Pawennari Sebut Pendidikan Politik Kunci Wujudkan Pemilih Berkualitas
Senin, 29 Des 2025 13:51
Pawennari menjadi pemateri pada kegiatan Pendidikan Politik PAN Luwu Timur di Wisma Trans, Puncak Indah, Kecamatan Malili, Ahad (28/12/25) kemarin. Foto: Istimewa
Makassar - Ketua Bawaslu Kabupaten Luwu Timur, Pawennari, menilai pendidikan politik memiliki peran penting dalam membentuk pemilih yang sadar dan kritis, sehingga berpengaruh langsung terhadap kualitas Pemilu.
Hal itu disampaikannya saat menjadi pemateri pada kegiatan Pendidikan Politik Partai Amanat Nasional (PAN) Luwu Timur di Wisma Trans, Puncak Indah, Kecamatan Malili, Ahad (28/12/25) kemarin.
“Apa yang kita lakukan hari ini adalah dalam rangka peningkatan kualitas warga negara, lebih spesifik pada peningkatan kualitas pemilih,” kata Pawennari.
Menurutnya, pendidikan politik harus dilakukan secara berkelanjutan, terutama di masa non tahapan Pemilu, sebagai bagian dari konsolidasi demokrasi menuju Pemilu 2029.
“Kalau pasca pemilu kita tidak melakukan apa-apa, maka Pemilu 2029 tidak akan memberikan gambaran yang lebih baik dari hari ini,” tegasnya.
Ia juga menekankan Bawaslu hadir tidak hanya untuk menilai pelanggaran, tetapi untuk membangun kesadaran masyarakat agar mampu melakukan evaluasi terhadap calon legislatif dan eksekutif.
“Evaluasi terhadap legislatif dan eksekutif hanya bisa dilakukan melalui Pemilu. Inilah bentuk konsolidasi rakyat dan masyarakat untuk menyongsong Pemilu 2029 yang jauh lebih berkualitas,” tambahnya.
Pawennari berharap sinergi antara partai politik, penyelenggara pemilu, dan masyarakat dapat melahirkan pemilih yang berkualitas demi terwujudnya keadilan sosial.
Hal itu disampaikannya saat menjadi pemateri pada kegiatan Pendidikan Politik Partai Amanat Nasional (PAN) Luwu Timur di Wisma Trans, Puncak Indah, Kecamatan Malili, Ahad (28/12/25) kemarin.
“Apa yang kita lakukan hari ini adalah dalam rangka peningkatan kualitas warga negara, lebih spesifik pada peningkatan kualitas pemilih,” kata Pawennari.
Menurutnya, pendidikan politik harus dilakukan secara berkelanjutan, terutama di masa non tahapan Pemilu, sebagai bagian dari konsolidasi demokrasi menuju Pemilu 2029.
“Kalau pasca pemilu kita tidak melakukan apa-apa, maka Pemilu 2029 tidak akan memberikan gambaran yang lebih baik dari hari ini,” tegasnya.
Ia juga menekankan Bawaslu hadir tidak hanya untuk menilai pelanggaran, tetapi untuk membangun kesadaran masyarakat agar mampu melakukan evaluasi terhadap calon legislatif dan eksekutif.
“Evaluasi terhadap legislatif dan eksekutif hanya bisa dilakukan melalui Pemilu. Inilah bentuk konsolidasi rakyat dan masyarakat untuk menyongsong Pemilu 2029 yang jauh lebih berkualitas,” tambahnya.
Pawennari berharap sinergi antara partai politik, penyelenggara pemilu, dan masyarakat dapat melahirkan pemilih yang berkualitas demi terwujudnya keadilan sosial.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Curhat Operator SPBU ke Bupati Lutim: Gaji Kecil, Godaan Pelangsiran Makin Besar
Keluhan soal gaji kecil dari para operator SPBU di Luwu Timur akhirnya sampai ke telinga Bupati Irwan Bachri Syam.
Rabu, 16 Sep 2026 20:01
Sulsel
Mantan Bupati Lutim Budiman Dilaporkan ke Kejari Terkait Lahan Islamic Centre
Keputusan kontroversial kembali menyeret lingkaran kekuasaan lama di Bumi Batara Guru. Mantan Bupati Luwu Timur, Budiman, resmi diadukan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Luwu Timur oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Progres pada Rabu (16/9/2026).
Rabu, 16 Sep 2026 19:30
Sulsel
Geruduk SPBU Ussu, Bupati Luwu Timur Dalami Dugaan Main Mata dengan Pelangsir BBM
Pagi yang biasanya tenang di SPBU Ussu, Kecamatan Malili, mendadak berubah tegang, Senin (14/09/2026).
Senin, 14 Sep 2026 17:21
Sulsel
Warga Desa Wawondula Nyatakan Dukungan Penuh untuk Program Bupati Ibas-Puspa
Pemerintah Desa Wawondula, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, bersama tokoh masyarakat dan berbagai elemen warga menyatakan komitmen penuh mendukung seluruh program dan kebijakan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur
Rabu, 09 Sep 2026 15:33
Sulsel
Soal Nasib Guru PPPK, BKPSDM Luwu Timur Minta ASN Tak Terpancing Provokasi di Medsos
Wacana perubahan kebijakan pengelolaan Guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) oleh pemerintah pusat rupanya turut ramai dibicarakan di media sosial.
Rabu, 09 Sep 2026 11:23
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Model Literasi Wanasari Dipaparkan ke Pemkab Luwu Timur, Petani Melon Jadi Contoh
2
PT WEJ Bersama Pansus DPRD Kabupaten Wajo Bahas Pemantapan KSO Dengan Pertagas Niaga
3
Studi General 2026 FAI UMI Dorong Gen Z Perkuat Kesalehan Sosial
4
Tujuh Daerah Dukung PSEL Regional, Sidrap Siapkan Pengolahan 1.000 Ton Sampah per Hari
5
Warga Minta Keterwakilan Kerja, Pemkab Luwu Timur Pertemukan dengan PT TPE
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Model Literasi Wanasari Dipaparkan ke Pemkab Luwu Timur, Petani Melon Jadi Contoh
2
PT WEJ Bersama Pansus DPRD Kabupaten Wajo Bahas Pemantapan KSO Dengan Pertagas Niaga
3
Studi General 2026 FAI UMI Dorong Gen Z Perkuat Kesalehan Sosial
4
Tujuh Daerah Dukung PSEL Regional, Sidrap Siapkan Pengolahan 1.000 Ton Sampah per Hari
5
Warga Minta Keterwakilan Kerja, Pemkab Luwu Timur Pertemukan dengan PT TPE