Dari AI hingga Sekolah Gratis, Luwu Timur Gas Pol Transformasi Pendidikan
Rabu, 06 Mei 2026 13:55
Seminar dan workshop nasional yang digelar PGRI Luwu Timur di Gedung Matano Player, Sorowako, Rabu (06/05/26). Foto: Humas Pemkab Lutim
LUWU TIMUR - Arah baru pendidikan di Luwu Timur mulai terlihat jelas. Bukan hanya soal sekolah, tapi bagaimana menyiapkan generasi yang siap menghadapi dunia berbasis teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI).
Hal itu terlihat dalam seminar dan workshop nasional yang digelar PGRI Luwu Timur di Gedung Matano Player, Sorowako, Rabu (06/05/26).
Di tengah pembahasan soal masa depan pendidikan, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, justru menegaskan hal paling mendasar: tidak boleh ada anak yang putus sekolah.
"Tidak ada alasan anak tidak sekolah. Semua kami biayai, dari TK sampai kuliah, kecuali SMA yang tidak full karena bukan kewenangan kami sepenuhnya," tegas Irwan.
Pernyataan ini menjadi penegas bahwa transformasi pendidikan di Lutim tidak hanya bicara teknologi, tapi juga akses yang merata.
Irwan juga memaparkan berbagai program unggulan, mulai dari Kartu Pintar, Mandalish, hingga sekolah berbahasa Inggris hasil kerja sama dengan Briton.
"Tugas utama saya adalah bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan di Luwu Timur, sehingga SDM kita mampu mengelola SDA yang kita miliki," ujarnya.
Di sisi lain, PGRI menyoroti pentingnya peran guru dalam perubahan ini. Ketua PGRI Lutim, Sunarto, mengingatkan agar pelatihan tidak sekadar formalitas.
"Ikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, agar kita bisa mendidik anak-anak yang tidak hanya berilmu, tapi juga berkarakter," tegas Sunarto.
Menariknya, Ketua Umum PB PGRI, Prof Unifah Rosyidi, mengungkapkan bahwa dirinya rela mengubah agenda internasional demi hadir di Luwu Timur.
"Seharusnya saya ada di Madrid (Spanyol) hari ini, tapi saya memilih ke Luwu Timur," katanya.
Ia mengaku terkesan dengan komitmen daerah terhadap pendidikan.
"Di sini lengkap, SDA ada, SDM juga ada. Maka sangat tepat kalau perhatian ke guru menjadi prioritas. Dari situ akan lahir kota masa depan," jelasnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Sulsel, Prof Hasnawi Haris, menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan guru.
"Di mana pun PGRI berada, fokusnya tetap sama, bagaimana meningkatkan profesionalisme, perlindungan, dan kesejahteraan guru," ujarnya.
Tak hanya soal teknologi dan kebijakan, isu perlindungan guru juga ikut disorot. Unifah menegaskan pentingnya jaminan hukum bagi tenaga pendidik.
"Kami tidak ingin guru berhadapan dengan proses hukum yang panjang. Harus ada perlindungan, baik melalui aturan maupun pendekatan kearifan lokal," tambahnya.
Hal itu terlihat dalam seminar dan workshop nasional yang digelar PGRI Luwu Timur di Gedung Matano Player, Sorowako, Rabu (06/05/26).
Di tengah pembahasan soal masa depan pendidikan, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, justru menegaskan hal paling mendasar: tidak boleh ada anak yang putus sekolah.
"Tidak ada alasan anak tidak sekolah. Semua kami biayai, dari TK sampai kuliah, kecuali SMA yang tidak full karena bukan kewenangan kami sepenuhnya," tegas Irwan.
Pernyataan ini menjadi penegas bahwa transformasi pendidikan di Lutim tidak hanya bicara teknologi, tapi juga akses yang merata.
Irwan juga memaparkan berbagai program unggulan, mulai dari Kartu Pintar, Mandalish, hingga sekolah berbahasa Inggris hasil kerja sama dengan Briton.
"Tugas utama saya adalah bagaimana meningkatkan kualitas pendidikan di Luwu Timur, sehingga SDM kita mampu mengelola SDA yang kita miliki," ujarnya.
Di sisi lain, PGRI menyoroti pentingnya peran guru dalam perubahan ini. Ketua PGRI Lutim, Sunarto, mengingatkan agar pelatihan tidak sekadar formalitas.
"Ikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, agar kita bisa mendidik anak-anak yang tidak hanya berilmu, tapi juga berkarakter," tegas Sunarto.
Menariknya, Ketua Umum PB PGRI, Prof Unifah Rosyidi, mengungkapkan bahwa dirinya rela mengubah agenda internasional demi hadir di Luwu Timur.
"Seharusnya saya ada di Madrid (Spanyol) hari ini, tapi saya memilih ke Luwu Timur," katanya.
Ia mengaku terkesan dengan komitmen daerah terhadap pendidikan.
"Di sini lengkap, SDA ada, SDM juga ada. Maka sangat tepat kalau perhatian ke guru menjadi prioritas. Dari situ akan lahir kota masa depan," jelasnya.
Sementara itu, Ketua PGRI Sulsel, Prof Hasnawi Haris, menegaskan bahwa kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan guru.
"Di mana pun PGRI berada, fokusnya tetap sama, bagaimana meningkatkan profesionalisme, perlindungan, dan kesejahteraan guru," ujarnya.
Tak hanya soal teknologi dan kebijakan, isu perlindungan guru juga ikut disorot. Unifah menegaskan pentingnya jaminan hukum bagi tenaga pendidik.
"Kami tidak ingin guru berhadapan dengan proses hukum yang panjang. Harus ada perlindungan, baik melalui aturan maupun pendekatan kearifan lokal," tambahnya.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Proyek Jalan 4 Lajur Atue–Malili Dimulai 2027, Tahap Pertama Telan Anggaran Rp57 Miliar
Rencana besar Pemerintah Kabupaten Luwu Timur untuk menghadirkan jalan dua jalur empat lajur dari wilayah Atue hingga Malili mulai menunjukkan titik terang.
Senin, 22 Jun 2026 15:33
Sulsel
Bupati Ibas Beberkan Mega Proyek Jalan Luwu Timur, Ruas Malili–Aute Ditargetkan Jadi 4 Lajur
Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam (IBAS), membeberkan rancangan pemerintah daerah yang tengah menyiapkan program besar pembenahan infrastruktur jalan yang ditargetkan mulai direalisasikan pada tahun 2027.
Minggu, 21 Jun 2026 18:06
News
PGRI Gowa Kukuhkan Andi Tenri Indah sebagai Bunda Guru Pertama di Sulsel
Wakil Bupati Gowa, Andi Darmawangsyah Muin, memberikan apresiasi atas pengukuhan Andi Tenri Indah sebagai Bunda Guru PGRI Kabupaten Gowa.
Minggu, 21 Jun 2026 08:51
News
Satlantas Polres Luwu Timur Turun Berbagi, Tebar Kepedulian di Hari Bhayangkara ke-80
Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Luwu Timur turun langsung ke tengah masyarakat membawa bantuan sosial bagi warga yang membutuhkan. T
Kamis, 18 Jun 2026 16:54
Sports
Kejurprov Mini 4WD IMI Sulsel IDC Seri 3 Siap Digelar di Luwu Timur
Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Mini 4WD IMI Sulsel IDC Seri 3 Kapolres Luwu Timur Cup 2026 siap digelar pada 19-21 Juni 2026 di GOR Malili, Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili.
Selasa, 16 Jun 2026 15:57
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Layanan PJM Pastikan Pemindahan Rig di Balikpapan Berjalan Lancar & Aman
2
Perkuat Stabilitas Perbankan, LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan
3
Edukasi Safety Riding Sasar Kecamatan dengan Angka Kecelakaan Tinggi
4
Bupati Bantaeng Dorong Penguatan Pengelolaan Keuangan Desa Lewat Siskeudes Online
5
Kurang dari 24 Jam, Polres Jeneponto Tangkap 3 Pelaku Pengeroyokan Petani
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Layanan PJM Pastikan Pemindahan Rig di Balikpapan Berjalan Lancar & Aman
2
Perkuat Stabilitas Perbankan, LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan
3
Edukasi Safety Riding Sasar Kecamatan dengan Angka Kecelakaan Tinggi
4
Bupati Bantaeng Dorong Penguatan Pengelolaan Keuangan Desa Lewat Siskeudes Online
5
Kurang dari 24 Jam, Polres Jeneponto Tangkap 3 Pelaku Pengeroyokan Petani