Percepat Pengentasan Kemiskinan, Pemkab Gowa Bangun Dasboard Data Kemiskinan
Sabtu, 17 Jan 2026 14:01
Rakor Pengentasan Kemiskinan yang digelar Pemkab Gowa. Foto: Istimewa
GOWA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) terus berupaya menekan angka kemiskinan ekstrem di wilayahnya.
Sebagai bentuk komitmen, Bupati Gowa Husniah Talenrang menyampaikan rencana pembangunan dashboard data kemiskinan yang dapat dipantau langsung oleh pimpinan daerah dan terkoneksi dengan desa dan kelurahan.
Dashboard ini akan terintegrasi dengan aplikasi yang telah dilaunching oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), sehingga sinkron dengan Program Layanan Cepat Atasi Kemiskinan (LACAK).
“Seluruh camat, lurah, dan kepala desa harus mengetahui data kemiskinan di wilayahnya dan melaporkannya melalui aplikasi yang disiapkan. Begitu pula data infrastruktur, seperti jalan dan kebutuhan lainnya," jelasnya.
Dengan sistem ini, di tengah kebijakan efisiensi, program tetap berjalan dan anggaran digunakan secara tepat sasaran.
Program LACAK sendiri merupakan salah satu program prioritas Pemkab Gowa yang akan terus dijalankan secara berkelanjutan sebagai upaya nyata pengentasan kemiskinan.
Di mana LACAK lanjut Husniah, hadir untuk membantu masyarakat keluar dari kemiskinannya. Apalagi Presiden Republik Indonesia telah menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan menjadi salah satu program prioritas nasional.
Dirinya menyampaikan sepanjang tahun 2025, Pemkab Gowa bersama LACAK dan Baznas terus melakukan intervensi yang disesuaikan dengan kebutuhan keluarga sasaran.
Oleh karena itu, dirinya mengapresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, yang selama ini aktif melakukan intervensi langsung kepada masyarakat terlebih yang tidak terjangkau oleh bantuan nasional.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, saya minta di tahun 2026 ini dengan semangat Gowa Bersama, terus meningkatkan kolaborasi, kerja sama semaksimalkan mungkin untuk intervensi KME, sehingga tujuan kita dalam menekan angka miskin ekstrem bisa segera terwujud,” harapnya.
Sementara Ketua LACAK Centre Kabupaten Gowa, Kaharuddin, melaporkan sejak Agustus hingga Desember, telah masuk 1.015 data masyarakat, di mana data terbanyak berasal dari Kecamatan Bajeng, Somba Opu, Pallangga, dan Bontonompo. Dari jumlah tersebut, sebanyak 885 data telah diajukan ke Dinas Sosial.
“Rekomendasi intervensi meliputi bedah rumah, bantuan pendidikan, kesehatan, hingga bantuan usaha. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Perkimtan untuk bantuan 13 unit rumah, jaringan listrik gratis, serta program lintas sektor lainnya,” sebutnya.
Kaharuddin menambahkan, tahun ini LACAK akan melaksanakan gerakan bulan pendataan, dengan target tersedianya data by name by address di setiap desa. Upaya ini didukung oleh 765 relawan Lacak hingga tingkat dusun.
“Penanggulangan kemiskinan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita bersama,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Gowa, Anwar, menyampaikan selama periode Agustus hingga Desember, Baznas telah menyalurkan dan mendayagunakan dana program kurang lebih sebesar Rp1,6 miliar.
“Bulan Agustus penyaluran Rp112 juta, September Rp389 juta, Oktober Rp463 juta, November Rp410 juta, Desember Rp275 juta, beberapa intervensi yang kita lakukan adalah peogram Rumah Layak Huni sebanyak 27 unit, Zmart 25 unit, bantuan usaha dan lainnya,” pungkasnya.
Sebagai bentuk komitmen, Bupati Gowa Husniah Talenrang menyampaikan rencana pembangunan dashboard data kemiskinan yang dapat dipantau langsung oleh pimpinan daerah dan terkoneksi dengan desa dan kelurahan.
Dashboard ini akan terintegrasi dengan aplikasi yang telah dilaunching oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), sehingga sinkron dengan Program Layanan Cepat Atasi Kemiskinan (LACAK).
“Seluruh camat, lurah, dan kepala desa harus mengetahui data kemiskinan di wilayahnya dan melaporkannya melalui aplikasi yang disiapkan. Begitu pula data infrastruktur, seperti jalan dan kebutuhan lainnya," jelasnya.
Dengan sistem ini, di tengah kebijakan efisiensi, program tetap berjalan dan anggaran digunakan secara tepat sasaran.
Program LACAK sendiri merupakan salah satu program prioritas Pemkab Gowa yang akan terus dijalankan secara berkelanjutan sebagai upaya nyata pengentasan kemiskinan.
Di mana LACAK lanjut Husniah, hadir untuk membantu masyarakat keluar dari kemiskinannya. Apalagi Presiden Republik Indonesia telah menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan menjadi salah satu program prioritas nasional.
Dirinya menyampaikan sepanjang tahun 2025, Pemkab Gowa bersama LACAK dan Baznas terus melakukan intervensi yang disesuaikan dengan kebutuhan keluarga sasaran.
Oleh karena itu, dirinya mengapresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, yang selama ini aktif melakukan intervensi langsung kepada masyarakat terlebih yang tidak terjangkau oleh bantuan nasional.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, saya minta di tahun 2026 ini dengan semangat Gowa Bersama, terus meningkatkan kolaborasi, kerja sama semaksimalkan mungkin untuk intervensi KME, sehingga tujuan kita dalam menekan angka miskin ekstrem bisa segera terwujud,” harapnya.
Sementara Ketua LACAK Centre Kabupaten Gowa, Kaharuddin, melaporkan sejak Agustus hingga Desember, telah masuk 1.015 data masyarakat, di mana data terbanyak berasal dari Kecamatan Bajeng, Somba Opu, Pallangga, dan Bontonompo. Dari jumlah tersebut, sebanyak 885 data telah diajukan ke Dinas Sosial.
“Rekomendasi intervensi meliputi bedah rumah, bantuan pendidikan, kesehatan, hingga bantuan usaha. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Perkimtan untuk bantuan 13 unit rumah, jaringan listrik gratis, serta program lintas sektor lainnya,” sebutnya.
Kaharuddin menambahkan, tahun ini LACAK akan melaksanakan gerakan bulan pendataan, dengan target tersedianya data by name by address di setiap desa. Upaya ini didukung oleh 765 relawan Lacak hingga tingkat dusun.
“Penanggulangan kemiskinan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita bersama,” tegasnya.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua II Baznas Kabupaten Gowa, Anwar, menyampaikan selama periode Agustus hingga Desember, Baznas telah menyalurkan dan mendayagunakan dana program kurang lebih sebesar Rp1,6 miliar.
“Bulan Agustus penyaluran Rp112 juta, September Rp389 juta, Oktober Rp463 juta, November Rp410 juta, Desember Rp275 juta, beberapa intervensi yang kita lakukan adalah peogram Rumah Layak Huni sebanyak 27 unit, Zmart 25 unit, bantuan usaha dan lainnya,” pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
News
Perusahaan Kanada Siapkan Investasi Rp1,3 T Bangun Pengolahan Sampah Modern
Dalam pertemuan yang digelar, Selasa (28/7/26), Portage Energy memaparkan konsep proyek yang mengubah sampah menjadi energi listrik sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon dan penerapan ekonomi sirkular.
Rabu, 29 Jul 2026 16:12
News
Bertemu HNSI, Wabup Gowa Komitmen Kembangkan Potensi Nelayan dan Pariwisata
Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin menerima audiensi pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Gowa di Ruang Rapat Wakil Bupati Gowa, Selasa (28/7/2026).
Rabu, 29 Jul 2026 05:44
News
Perusahaan Energi Asal Kanada Tertarik Berinvestasi di Gowa
Pemerintah Kabupaten Gowa membuka peluang investasi di sektor pengelolaan sampah dan energi terbarukan melalui rencana pengembangan fasilitas waste-to-energy bersama Portage Energy.
Senin, 27 Jul 2026 18:55
News
Pemkab Gowa Siap Kolaborasi Wujudkan Sekolah Nasional Terintegrasi
Pemerintah Kabupaten Gowa menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan Program Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT).
Kamis, 23 Jul 2026 17:24
Sulsel
Wabup Gowa Serahkan Ranperda Pertanggungjawaban APBD 2025 ke DPRD
Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menyerahkan Ranperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Gowa Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gowa.
Rabu, 22 Jul 2026 19:40
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Suzuki XL7 Terbaru Resmi Hadir di Makassar, Tampilan & Fitur Lebih Modern dengan Harga Kompetitif
2
Pemkab Lutim Tegaskan Mayoritas Warga di Dusun Laoli Sudah Terima Santunan
3
Appi Tegaskan Kebijakan Pemilahan Sampah Berlaku Mulai 1 Agustus
4
Pelindo Regional 4 Gandeng Stakeholder Perkuat Budaya Antipenyuapan di Pelabuhan Makassar
5
Mahasiswa KKN Unhas Latih Warga Desa Kalempang Olah Limbah Dapur Jadi Pupuk
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Suzuki XL7 Terbaru Resmi Hadir di Makassar, Tampilan & Fitur Lebih Modern dengan Harga Kompetitif
2
Pemkab Lutim Tegaskan Mayoritas Warga di Dusun Laoli Sudah Terima Santunan
3
Appi Tegaskan Kebijakan Pemilahan Sampah Berlaku Mulai 1 Agustus
4
Pelindo Regional 4 Gandeng Stakeholder Perkuat Budaya Antipenyuapan di Pelabuhan Makassar
5
Mahasiswa KKN Unhas Latih Warga Desa Kalempang Olah Limbah Dapur Jadi Pupuk