Penduduk Miskin Pangkep Menurun, Progres Tertinggi Kedua di Sulsel
Jum'at, 17 Okt 2025 16:58
Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau dalam kegiatan pembinaan statistik sektoral, Jumat (17/10/2025). Foto: SINDO Makassar/Munjiyah Dirga Ghazali
PANGKEP - Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) kembali mencatat capaian positif dalam upaya pengentasan kemiskinan.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Pangkep turun dari 14,28 persen pada tahun 2021 menjadi 11,60 persen di tahun 2025.
Penurunan sebesar 2,68 persen ini menempatkan Pangkep sebagai daerah dengan penurunan kemiskinan tertinggi kedua di Sulawesi Selatan.
Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau menegaskan, capaian ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari pelaksanaan strategi penanggulangan kemiskinan yang terencana dalam RPKD 2022–2026.
“Penurunan kemiskinan ini bukan terjadi secara kebetulan, tetapi hasil nyata dari berbagai strategi dan kebijakan yang fokus menurunkan beban pengeluaran, meningkatkan pendapatan, serta mengurangi kantong-kantong kemiskinan,” ujar Yusran.
Bupati dua periode itu menambahkan, pertumbuhan ekonomi yang dicapai Pangkep mencerminkan meningkatnya produktivitas dan kemandirian masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi bukan sekadar angka, tetapi cerminan dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Pemkab Pangkep mencatat sejumlah program yang mendukung penurunan kemiskinan, seperti bantuan sosial bagi 21.570 KPM, pembebasan iuran BPJS bagi lebih dari 229 ribu jiwa, pencapaian UHC 99,49 persen, pemberdayaan 58 ribu UMKM, serta pembangunan 1.074 kilometer jalan kabupaten dan 797 rumah layak huni.
Pemkab Pangkep menargetkan angka kemiskinan di Pangkep dapat turun ke satu digit atau 9,83 persen pada tahun 2030, seiring peningkatan investasi produktif dan penciptaan lapangan kerja lokal.
Kepala BPS Pangkep, Ayub Parlin Ampulembang menyampaikan, tahun 2025 persentase penduduk miskin tercatat sebesar 11,6 persen. Sementara tahun 2024 sebesar 12,41 persen. Artinya, terjadi penurunan sebesar 0,81 persen.
"Kalau kita bandingkan dengan kabupaten/kota di Sulsel, penurunannya tertinggi kedua di Sulsel dari 24 kabupaten/kota," katanya.
Selain itu lanjutnya, Indeks kedalaman kemiskinan(P1)dan indeks keparahan kemiskinan(P2) juga terjadi penurunan yang cukup siginifikan.
P1 turun sebesar 0,7 persen dibandingkan tahun 2024. Hal menunjukan, tingkat kedalaman kemiskinan di Pangkep semakin rendah, dan penduduk miskin semakin dekat dengan garis kemiskinan.
Ia menambahkan, dengan kinerja Pemerintah Daerah Pangkep saat ini, diharapkan persentase penduduk miskin bisa kembali turun pada tahun-tahun berikutnya.
Mudah-mudahan dengan kinerja Pemda Pangkep tahun ini dan kedepan, persentase penduduk miskin bisa diturunkan lagi. Karena indeks kedalaman kemiskinan sudah semakin rendah," ujarnya.
Ia menambahkan, untuk menekan angka kemiskinan, diperlukan tiga langkah strategis.
Pertama, Meningkatkan pendapatan masyarakat, melalui perluasan lapangan kerja dan dukungan terhadap sektor produktif.
Kedua, Meringankan beban pengeluaran rumah tangga miskin, misalnya melalui subsidi dan bantuan sosial tepat sasaran.
Ketiga, Mengurangi kantong-kantong kemiskinan, dengan program pemberdayaan masyarakat di wilayah tertinggal.
“Jika ketiga program ini dapat dijalankan dengan baik, insyaallah persentase penduduk miskin di Pangkep bisa terus ditekan,” lanjutnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kemiskinan di Pangkep turun dari 14,28 persen pada tahun 2021 menjadi 11,60 persen di tahun 2025.
Penurunan sebesar 2,68 persen ini menempatkan Pangkep sebagai daerah dengan penurunan kemiskinan tertinggi kedua di Sulawesi Selatan.
Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau menegaskan, capaian ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari pelaksanaan strategi penanggulangan kemiskinan yang terencana dalam RPKD 2022–2026.
“Penurunan kemiskinan ini bukan terjadi secara kebetulan, tetapi hasil nyata dari berbagai strategi dan kebijakan yang fokus menurunkan beban pengeluaran, meningkatkan pendapatan, serta mengurangi kantong-kantong kemiskinan,” ujar Yusran.
Bupati dua periode itu menambahkan, pertumbuhan ekonomi yang dicapai Pangkep mencerminkan meningkatnya produktivitas dan kemandirian masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi bukan sekadar angka, tetapi cerminan dari meningkatnya kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Pemkab Pangkep mencatat sejumlah program yang mendukung penurunan kemiskinan, seperti bantuan sosial bagi 21.570 KPM, pembebasan iuran BPJS bagi lebih dari 229 ribu jiwa, pencapaian UHC 99,49 persen, pemberdayaan 58 ribu UMKM, serta pembangunan 1.074 kilometer jalan kabupaten dan 797 rumah layak huni.
Pemkab Pangkep menargetkan angka kemiskinan di Pangkep dapat turun ke satu digit atau 9,83 persen pada tahun 2030, seiring peningkatan investasi produktif dan penciptaan lapangan kerja lokal.
Kepala BPS Pangkep, Ayub Parlin Ampulembang menyampaikan, tahun 2025 persentase penduduk miskin tercatat sebesar 11,6 persen. Sementara tahun 2024 sebesar 12,41 persen. Artinya, terjadi penurunan sebesar 0,81 persen.
"Kalau kita bandingkan dengan kabupaten/kota di Sulsel, penurunannya tertinggi kedua di Sulsel dari 24 kabupaten/kota," katanya.
Selain itu lanjutnya, Indeks kedalaman kemiskinan(P1)dan indeks keparahan kemiskinan(P2) juga terjadi penurunan yang cukup siginifikan.
P1 turun sebesar 0,7 persen dibandingkan tahun 2024. Hal menunjukan, tingkat kedalaman kemiskinan di Pangkep semakin rendah, dan penduduk miskin semakin dekat dengan garis kemiskinan.
Ia menambahkan, dengan kinerja Pemerintah Daerah Pangkep saat ini, diharapkan persentase penduduk miskin bisa kembali turun pada tahun-tahun berikutnya.
Mudah-mudahan dengan kinerja Pemda Pangkep tahun ini dan kedepan, persentase penduduk miskin bisa diturunkan lagi. Karena indeks kedalaman kemiskinan sudah semakin rendah," ujarnya.
Ia menambahkan, untuk menekan angka kemiskinan, diperlukan tiga langkah strategis.
Pertama, Meningkatkan pendapatan masyarakat, melalui perluasan lapangan kerja dan dukungan terhadap sektor produktif.
Kedua, Meringankan beban pengeluaran rumah tangga miskin, misalnya melalui subsidi dan bantuan sosial tepat sasaran.
Ketiga, Mengurangi kantong-kantong kemiskinan, dengan program pemberdayaan masyarakat di wilayah tertinggal.
“Jika ketiga program ini dapat dijalankan dengan baik, insyaallah persentase penduduk miskin di Pangkep bisa terus ditekan,” lanjutnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Harmonisasi Ranperbup Pangkep tentang Pengelolaan Keuangan BLUD Puskesmas
Kanwil Kemenkum Sulsel) melaksanakan kegiatan harmonisasi Rancangan Peraturan Bupati (Ranperbup) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD)
Kamis, 12 Mar 2026 11:45
Sulsel
PT Semen Tonasa Komitmen Dukung Pembangunan Daerah
PT Semen Tonasa kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah, melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama dan Perjanjian Kerja Sama dengan Pemerintah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.
Kamis, 19 Feb 2026 12:09
News
Kemiskinan di Sulsel Turun Enam Tahun Terakhir, Ekonom: Program Pemerintah Tepat Sasaran
Seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik, tingkat kemiskinan di Sulsel juga menunjukkan tren penurunan yang konsisten selama enam tahun terakhir.
Sabtu, 07 Feb 2026 22:01
News
Tren Angka Kemiskinan di Sulsel Menurun Enam Tahun Terakhir
Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Selatan mencatat tren tingkat kemiskinan di Sulsel terus menunjukkan penurunan signifikan dalam kurun waktu enam tahun terakhir, sejak tahun 2019 hingga September 2025.
Jum'at, 06 Feb 2026 13:26
News
Percepat Pengentasan Kemiskinan, Pemkab Gowa Bangun Dasboard Data Kemiskinan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus berupaya menekan angka kemiskinan ekstrem di wilayahnya.
Sabtu, 17 Jan 2026 14:01
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Membludak, 200 Casis Ikuti Seleksi Gelombang Pertama Masuk Madrasah Arifah Gowa
2
SPJM Berangkatkan 360 Pemudik Gratis dari Makassar ke Palopo dan Sorowako
3
Warga Selayar Temukan Lagi Plastik "Bugatti" Diduga Kokain di Pesisir Pantai, Total jadi 30 Paket
4
Overstay Lebih dari 60 Hari, WNA Austria Dideportasi
5
UNM Terapkan Larangan Bermalam, Aktivitas Malam Wajib Izin
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Membludak, 200 Casis Ikuti Seleksi Gelombang Pertama Masuk Madrasah Arifah Gowa
2
SPJM Berangkatkan 360 Pemudik Gratis dari Makassar ke Palopo dan Sorowako
3
Warga Selayar Temukan Lagi Plastik "Bugatti" Diduga Kokain di Pesisir Pantai, Total jadi 30 Paket
4
Overstay Lebih dari 60 Hari, WNA Austria Dideportasi
5
UNM Terapkan Larangan Bermalam, Aktivitas Malam Wajib Izin