3 Hari Antre, Pemohon SKCK di Polres Jeneponto Kecewa Berkasnya Diduga Tercecer
Sabtu, 13 Sep 2025 12:36
Suasana pemohon SKCK di Polres Jeneponto. Foto: SINDO Makassar/Sulaiman Nai
JENEPONTO - Memasuki hari ketiga, antrean panjang calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK paruh waktu masih memadati Polres Jeneponto, Sulawesi Selatan, Sabtu (13/09/2025) siang.
Mereka antre sejak pagi untuk mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian atau SKCK, bahkan beberapa pemohon mengaku sudah tiga hari antre.
Namun mereka belum mendapatkan giliran antrean untuk mendapatkan SKCK sebagai salah satu syarat administrasi penerimaan PPPK paruh waktu tersebut.
"Saya sudah tiga hari antre pak, sejak hari Kamis, sampai hari Sabtu siang ini tapi belum dapat giliran," ungkap salah satu pemohon yang tidak mau disebutkan identitasnya.
Sebagian besar pemohon SKCK mengaku sudah menyetor berkas secara manual kepada petugas di ruang SKCK Polres Jeneponto.
Namun berkas yang sudah disetor kepada petugas jaga tersebut diduga tercecer karena berkas tersebut tidak diketahui ditaruh di tempat mana.
"Ndak tahu disimpan di mana berkasku, sampai sekarang belum ada panggilan," ungkap salah satu pemohon SKCK dengan nada kecewa.
Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Jeneponto Iptu Suframono membantah, bahwa berkas pemohon SKCK tersebut bukan tercecer melainkan anggota bingung lantaran banyak berkas yang bertumpuk.
"Bukan tercecer sodara tapi anggota bingung banyak berkas, yang antri biasa dipanggil panggil tapi tidak dengar," ungkap Iptu Suframono via whatSapp, Sabtu (13/09/2025).
Lonjakan jumlah pemohon membuat antrean tampak membludak. Meski begitu, pelayanan polres Jeneponto tetap dibuka meski hari libur.
Sebelumnya, jadwal permohonan SKCK hanya dibuka hingga 15 September 2025.
Namun, kini diperpanjang hingga 22 September, sesuai dengan Surat Edaran Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat.
Diperkirakan, jumlah pemohon SKCK di Mapolres Jeneponto, akan terus bertambah seiring dengan jumlah PPPK Paruh waktu yang telah diumumkan dan dinyatakan lolos seleksi.
Total PPPK paruh waktu yang diyatakan lolos di Lingkup Pemkab Jeneponto sekitar kurang lebih 6.000 orang dengan berbagai formasi.
Mereka antre sejak pagi untuk mengurus Surat Keterangan Catatan Kepolisian atau SKCK, bahkan beberapa pemohon mengaku sudah tiga hari antre.
Namun mereka belum mendapatkan giliran antrean untuk mendapatkan SKCK sebagai salah satu syarat administrasi penerimaan PPPK paruh waktu tersebut.
"Saya sudah tiga hari antre pak, sejak hari Kamis, sampai hari Sabtu siang ini tapi belum dapat giliran," ungkap salah satu pemohon yang tidak mau disebutkan identitasnya.
Sebagian besar pemohon SKCK mengaku sudah menyetor berkas secara manual kepada petugas di ruang SKCK Polres Jeneponto.
Namun berkas yang sudah disetor kepada petugas jaga tersebut diduga tercecer karena berkas tersebut tidak diketahui ditaruh di tempat mana.
"Ndak tahu disimpan di mana berkasku, sampai sekarang belum ada panggilan," ungkap salah satu pemohon SKCK dengan nada kecewa.
Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Jeneponto Iptu Suframono membantah, bahwa berkas pemohon SKCK tersebut bukan tercecer melainkan anggota bingung lantaran banyak berkas yang bertumpuk.
"Bukan tercecer sodara tapi anggota bingung banyak berkas, yang antri biasa dipanggil panggil tapi tidak dengar," ungkap Iptu Suframono via whatSapp, Sabtu (13/09/2025).
Lonjakan jumlah pemohon membuat antrean tampak membludak. Meski begitu, pelayanan polres Jeneponto tetap dibuka meski hari libur.
Sebelumnya, jadwal permohonan SKCK hanya dibuka hingga 15 September 2025.
Namun, kini diperpanjang hingga 22 September, sesuai dengan Surat Edaran Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat.
Diperkirakan, jumlah pemohon SKCK di Mapolres Jeneponto, akan terus bertambah seiring dengan jumlah PPPK Paruh waktu yang telah diumumkan dan dinyatakan lolos seleksi.
Total PPPK paruh waktu yang diyatakan lolos di Lingkup Pemkab Jeneponto sekitar kurang lebih 6.000 orang dengan berbagai formasi.
(MAN)
Berita Terkait
News
Plt Kadis Pendidikan Bantaeng Diperiksa Polisi, Istri Ikut Dicecar Soal DPO Air Cabai
Perkembangan kasus penyiraman air cabai di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), terus bergulir.
Rabu, 07 Okt 2026 10:14
Sulsel
Guru SD Jeneponto jadi Tersangka Penganiayaan Murid
Kasus saling lapor antara guru dan orang tua murid di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, terus bergulir.
Rabu, 07 Okt 2026 07:29
News
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pencurian Aksesori Tower di Jeneponto
Tim URC Pegasus Satreskrim Polres Jeneponto menangkap Muh. Haikal (44), terduga pelaku pencurian aksesori tower telekomunikasi dengan kerugian ditaksir mencapai Rp4 juta.
Minggu, 04 Okt 2026 19:10
News
Polisi Panggil Kadisdik Bantaeng Usai DPO Polres Jeneponto Diamankan di Kediamannya
Polisi bakal memanggil Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bantaeng, Muhammad Yusuf, untuk dimintai keterangan terkait penangkapan Ayu Lestari Erang, salah satu buronan kasus dugaan penyiraman air cabai dan pengeroyokan di Kabupaten Jeneponto.
Jum'at, 02 Okt 2026 05:32
News
DPO Penyiraman Cabai Jeneponto Ditangkap di Rumah Kadis Pendidikan Bantaeng
Satu dari tiga orang yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Jeneponto terkait kasus dugaan penyiraman air cabai dan pengeroyokan, Ayu Lestari Erang, ditangkap di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.
Kamis, 01 Okt 2026 17:33
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Athirah Cup Vol XIII Asah Karakter dan Kepemimpinan Siswa
2
SIT Darul Fikri Makassar Gelar Talkshow Inclusive Education Bersama Wagub Sulsel
3
Sidang Korupsi Bibit Nanas Sulsel Ungkap Dugaan Manipulasi Data Petani
4
Late Night Shopping TSM Makassar Tawarkan Diskon hingga 80 Persen
5
Gelar LIKE IT 2026 di Unhas, LPS Minta Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Athirah Cup Vol XIII Asah Karakter dan Kepemimpinan Siswa
2
SIT Darul Fikri Makassar Gelar Talkshow Inclusive Education Bersama Wagub Sulsel
3
Sidang Korupsi Bibit Nanas Sulsel Ungkap Dugaan Manipulasi Data Petani
4
Late Night Shopping TSM Makassar Tawarkan Diskon hingga 80 Persen
5
Gelar LIKE IT 2026 di Unhas, LPS Minta Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan