Difasilitasi Fraksi Gerindra, Dua Guru Dizalimi Asal Luwu Utara Terima Rehabilitasi dari Presiden Prabowo
Kamis, 13 Nov 2025 09:22
Dua guru asal Luwu Utara bersama Fraksi Gerindra berfoto dengan Presiden Prabowo Subianto. Foto: Istimewa
JAKARTA - Fraksi Gerindra DPRD Sulsel menunjukkan sikap empati dan peduli terhadap dua guru yang dizalimi asal Kabupaten Luwu Utara, masing-masing bernama Abdul Muis dan Rasnal.
Atas nama kemanusiaan, Fraksi Gerindra berhasil mempertemukan Abdul Muis dan Rasnal dengan Presiden Prabowo Subianto, yang difasilitasi oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.
Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Andi Tenri Indah yang juga dari Fraksi Gerindra, membawa langsung dua guru tersebut ke Jakarta pada Rabu (12/11/2025) malam. Hadir juga Marjono, legislator Gerindra Dapil Luwu Raya.
"Alhamdulillah, sudah kami fasilitasi dari Fraksi Gerindra. Dilakukan penandatanganan rehabilitasi dari Presiden RI," kata Andi Indah yang memperjuangkan nasib kedua guru ini.
Politisi perempuan ini menuturkan, tandatangan Presiden Prabowo tersebut membuat Abdul Muis dan Rasnal mendapat keadilan yang selama ini diperjuangkan.
"Iya, jadi Pak Abdul Muis dan Pak Rasnal, Alhamdulillah dikembalikan nama baik dan diberikan seluruh haknya," jelasnya.
Menurut Andi Indah, perjuangan dua guru tersebut mencerminkan dedikasi dan pengorbanan tenaga pendidik di daerah yang kerap menghadapi keterbatasan anggaran dan kurangnya perhatian dari pemerintah.
"Guru seperti Pak Muis dan Pak Rasnal bukan pelanggar, melainkan pejuang pendidikan. Mereka berjuang agar para guru honorer tetap bisa mengajar dan anak-anak tetap mendapat pendidikan layak. Ini bentuk kepedulian, bukan pelanggaran,” tegasnya.
Dukungan terhadap Abdul Muis dan Rasnal juga datang dari sejumlah organisasi masyarakat, tokoh pendidikan, serta warganet yang menilai kasus ini mencederai rasa keadilan bagi tenaga pendidik. Banyak pihak berharap pemerintah dapat meninjau kembali keputusan pemecatan tersebut dan memberikan ruang rehabilitasi bagi dua guru yang dikenal berdedikasi tinggi itu.
Fraksi Gerindra menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Langkah advokasi dan komunikasi politik ke pemerintah pusat disebut menjadi bagian dari komitmen partai dalam membela rakyat kecil, khususnya para guru yang berjuang di garis depan pendidikan.
“Kami tidak akan tinggal diam ketika ada ketidakadilan. Ini soal hati nurani dan tanggung jawab moral untuk membela kebenaran,” pungkas Andi Indah.
Sebelumnya, kedua guru SMA tersebut dipecat dengan tidak hormat setelah Mahkamah Agung (MA) menyatakan mereka bersalah karena melakukan pungutan sebesar Rp20 ribu kepada orangtua murid. Dana itu digunakan untuk menggaji sepuluh guru honorer di sekolah tempat mereka mengajar.
Padahal, pungutan tersebut dilakukan atas dasar musyawarah bersama dan telah disetujui oleh para orangtua murid.
Langkah itu bahkan dianggap sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian untuk menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar di sekolah. Namun, keputusan pemecatan tetap dijatuhkan oleh Gubernur Sulsel, hingga menimbulkan gelombang simpati dan keprihatinan publik.
Atas nama kemanusiaan, Fraksi Gerindra berhasil mempertemukan Abdul Muis dan Rasnal dengan Presiden Prabowo Subianto, yang difasilitasi oleh Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.
Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Andi Tenri Indah yang juga dari Fraksi Gerindra, membawa langsung dua guru tersebut ke Jakarta pada Rabu (12/11/2025) malam. Hadir juga Marjono, legislator Gerindra Dapil Luwu Raya.
"Alhamdulillah, sudah kami fasilitasi dari Fraksi Gerindra. Dilakukan penandatanganan rehabilitasi dari Presiden RI," kata Andi Indah yang memperjuangkan nasib kedua guru ini.
Politisi perempuan ini menuturkan, tandatangan Presiden Prabowo tersebut membuat Abdul Muis dan Rasnal mendapat keadilan yang selama ini diperjuangkan.
"Iya, jadi Pak Abdul Muis dan Pak Rasnal, Alhamdulillah dikembalikan nama baik dan diberikan seluruh haknya," jelasnya.
Menurut Andi Indah, perjuangan dua guru tersebut mencerminkan dedikasi dan pengorbanan tenaga pendidik di daerah yang kerap menghadapi keterbatasan anggaran dan kurangnya perhatian dari pemerintah.
"Guru seperti Pak Muis dan Pak Rasnal bukan pelanggar, melainkan pejuang pendidikan. Mereka berjuang agar para guru honorer tetap bisa mengajar dan anak-anak tetap mendapat pendidikan layak. Ini bentuk kepedulian, bukan pelanggaran,” tegasnya.
Dukungan terhadap Abdul Muis dan Rasnal juga datang dari sejumlah organisasi masyarakat, tokoh pendidikan, serta warganet yang menilai kasus ini mencederai rasa keadilan bagi tenaga pendidik. Banyak pihak berharap pemerintah dapat meninjau kembali keputusan pemecatan tersebut dan memberikan ruang rehabilitasi bagi dua guru yang dikenal berdedikasi tinggi itu.
Fraksi Gerindra menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Langkah advokasi dan komunikasi politik ke pemerintah pusat disebut menjadi bagian dari komitmen partai dalam membela rakyat kecil, khususnya para guru yang berjuang di garis depan pendidikan.
“Kami tidak akan tinggal diam ketika ada ketidakadilan. Ini soal hati nurani dan tanggung jawab moral untuk membela kebenaran,” pungkas Andi Indah.
Sebelumnya, kedua guru SMA tersebut dipecat dengan tidak hormat setelah Mahkamah Agung (MA) menyatakan mereka bersalah karena melakukan pungutan sebesar Rp20 ribu kepada orangtua murid. Dana itu digunakan untuk menggaji sepuluh guru honorer di sekolah tempat mereka mengajar.
Padahal, pungutan tersebut dilakukan atas dasar musyawarah bersama dan telah disetujui oleh para orangtua murid.
Langkah itu bahkan dianggap sebagai bentuk solidaritas dan kepedulian untuk menjaga keberlangsungan proses belajar mengajar di sekolah. Namun, keputusan pemecatan tetap dijatuhkan oleh Gubernur Sulsel, hingga menimbulkan gelombang simpati dan keprihatinan publik.
(UMI)
Berita Terkait
News
Ratusan Ojol Datangi DPRD Sulsel, Tolak Perubahan Status Mitra Menjadi Pekerja
Ratusan pengemudi ojek online (ojol) yang tergabung dalam Aliansi Ojol Bersatu Sulawesi Selatan mendatangi Kantor DPRD Sulsel, Jumat (25/9/2026).
Jum'at, 25 Sep 2026 20:51
Sulsel
Komisi E DPRD Sulsel Soroti Minimnya Anggaran Perlindungan Perempuan dan Anak
Komisi E DPRD Sulsel mendorong DP3A-Dalduk KB Sulsel untuk membangun koordinasi dengan Kaukus Perempuan Parlemen DPRD Sulsel membahas program yang dianggap mendesak dan penting.
Rabu, 23 Sep 2026 17:47
News
Soroti Kebutuhan Air Bersih di Kota, Andi Iwan Minta PAMSIMAS Bisa Masuk Kelurahan
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras mendorong agar program penyediaan air minum dan sanitasi tidak hanya menyasar wilayah perdesaan.
Rabu, 23 Sep 2026 17:10
News
Krisis Air Meluas di Makassar, Andi Iwan Minta Mitigasi El Nino Dipercepat
Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Aras meminta Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengambil langkah konkret dan memperkuat mitigasi guna menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat Makassar di tengah ancaman fenomena El Nino.
Selasa, 22 Sep 2026 16:33
News
Prabowo Subianto Sindir Pakar: Saking Pintarnya Jadi Goblok
Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal sejumlah pakar yang disebutnya “saking pintarnya jadi goblok” menjadi sorotan dan beredar luas di media sosial.
Sabtu, 19 Sep 2026 15:12
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
MGMP Pendidikan Pancasila SMA Makassar Siap Dilantik, Dirangkai Seminar Pendidikan
2
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
3
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
4
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
5
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
MGMP Pendidikan Pancasila SMA Makassar Siap Dilantik, Dirangkai Seminar Pendidikan
2
PT CLM Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Bulu Poloe, Dua Ton Sampah Ikut Diangkut
3
Tamsil Linrung Minta Maaf atas Dua Peristiwa yang Menimpa Siswa ICM, Siapkan Langkah Konkret
4
Appi Tak Diberi Ruang, Pengamat: Golkar Bisa Kehilangan Momentum
5
Sowan ke Andi Fahsar Padjalangi, Plt Golkar Bone: Kami Hanya Mengisi Kekosongan