Pemkot Perkenalkan Makassar Virtual Run, Olahraga Sambil Mengawasi Kota

Rabu, 03 Jun 2026 22:32
Pemkot Perkenalkan Makassar Virtual Run, Olahraga Sambil Mengawasi Kota
Pemkot Makassar mulai memperkenalkan Makassar Virtual Run. Ini merupakan inovasi teranyar di pemerintahan Wali Kota Munafri Arifuddin dan Aliyah Mustika Ilham. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAKASSAR - Pemerintah Kota Makassar mengembangkan program Makassar Virtual Run yang menggabungkan aktivitas olahraga dengan partisipasi warga dalam pengawasan fasilitas dan lingkungan kota.

Program tersebut terintegrasi dalam fitur Makassar Move pada aplikasi Lontara Plus. Melalui platform ini, masyarakat dapat berjalan kaki, berlari, maupun bersepeda sambil melaporkan berbagai persoalan yang ditemukan di ruang publik.

Tim Ahli Pemerintah Kota Makassar Bidang Percepatan Digitalisasi, Andi Gita Namira Patigana, mengatakan program tersebut merupakan inisiatif Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin untuk mendorong gaya hidup sehat sekaligus meningkatkan kepedulian warga terhadap kondisi kota.

“Jadi, ini inisiatifnya dari Pak Wali. Beliau ingin masyarakat di Kota Makassar menjadi aktif dan juga memperhatikan kotanya melalui ajang virtual run ini,” ujar Gita, kemarin.

Konsep virtual run memungkinkan peserta beraktivitas secara mandiri tanpa dibatasi lokasi maupun waktu tertentu. Seluruh aktivitas olahraga akan tercatat melalui integrasi dengan aplikasi Strava.

Menurut Gita, peserta dapat mengikuti berbagai tantangan yang disiapkan pemerintah, seperti Run for Clean City, Makassar Virtual Cycling, dan sejumlah kegiatan olahraga lainnya.

“Jadi Makassar Virtual Run ini nanti akan kami sambungkan ke Strava. Ketika peserta melakukan aktivitas olahraga dan mengikuti event yang tersedia, seluruh aktivitasnya akan tercatat otomatis di sistem,” jelasnya.

Tak hanya mengandalkan aktivitas olahraga, sistem juga memberikan poin tambahan bagi warga yang melaporkan persoalan kota melalui fitur Aduan Lontara Plus.

Laporan dapat berupa trotoar rusak, jalan berlubang, fasilitas umum yang tidak berfungsi, hingga kondisi lingkungan yang membutuhkan penanganan pemerintah.

“Selain lari mengumpulkan poin, poin yang paling besar justru berasal dari aduan. Jadi kalau masyarakat menemukan trotoar rusak atau jalan yang bermasalah saat beraktivitas, bisa langsung difoto dan dilaporkan melalui Lontara Plus. Dari situ mereka akan mendapatkan poin tambahan,” ungkap Gita.

Ia menilai program tersebut dapat menjadi alternatif bagi masyarakat untuk menyampaikan laporan secara langsung melalui kanal resmi pemerintah.

“Daripada hanya mengeluh di Instagram atau media sosial lainnya, lebih baik langsung diadukan melalui Lontara Plus. Karena di sana masyarakat juga bisa melihat progres penanganannya,” tambahnya.

Seluruh aktivitas olahraga maupun laporan yang masuk akan dihitung secara otomatis dan ditampilkan secara real time dalam sistem. Peringkat peserta ditentukan berdasarkan total akumulasi poin yang diperoleh selama mengikuti program.

“Perhitungannya real time. Jadi setiap aktivitas olahraga maupun aduan yang masuk langsung terakumulasi dalam sistem. Tidak ada perhitungan manual,” jelasnya.

Sebagai bentuk apresiasi, Pemkot Makassar menyiapkan berbagai hadiah bagi peserta dengan poin tertinggi, mulai dari jersey eksklusif, merchandise olahraga hingga sepatu olahraga.

Selain itu, poin yang dikumpulkan juga dapat ditukarkan dengan voucher promosi dan potongan harga dari pelaku usaha yang bekerja sama dalam program tersebut.

“Masyarakat nantinya bisa mengumpulkan poin lalu menukarkannya dengan voucher-voucher dari restoran atau pelaku usaha yang bekerja sama,” tuturnya.

“Karena itu kami juga mengajak teman-teman UMKM, kafe, dan resto untuk ikut berkolaborasi,” lanjutnya.

Gita menegaskan tidak ada batas minimal poin dalam kompetisi tersebut. Penentuan pemenang sepenuhnya didasarkan pada tingkat aktivitas peserta dalam berolahraga maupun kontribusinya melaporkan kondisi kota.

“Jadi, ini murni kompetisi berdasarkan aktivitas. Siapa yang paling aktif berlari, bersepeda, berjalan santai, dan paling aktif melaporkan kondisi kota, maka dia berpeluang mendapatkan poin tertinggi,” ujarnya.

Untuk tindak lanjut laporan, mekanismenya tetap mengikuti sistem yang berlaku pada layanan Aduan Lontara Plus. Setiap laporan akan diverifikasi terlebih dahulu oleh Dinas Komunikasi dan Informatika sebelum diteruskan ke organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Program Makassar Virtual Run telah diperkenalkan bersamaan dengan pelaksanaan Makassar Half Marathon beberapa waktu lalu dan saat ini sudah dapat diikuti masyarakat.

“Setelah diluncurkan itu, masyarakat sudah bisa mulai mencoba dan mengikuti berbagai event yang tersedia,” tutup Gita.

Sebelumnya, Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin mengatakan program tersebut dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan sekaligus mendorong keterlibatan warga dalam menjaga kualitas lingkungan dan fasilitas publik.

“Di tengah-tengah masyarakat ini kita mengajak, sekaligus ingin memperkenalkan sebuah program untuk memberikan insentif kepada masyarakat yang aktif berkegiatan, dalam hal ini berolahraga,” ujar Munafri.

Menurut dia, aktivitas olahraga masyarakat nantinya akan tercatat secara otomatis melalui platform digital yang terintegrasi. Poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan berbagai bentuk apresiasi yang disiapkan pemerintah bersama mitra kolaborasi.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan fasilitas publik di sekitarnya,” katanya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru