Pemkot Makassar Dorong Pemilahan Sampah Lewat Aksi Plogging HLH Sedunia 2026

Sabtu, 06 Jun 2026 15:58
Pemkot Makassar Dorong Pemilahan Sampah Lewat Aksi Plogging HLH Sedunia 2026
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026, Sabtu (6/6/2026). Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2026 dengan menggelar aksi plogging atau jalan sehat sambil memungut dan memilah sampah, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan yang dipimpin langsung Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

"Hari ini, kita hadir memperingati hari lingkungan sedunia, kita terus menjaga kebersihan, perubahan besar dalam menjaga bumi tidak akan terwujud tanpa adanya kesadaran dan kebiasaan baik yang dibangun dari rumah tangga," kata Munafri.

Wali Kota yang akrab disapa Appi itu menegaskan, menjaga lingkungan harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Menurutnya, budaya peduli lingkungan yang kuat hanya dapat terbentuk jika kesadaran tersebut tumbuh dari rumah tangga.

"Menjaga lingkungan harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Jika kesadaran itu tumbuh dari rumah, maka akan terbentuk budaya peduli lingkungan yang kuat di tengah masyarakat," ujarnya.

Appi menilai keberhasilan pengelolaan lingkungan tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga ditentukan oleh keterlibatan komunitas dan masyarakat di tingkat bawah yang konsisten membangun budaya hidup bersih.

"Nah, inilah menurut saya salah satu contoh baik yang harus terus kita perhatikan untuk membangun komunitas yang bersih di wilayah kita masing-masing," tambahnya.

Menurut Appi, keterlibatan seluruh unsur masyarakat menjadi kunci dalam membangun kesadaran kolektif menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan hidup. Ia secara khusus mengapresiasi para ketua RT yang aktif mengedukasi warga terkait pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.

"Saya melihat salah satu ketua RT di Kecamatan Rappocini yang tanpa henti dan tanpa lelah terus memberikan edukasi kepada masyarakat," tuturnya.

"Ini, memberikan pemahaman, mengajak warga untuk menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan baik. Ini adalah contoh yang sangat baik dan harus terus kita dukung," lanjutnya.

Pada peringatan HLH Sedunia 2026 yang mengusung semangat "Saatnya Kita Kerja untuk Iklim", Appi mengajak masyarakat menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai gerakan bersama yang dimulai dari unit sosial terkecil.

"Ketika keluarga bergerak, RT bergerak, komunitas bergerak, maka dampaknya akan sangat besar bagi lingkungan dan masa depan kota kita," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pemulihan lingkungan, pengurangan emisi karbon, pengelolaan sampah berkelanjutan, serta adaptasi terhadap perubahan iklim harus menjadi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

"Lebih dari itu, seluruh upaya tersebut harus menjadi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat demi menjaga keberlangsungan bumi bagi generasi mendatang. Pemulihan lingkungan, pengurangan emisi, pengelolaan sampah, dan adaptasi perubahan iklim bukan lagi sekadar target di atas kertas. Ini adalah gerakan bersama yang harus kita lakukan demi masa depan bumi yang berkelanjutan," tegasnya.

Appi berharap seluruh rangkaian kegiatan dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Semoga seluruh upaya yang kita lakukan dalam menjaga lingkungan, melakukan kerja bakti, membersihkan sampah, dan mengedukasi masyarakat dapat bernilai ibadah bagi kita semua," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran dan mendorong aksi nyata seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

"Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua bahwa lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan adalah tanggung jawab bersama," ujar Aliyah.

Ia menegaskan bahwa upaya mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.

"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan, mulai dari langkah sederhana seperti memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, hingga aktif menjaga kebersihan lingkungan sekitar," ajaknya.

Menurut Aliyah, kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi budaya sekaligus gaya hidup masyarakat.

"Kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi budaya dan gaya hidup kita bersama," terangnya.

Pada kegiatan tersebut, peserta melakukan aksi plogging dengan rute dari halaman Balai Kota Makassar menuju Jalan Nusantara sepanjang kurang lebih satu kilometer. Sepanjang perjalanan, peserta memungut dan memilah sampah berdasarkan kategorinya.

Hasil penimbangan menunjukkan masih tingginya volume sampah yang ditemukan di ruang publik. Sampah organik yang terkumpul mencapai 35,12 kilogram, sampah anorganik 30,34 kilogram, sampah residu 69,43 kilogram, dan sampah bahan berbahaya dan beracun (B3) sebanyak 4,10 kilogram.

Data tersebut menjadi gambaran bahwa persoalan sampah masih memerlukan perhatian serius dan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Melalui momentum HLH Sedunia 2026, Pemkot Makassar terus mendorong perubahan perilaku masyarakat melalui kebiasaan memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan membuang sampah pada tempatnya.

Selain menjadi sarana olahraga, aksi plogging juga dimanfaatkan sebagai edukasi langsung mengenai pentingnya pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Setiap perangkat daerah diberikan tanggung jawab untuk memungut sekaligus memilah sampah sebagai bentuk pembelajaran tentang pengelolaan dan daur ulang sampah yang benar.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua TP PKK Kota Makassar Melinda Aksa, Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifli Nanda, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar Helmy Budiman, jajaran organisasi perangkat daerah, ASN, tenaga kebersihan, komunitas lingkungan, serta berbagai elemen masyarakat.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru