Kick Off Pandu Juara Diluncurkan, Pemkab Luwu Timur Dorong Ekonomi Desa Berbasis Kolaborasi
Jum'at, 26 Des 2025 22:32
Pemkab Lutim resmi melaunching Kick Off Pandu Juara (Pembangunan Desa Unggul, Maju dan Sejahtera), yang dipusatkan di Desa Balai Kembang, Kecamatan Mangkutana, Jumat (26/12/2025). Foto: Istimewa
LUWU TIMUR - Pemerintah Kabupaten Luwu Timur resmi meluncurkan Kick Off Pandu Juara (Pembangunan Desa Unggul, Maju dan Sejahtera) di Desa Balai Kembang, Kecamatan Mangkutana, Jumat (26/12/25).
Launching program tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, sebagai langkah awal transformasi pembangunan ekonomi desa melalui penguatan peran BUMDes dan BUMDesma.
Tenaga Ahli Program Pandu Juara, Apri, menyampaikan bahwa Pandu Juara dirancang sebagai sistem pembangunan ekonomi desa berbasis ekosistem kolaboratif, bukan sekadar program ekonomi konvensional.
"Pandu Juara adalah program penguatan ekonomi desa berbasis ekosistem bisnis kolaboratif melalui BUMDes dan BUMDesma, untuk menciptakan desa yang unggul, maju, dan sejahtera," ujar Apri.
Ia menjelaskan, BUMDesma diposisikan sebagai pusat ekosistem bisnis desa yang mengintegrasikan seluruh rantai nilai produksi hingga pemasaran komoditas unggulan lintas desa.
"BUMDesma tidak berdiri sebagai bisnis konvensional. Ia dirancang sebagai ekosistem kolaboratif yang melibatkan banyak aktor, bukan semata mengejar keuntungan, tetapi membangun ekonomi desa yang berkelanjutan," katanya.
Selain itu, kata Apri menekankan peran penting Pemerintah Desa dalam pembentukan BUMDesma, sementara Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berfungsi sebagai pendukung kebijakan dan fasilitator.
"Pemerintah kabupaten menyediakan regulasi, pendanaan hingga Rp2 miliar per desa, pelatihan teknis, serta dukungan sertifikasi produk agar BUMDesma mampu menembus pasar yang lebih luas," ungkapnya.
Program Pandu Juara diharapkan mampu meningkatkan pendapatan desa, memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong kemandirian pangan desa.
"Visi jangka panjangnya, BUMDesma akan menjadi arsitektur ekonomi desa masa depan yang inklusif, resilien, dan berkelanjutan," tutup Apri.
Launching program tersebut dilakukan langsung oleh Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, sebagai langkah awal transformasi pembangunan ekonomi desa melalui penguatan peran BUMDes dan BUMDesma.
Tenaga Ahli Program Pandu Juara, Apri, menyampaikan bahwa Pandu Juara dirancang sebagai sistem pembangunan ekonomi desa berbasis ekosistem kolaboratif, bukan sekadar program ekonomi konvensional.
"Pandu Juara adalah program penguatan ekonomi desa berbasis ekosistem bisnis kolaboratif melalui BUMDes dan BUMDesma, untuk menciptakan desa yang unggul, maju, dan sejahtera," ujar Apri.
Ia menjelaskan, BUMDesma diposisikan sebagai pusat ekosistem bisnis desa yang mengintegrasikan seluruh rantai nilai produksi hingga pemasaran komoditas unggulan lintas desa.
"BUMDesma tidak berdiri sebagai bisnis konvensional. Ia dirancang sebagai ekosistem kolaboratif yang melibatkan banyak aktor, bukan semata mengejar keuntungan, tetapi membangun ekonomi desa yang berkelanjutan," katanya.
Selain itu, kata Apri menekankan peran penting Pemerintah Desa dalam pembentukan BUMDesma, sementara Pemerintah Kabupaten Luwu Timur berfungsi sebagai pendukung kebijakan dan fasilitator.
"Pemerintah kabupaten menyediakan regulasi, pendanaan hingga Rp2 miliar per desa, pelatihan teknis, serta dukungan sertifikasi produk agar BUMDesma mampu menembus pasar yang lebih luas," ungkapnya.
Program Pandu Juara diharapkan mampu meningkatkan pendapatan desa, memperkuat ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong kemandirian pangan desa.
"Visi jangka panjangnya, BUMDesma akan menjadi arsitektur ekonomi desa masa depan yang inklusif, resilien, dan berkelanjutan," tutup Apri.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Diduga Karena Konflik Asmara, Satu Unit Rumah Dilempar Bom Molotov di Luwu Timur
Sebuah rumah warga di Jalan Andi Jemma, Kecamatan Nuha, Kabupaten Luwu Timur, diduga menjadi sasaran pelemparan bom molotov pada Jumat malam (16/05).
Minggu, 17 Mei 2026 09:22
Sulsel
Bupati Irwan Ajak Rider se-Nusantara Ramaikan Malili Explore: Bumi Batara Guru
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama komunitas MALTRAC resmi mengumumkan pelaksanaan event trail adventure bertajuk “Malili Explore: Bumi Batara Guru” yang akan digelar pada 20 Juni 2026 mendatang.
Jum'at, 15 Mei 2026 15:46
Sulsel
Kajati Sulsel Puji Bupati Irwan Bachri Syam, Luwu Timur Jadi Contoh Kolaborasi Hukum dan Desa
Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kajati Sulsel), Dr. Sila H. Pulungan, secara khusus menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam.
Selasa, 12 Mei 2026 16:24
Sulsel
Dari AI hingga Sekolah Gratis, Luwu Timur Gas Pol Transformasi Pendidikan
Arah baru pendidikan di Luwu Timur mulai terlihat jelas. Bukan hanya soal sekolah, tapi bagaimana menyiapkan generasi yang siap menghadapi dunia berbasis teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).
Rabu, 06 Mei 2026 13:55
Sulsel
HUT ke-23 Luwu Timur: Menjaga Harmoni Pertumbuhan, Industri, dan Keberlanjutan
Pemerintah Kabupaten Luwu Timur terus mengarahkan pembangunan pada keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan sebagai fondasi jangka panjang.
Minggu, 03 Mei 2026 12:58
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Husniah Talenrang Laporkan Upaya Pemakzulan Dirinya ke Kemendagri
2
TMMD ke-128 Rampung di Jeneponto, Infrastruktur hingga RTLH Berhasil Dibangun
3
Unhas dan Gojek Hadirkan Zona Muda, Ruang Kolaborasi Anak Muda Berkarya di Era Digital
4
DPP IMMIM Komitmen Bantu Pemerintah Penguatan Karakter Generasi Muda
5
BBPOM Makassar Bongkar Rumah Produksi Kosmetik Ilegal Senilai Rp700 Juta
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Bupati Husniah Talenrang Laporkan Upaya Pemakzulan Dirinya ke Kemendagri
2
TMMD ke-128 Rampung di Jeneponto, Infrastruktur hingga RTLH Berhasil Dibangun
3
Unhas dan Gojek Hadirkan Zona Muda, Ruang Kolaborasi Anak Muda Berkarya di Era Digital
4
DPP IMMIM Komitmen Bantu Pemerintah Penguatan Karakter Generasi Muda
5
BBPOM Makassar Bongkar Rumah Produksi Kosmetik Ilegal Senilai Rp700 Juta