Ilham Ari Fauzi Sebut Struktur Pengurus PPP Sulsel Berjumlah 35 Orang
Senin, 05 Jan 2026 12:23
Ketua Formatur DPW PPP Sulsel, Ilham Ari Fauzi (kiri) mengikuti dzikir dan doa bersama di Kantor DPW PPP Sulsel di Makassar. Istimewa
Makassar - Kepengurusan DPW PPP Sulsel terus digodok setelah pelaksanaan musyawarah wilayah (Muswil). Jumlahnya diperkirakan tidak terlalu banyak, tapi semuanya bisa bekerja.
Ketua Formatur, Ilham Ari Fauzi mengatakan pihaknya sedang menyiapkan struktur kepengurusan yang siap bekerja. "Kita maksimalkan di 35 pengurus harian," katanya.
Dg Tayang sapaannya menargetkan bisa merampungkan struktur kepengurusan paling lambat 4 Januari 2026. Ia menginginkan pengurusnya bisa bersama-sama mencapai target yang dicanangkan.
"Kami dikasih 20 hari dari DPP untuk persiapan seluruh nama pengurus. Sementara kita juga minta kesediannya satu-satu yang sudah kita wacanakan jadi pengurus dan majelis," jelasnya.
Eks Calon Wakil Wali Kota Makassar ini mengungkapkan, pihaknya masih mempertimbangkan semua aspek. Apalagi ada sekira 50 sampai 60 orang calon pengurus.
"Kombinasi pengurus lama dan calon pengurus harian baru. Nah inimi yang sementara kita lihat rekam jejaknya. Jadi persentasenya nanti di akhir, baru ketahuan," jelasnya.
Sementara itu, Bendahara Umum DPP PPP, Imam Fauzan Amir Uskara menegaskan bahwa ketua selanjutnya memiliki pekerjaan rumah (PR) yang berat di Pemilu 2029. Menurutnya, pengurus berikutnya bisa dibilang berhasil jika pencapaiannya melebihi perolehan kursi pada 2024.
"Kepengurusan baru nantinya akan menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dibanding kepengurusan sebelumnya, dengan target yang juga jauh lebih tinggi," ungkapnya.
Ketua DPW PPP Sulsel demisioner ini menuturkan, beban tugas mereka bisa dikatakan berlipat ganda. Sebagai perbandingan, pada periode sebelumnya masih ada dukungan anggota DPR RI, sementara kepengurusan berikutnya tidak memiliki anggota DPR RI.
"Artinya, mereka harus bekerja jauh lebih keras dibanding sebelumnya. Jika ingin dinilai sukses pada Pemilu 2029, kepengurusan baru harus mampu meraih kursi lebih banyak dari capaian sebelumnya agar dapat disebut berhasil," tandas mantan Anggota DPRD Sulsel ini.
Adapun Ketum DPP PPP, Muhammad Mardiono menegaskan bahwa hasil Muswil untuk mengejar agenda konsolidasi di tingkat nasional. Pasalnya, Pemilu 2029 tinggal beberapa tahun lagi, sehingga diperlukan kepengurusan yang lengkap hingga tingkat kecamatan.
"Melalui Muswil ini, selanjutnya akan dilaksanakan musyawarah cabang. Setelah itu akan digelar musyawarah di tingkat kecamatan agar menghasilkan keterwakilan yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan verifikasi Partai Persatuan Pembangunan sebagai peserta pemilu mendatang," paparnya.
"Capaian kepengurusan sebelumnya merupakan prestasi yang baik, karena terjadi peningkatan kursi dan suara. Manajemen partai di Sulsel juga dinilai berhasil, solid, dan minim konflik. Prestasi tersebut diharapkan dapat dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya," kuncinya.
Ketua Formatur, Ilham Ari Fauzi mengatakan pihaknya sedang menyiapkan struktur kepengurusan yang siap bekerja. "Kita maksimalkan di 35 pengurus harian," katanya.
Dg Tayang sapaannya menargetkan bisa merampungkan struktur kepengurusan paling lambat 4 Januari 2026. Ia menginginkan pengurusnya bisa bersama-sama mencapai target yang dicanangkan.
"Kami dikasih 20 hari dari DPP untuk persiapan seluruh nama pengurus. Sementara kita juga minta kesediannya satu-satu yang sudah kita wacanakan jadi pengurus dan majelis," jelasnya.
Eks Calon Wakil Wali Kota Makassar ini mengungkapkan, pihaknya masih mempertimbangkan semua aspek. Apalagi ada sekira 50 sampai 60 orang calon pengurus.
"Kombinasi pengurus lama dan calon pengurus harian baru. Nah inimi yang sementara kita lihat rekam jejaknya. Jadi persentasenya nanti di akhir, baru ketahuan," jelasnya.
Sementara itu, Bendahara Umum DPP PPP, Imam Fauzan Amir Uskara menegaskan bahwa ketua selanjutnya memiliki pekerjaan rumah (PR) yang berat di Pemilu 2029. Menurutnya, pengurus berikutnya bisa dibilang berhasil jika pencapaiannya melebihi perolehan kursi pada 2024.
"Kepengurusan baru nantinya akan menghadapi tantangan yang jauh lebih besar dibanding kepengurusan sebelumnya, dengan target yang juga jauh lebih tinggi," ungkapnya.
Ketua DPW PPP Sulsel demisioner ini menuturkan, beban tugas mereka bisa dikatakan berlipat ganda. Sebagai perbandingan, pada periode sebelumnya masih ada dukungan anggota DPR RI, sementara kepengurusan berikutnya tidak memiliki anggota DPR RI.
"Artinya, mereka harus bekerja jauh lebih keras dibanding sebelumnya. Jika ingin dinilai sukses pada Pemilu 2029, kepengurusan baru harus mampu meraih kursi lebih banyak dari capaian sebelumnya agar dapat disebut berhasil," tandas mantan Anggota DPRD Sulsel ini.
Adapun Ketum DPP PPP, Muhammad Mardiono menegaskan bahwa hasil Muswil untuk mengejar agenda konsolidasi di tingkat nasional. Pasalnya, Pemilu 2029 tinggal beberapa tahun lagi, sehingga diperlukan kepengurusan yang lengkap hingga tingkat kecamatan.
"Melalui Muswil ini, selanjutnya akan dilaksanakan musyawarah cabang. Setelah itu akan digelar musyawarah di tingkat kecamatan agar menghasilkan keterwakilan yang dibutuhkan untuk memenuhi persyaratan verifikasi Partai Persatuan Pembangunan sebagai peserta pemilu mendatang," paparnya.
"Capaian kepengurusan sebelumnya merupakan prestasi yang baik, karena terjadi peningkatan kursi dan suara. Manajemen partai di Sulsel juga dinilai berhasil, solid, dan minim konflik. Prestasi tersebut diharapkan dapat dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya," kuncinya.
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Ilham Ari Fauzi Siapkan Road Show ke 24 Daerah, PPP Sulsel Gaspol Konsolidasi Jelang Muscab
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Sulawesi Selatan yang baru, Ilham Ari Fauzi Amir Uskara, berencana melakukan road show ke 24 kabupaten/kota di Sulsel sebagai bagian dari konsolidasi organisasi menjelang Musyawarah Cabang (Muscab).
Jum'at, 06 Mar 2026 20:22
Sulsel
Mardiono Tegaskan Mukernas PPP Tetap Sah, Meski Sekjen Taj Yasin Tidak Hadir
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Hotel Claro Makassar pada 11-12 Februari 2026. Namun, Waketum DPP Agus Suparmanto dan Sekjen Taj Yasin Maimoen tidak hadir.
Kamis, 12 Feb 2026 15:37
News
PPP Atur Strategi Hadapi Pemilu 2029 di Mukernas I Makassar
Ia mengingatkan agar Mukernas tidak sekadar menjadi agenda seremonial tanpa menghasilkan keputusan konkret.
Penegasan tersebut disampaikan Mardiono saat membuka Mukernas I PPP di Makassar,
Kamis, 12 Feb 2026 00:47
Sulsel
Waka DPRD Sulsel Sufriadi Arif Salurkan Bantuan kepada Korban Kebakaran di Sempange
Musibah kebakaran terjadi di Kelurahan Sempange, Kecamatan Tanasitolo, Wajo. Wakil Ketua DPRD Sulsel, Sufriadi Arif turun langsung memberikan perhatian dan bantuan kepada warga yang terdampak.
Senin, 05 Jan 2026 08:37
Sulsel
Imam Fauzan Jabat Sekjen PPP, Langsung Terima SK dari Kemenkum
PPP dibawah kepemimpinan Muhammad Mardiono hasil Muktamar X akhirnya mendapat Surat Keputusan (SK) dari Kementerian Hukum (Kemenkum).
Kamis, 02 Okt 2025 15:11
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tinjau New Makassar Mall, Munafri Siapkan Konsep Baru Pasar Sentral
2
Grab Perkenalkan 13 Fitur Berbasis AI di GrabX sebagai Panduan Cerdas Sehari-hari di Asia Tenggara
3
Didukung Sophee, Dainichi Kuasai Pasar Gula Aren di Indonesia Timur
4
PSIM vs PSM Makassar: Jadwal, Statistik, Klasemen dan Ancaman Zona Degradasi
5
Ketum PB PSTI Surianto Jadi Doktor, Angkat Riset Kinerja Karyawan Tambang
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tinjau New Makassar Mall, Munafri Siapkan Konsep Baru Pasar Sentral
2
Grab Perkenalkan 13 Fitur Berbasis AI di GrabX sebagai Panduan Cerdas Sehari-hari di Asia Tenggara
3
Didukung Sophee, Dainichi Kuasai Pasar Gula Aren di Indonesia Timur
4
PSIM vs PSM Makassar: Jadwal, Statistik, Klasemen dan Ancaman Zona Degradasi
5
Ketum PB PSTI Surianto Jadi Doktor, Angkat Riset Kinerja Karyawan Tambang