, Minggu, (01/03/2026).
Meski usulannya terus ditolak, dirinya tak menyerah untuk mengusulkan secaraj berulang-ulang. Apalagi memang aplikasi ini kerap digunakan untuk melaporkan berbagai persoalan di lingkungannya. Mulai dari lampu jalan, konflik warga, hingga pengerukan drainase, yang disebutnya cukup responsif ditangani pemerintah kota.
“Pada 17 Desember 2025 lalu saya masukkan lagi laporannya, dan seminggu kemudian langsung gerak cepat, ada tim survei dari PU Makassar datang. Waktu itu saya memang belum dilantik kembali sebagai RT, masih dijabat PJ. Tapi saya tetap konfirmasi terus ke pihak PU karena tiap hari banyak laporan masuk,” jelasnya.
Setelah dilakukan survei, pada Februari 2026 pihak Dinas Pekerjaan Umum Makassar menghubunginya dengan rencana akan dilakukannya pembangunan jalan di Mamoa Raya tersebut. Prosesnya pun tanpa melalui proses tender.
“Ini bukan proyek borongan. Jadi memang setelah masuk lewat Aplikasi Lontara Plus ini dikontrol langsung Bapak Walikota Makassar, makanya satgas PU turun,” katanya.
Jalan yang dibangun dari bahan paving blok ini pun dengan panjang kurang lebih 72 meter dan lebar 3,5 meter. Proses pekerjaan berlangsung sekitar tiga minggu, meski sempat terkendala hujan.
Firdaus mengungkapkan, informasi yang ia terima dari pihak dinas menyebutkan bahwa jalan tanah memang menjadi salah satu prioritas, meskipun volume pengerjaan dibatasi maksimal 200 meter persegi. Beruntung, panjang jalan di lorong tersebut masih dalam batas yang bisa dikerjakan.
Selama kurang lebih 30 tahun, jalan itu tidak pernah tersentuh pembangunan meski sudah beberapa kali diukur. Bahkan saat musim hujan, genangan air bisa mencapai lutut orang dewasa. Warga setempat, selalu melakukan penimbunan secara swadaya untuk mengurangi becek dan banjir.
Sebelumnya, usulan perbaikan juga telah diajukan melalui Musrenbang Kelurahan serta program Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM). Namun kembali terkendala pada kriteria jumlah rumah dan jumlah penduduk.
“Akhirnya ini jadi prioritas karena memang satu-satunya jalan tanah di kelurahan yang belum pernah dikerja sama sekali,” tuturnya.
Firdaus menilai kehadiran aplikasi Lontara Plus menjadi terobosan penting karena seluruh laporan warga langsung masuk dan terpantau oleh pimpinan daerah. Menurutnya, warga perlu cermat dan aktif agar laporan cepat ditindaklanjuti.
Ke depan, ia berharap perhatian pemerintah tidak hanya pada jalan utama atau poros, tetapi juga lorong-lorong permukiman. Selain peningkatan jalan, warga juga masih membutuhkan pembangunan drainase agar persoalan banjir tidak kembali terjadi.
“Harapannya pembangunan itu merata, bukan cuma di poros, tapi di lorong-lorong juga supaya pemerintah lebih peka dengan kondisi di lingkungan kecil seperti ini,” pungkasnya.
Salah satu warga Mamoa Raya, Yulianti menyampaikan terimakasihnya kepada jajaran pemerintah setempat yakni RT, Dinas PU Makassar, terkhususnya Walikota Makassar Munafri Arifuddin. Sebab, dimasa kepemimpinan hari ini aspirasi masyarakat dapat didengar.
"Kami berterima kasih sekali karena selama 30 tahun kami selalu berharap akses jalan kami yang kami gunakan setiap hari bisa dibangun dengan layak. Hanya saja belum pernah dikabulkan pemerintah, baru saat ini di masa Walikota Makassar Bapak Appi," ungkapnya.
Ia pun berharap kedepannya, bukan hanya pada pemenuhan jalannya, tetapi juga pada kebutuhan drainase yang ada di wilayah tersebut.
"Kami juga sangat berharap dibangun drainase, karena disini kan rawan banjir," katanya.
Jalan tanah yang telah puluhan tahun tak tersentuh pembangunan kini telah dipaving setelah dilaporkan melalui aplikasi Lontara Plus milik Pemerintah Kota Makassar.
Kepala RT 3 RW 10, Firdaus Usman mengungkapkan bahwa perjuangan tersebut sudah dilakukan sejak periode kepemimpinannya sebagai RT. Dimana hampir sekitar 30 tahun warga di jalan tersebut atau sekitar enam Kepala Keluarga (KK) telah meminta dibangunkan jalan yang layak. Hanya saja usulan peningkatan jalan tidak diprioritaskan oleh pemerintah setempat, meski secara kondisi sangat layak.
“Awalnya itu saya kan kebetulan menjabat RT periode lalu juga, terus sering saya usulan lewat Lontara Plus. Cuma kadang tertolak karena alasannya sedikit rumah atau KK yang tinggal di situ tidak banyak,” ujarnya, saat dikonfirmasi, Minggu, (01/03/2026).
Meski usulannya terus ditolak, dirinya tak menyerah untuk mengusulkan secaraj berulang-ulang. Apalagi memang aplikasi ini kerap digunakan untuk melaporkan berbagai persoalan di lingkungannya. Mulai dari lampu jalan, konflik warga, hingga pengerukan drainase, yang disebutnya cukup responsif ditangani pemerintah kota.
“Pada 17 Desember 2025 lalu saya masukkan lagi laporannya, dan seminggu kemudian langsung gerak cepat, ada tim survei dari PU Makassar datang. Waktu itu saya memang belum dilantik kembali sebagai RT, masih dijabat PJ. Tapi saya tetap konfirmasi terus ke pihak PU karena tiap hari banyak laporan masuk,” jelasnya.
Setelah dilakukan survei, pada Februari 2026 pihak Dinas Pekerjaan Umum Makassar menghubunginya dengan rencana akan dilakukannya pembangunan jalan di Mamoa Raya tersebut. Prosesnya pun tanpa melalui proses tender.
“Ini bukan proyek borongan. Jadi memang setelah masuk lewat Aplikasi Lontara Plus ini dikontrol langsung Bapak Walikota Makassar, makanya satgas PU turun,” katanya.
Jalan yang dibangun dari bahan paving blok ini pun dengan panjang kurang lebih 72 meter dan lebar 3,5 meter. Proses pekerjaan berlangsung sekitar tiga minggu, meski sempat terkendala hujan.
Firdaus mengungkapkan, informasi yang ia terima dari pihak dinas menyebutkan bahwa jalan tanah memang menjadi salah satu prioritas, meskipun volume pengerjaan dibatasi maksimal 200 meter persegi. Beruntung, panjang jalan di lorong tersebut masih dalam batas yang bisa dikerjakan.
Selama kurang lebih 30 tahun, jalan itu tidak pernah tersentuh pembangunan meski sudah beberapa kali diukur. Bahkan saat musim hujan, genangan air bisa mencapai lutut orang dewasa. Warga setempat, selalu melakukan penimbunan secara swadaya untuk mengurangi becek dan banjir.
Sebelumnya, usulan perbaikan juga telah diajukan melalui Musrenbang Kelurahan serta program Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM). Namun kembali terkendala pada kriteria jumlah rumah dan jumlah penduduk.
“Akhirnya ini jadi prioritas karena memang satu-satunya jalan tanah di kelurahan yang belum pernah dikerja sama sekali,” tuturnya.
Firdaus menilai kehadiran aplikasi Lontara Plus menjadi terobosan penting karena seluruh laporan warga langsung masuk dan terpantau oleh pimpinan daerah. Menurutnya, warga perlu cermat dan aktif agar laporan cepat ditindaklanjuti.
Ke depan, ia berharap perhatian pemerintah tidak hanya pada jalan utama atau poros, tetapi juga lorong-lorong permukiman. Selain peningkatan jalan, warga juga masih membutuhkan pembangunan drainase agar persoalan banjir tidak kembali terjadi.
“Harapannya pembangunan itu merata, bukan cuma di poros, tapi di lorong-lorong juga supaya pemerintah lebih peka dengan kondisi di lingkungan kecil seperti ini,” pungkasnya.
Salah satu warga Mamoa Raya, Yulianti menyampaikan terimakasihnya kepada jajaran pemerintah setempat yakni RT, Dinas PU Makassar, terkhususnya Walikota Makassar Munafri Arifuddin. Sebab, dimasa kepemimpinan hari ini aspirasi masyarakat dapat didengar.
"Kami berterima kasih sekali karena selama 30 tahun kami selalu berharap akses jalan kami yang kami gunakan setiap hari bisa dibangun dengan layak. Hanya saja belum pernah dikabulkan pemerintah, baru saat ini di masa Walikota Makassar Bapak Appi," ungkapnya.
Ia pun berharap kedepannya, bukan hanya pada pemenuhan jalannya, tetapi juga pada kebutuhan drainase yang ada di wilayah tersebut.
"Kami juga sangat berharap dibangun drainase, karena disini kan rawan banjir," katanya.
(UMI)
Berita Terkait
Lifestyle
Warga Makassar Diimbau Batasi Konsumsi Ultra-Processed Food
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mengingatkan masyarakat untuk lebih memperhatikan pola konsumsi makanan, khususnya membatasi asupan makanan olahan berlebih (ultra-processed food) di tengah kondisi cuaca ekstrem.
Kamis, 16 Apr 2026 05:53
Makassar City
DPRD dan Pemkot Makassar Sahkan Perda Pelestarian Cagar Budaya
DPRD Kota Makassar bersama Pemerintah Kota Makassar menyepakati Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pelestarian Cagar Budaya menjadi peraturan daerah.
Kamis, 16 Apr 2026 05:32
News
Pemkot Makassar Siapkan Sumur Bor dan Dana BTT Antisipasi El Nino 2026
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memperkuat kesiapan infrastruktur air bersih untuk mengantisipasi fenomena cuaca ekstrem yang disebut “Godzilla El Nino”.
Rabu, 15 Apr 2026 20:04
Makassar City
Tak Mau Beli Randis Baru, Wali Kota Makassar Pilih Pakai Mobil Bekas
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memastikan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar tidak akan mengadakan kendaraan operasional maupun mobil dinas baru untuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota pada 2026.
Rabu, 15 Apr 2026 18:39
News
Pemerintah Tertibkan 27 Lapak PKL di Trotoar dan Drainase Jalan Sunu
Pemerintah Kecamatan Tallo menertibkan 27 lapak pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri di atas trotoar dan saluran drainase, Rabu (15/4/2026).
Rabu, 15 Apr 2026 17:39
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Legislator Makassar Mengeluh Air Tak Mengalir 4 Bulan, Tapi Tetap Dapat Tagihan
2
96 Mahasiswa Jurusan Bisnis Polipangkep Ikuti Pembekalan Sertifikasi Kompetensi
3
Kader Nasdem Sulsel Turun ke Jalan, Protes Narasi Pemberitaan Tempo
4
Dosen Universitas Pejuang RI Makassar Kembali Lolos Hibah Kemendiktisaintek 2026
5
Astra Honda Dream Cup 2026 Siap Digelar, Vario 160 Kembali Siap Melesat
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Legislator Makassar Mengeluh Air Tak Mengalir 4 Bulan, Tapi Tetap Dapat Tagihan
2
96 Mahasiswa Jurusan Bisnis Polipangkep Ikuti Pembekalan Sertifikasi Kompetensi
3
Kader Nasdem Sulsel Turun ke Jalan, Protes Narasi Pemberitaan Tempo
4
Dosen Universitas Pejuang RI Makassar Kembali Lolos Hibah Kemendiktisaintek 2026
5
Astra Honda Dream Cup 2026 Siap Digelar, Vario 160 Kembali Siap Melesat