Excavator Bersihkan DAS Suso, Pemkab Luwu & MDA Mulai Tahap Awal Revitalisasi
Jum'at, 23 Jan 2026 13:12
Kegiatan penataan berupa pemeliharaan dan pembersihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Suso mulai dilaksanakan dengan mengerahkan alat berat. Foto/Istimewa
LUWU - Kegiatan pemeliharaan dan pembersihan Daerah Aliran Sungai (DAS) Suso mulai dilaksanakan. Sejumlah alat berat jenis excavator telah diterjunkan dan mulai beroperasi di beberapa titik sepanjang DAS Suso.
Berdasarkan pantauan di lapangan, excavator digunakan untuk membersihkan area yang terdampak sedimentasi, menata kembali alur sungai, serta memperkuat titik-titik yang dinilai rawan limpasan air, terutama saat hujan berintensitas tinggi.
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Investasi Kabupaten Luwu, Sofyan Thamrin, mengatakan bahwa kehadiran alat berat tersebut menandai dimulainya tahap implementasi dari rencana penataan DAS Suso yang sebelumnya telah disepakati bersama.
“Kegiatan di lapangan ini merupakan bagian dari tahapan awal revitalisasi DAS Suso. Fokusnya adalah mengembalikan fungsi alur sungai agar lebih tertata, sekaligus mengurangi risiko gangguan aliran air, terutama saat curah hujan tinggi,” ujar Sofyan.
Sementara itu, Senior Manager Community Development & External Relations (CDE & Extrel) PT Masmindo Dwi Area (MDA), Rahmad Sabang, menjelaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam penataan DAS Suso merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Luwu dan MDA. Kerja sama tersebut mencakup pemeliharaan dan pembersihan DAS Suso yang dilaksanakan secara kolaboratif.
Langkah ini sekaligus mencerminkan komitmen MDA dalam mendukung pengelolaan lingkungan serta upaya pengurangan risiko banjir di wilayah sekitar area operasional perusahaan.
Rahmad menambahkan bahwa MDA terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Pokja, serta para pemangku kepentingan lainnya agar seluruh kegiatan di lapangan berjalan sesuai rencana, memperhatikan aspek teknis, dan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan.
“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam mengurangi dampak sedimentasi dan potensi gangguan aliran air saat musim hujan,” ujar Rahmad.
Dari tingkat desa, Kepala Desa Kadundung, Parambung, menyampaikan bahwa kebutuhan penataan alur DAS Suso telah lama menjadi perhatian pemerintah desa. Pendangkalan sungai akibat sedimentasi dinilai berpotensi meningkatkan risiko luapan air saat curah hujan tinggi, dan sebelumnya telah disampaikan dalam diskusi bersama Pokja.
Hal senada disampaikan Kepala Desa To’barru. “Kondisi pendangkalan ini memang menjadi perhatian kami di desa. Karena itu, penataan alur sungai sangat dibutuhkan agar aliran air bisa lebih terkendali ketika hujan deras,” ujarnya.
Selain pemerintah desa, warga di sekitar DAS Suso juga menyambut positif dimulainya kegiatan tersebut. Mereka berharap penataan sungai ini dapat mengurangi kekhawatiran terhadap derasnya aliran air saat musim hujan, sekaligus menjaga lingkungan tetap aman dan tertata.
“Kami berterima kasih karena sudah ada upaya nyata di lapangan. Harapannya kegiatan ini bisa berjalan lancar dan sungai bisa lebih tertata ke depannya,” ujar salah seorang warga.
Program penataan DAS Suso ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam menjaga fungsi sungai sebagai sistem penyangga lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan kawasan terhadap dinamika cuaca dan perubahan hidrologi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, excavator digunakan untuk membersihkan area yang terdampak sedimentasi, menata kembali alur sungai, serta memperkuat titik-titik yang dinilai rawan limpasan air, terutama saat hujan berintensitas tinggi.
Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Investasi Kabupaten Luwu, Sofyan Thamrin, mengatakan bahwa kehadiran alat berat tersebut menandai dimulainya tahap implementasi dari rencana penataan DAS Suso yang sebelumnya telah disepakati bersama.
“Kegiatan di lapangan ini merupakan bagian dari tahapan awal revitalisasi DAS Suso. Fokusnya adalah mengembalikan fungsi alur sungai agar lebih tertata, sekaligus mengurangi risiko gangguan aliran air, terutama saat curah hujan tinggi,” ujar Sofyan.
Sementara itu, Senior Manager Community Development & External Relations (CDE & Extrel) PT Masmindo Dwi Area (MDA), Rahmad Sabang, menjelaskan bahwa keterlibatan perusahaan dalam penataan DAS Suso merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Luwu dan MDA. Kerja sama tersebut mencakup pemeliharaan dan pembersihan DAS Suso yang dilaksanakan secara kolaboratif.
Langkah ini sekaligus mencerminkan komitmen MDA dalam mendukung pengelolaan lingkungan serta upaya pengurangan risiko banjir di wilayah sekitar area operasional perusahaan.
Rahmad menambahkan bahwa MDA terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, Pokja, serta para pemangku kepentingan lainnya agar seluruh kegiatan di lapangan berjalan sesuai rencana, memperhatikan aspek teknis, dan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan lingkungan.
“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar, khususnya dalam mengurangi dampak sedimentasi dan potensi gangguan aliran air saat musim hujan,” ujar Rahmad.
Dari tingkat desa, Kepala Desa Kadundung, Parambung, menyampaikan bahwa kebutuhan penataan alur DAS Suso telah lama menjadi perhatian pemerintah desa. Pendangkalan sungai akibat sedimentasi dinilai berpotensi meningkatkan risiko luapan air saat curah hujan tinggi, dan sebelumnya telah disampaikan dalam diskusi bersama Pokja.
Hal senada disampaikan Kepala Desa To’barru. “Kondisi pendangkalan ini memang menjadi perhatian kami di desa. Karena itu, penataan alur sungai sangat dibutuhkan agar aliran air bisa lebih terkendali ketika hujan deras,” ujarnya.
Selain pemerintah desa, warga di sekitar DAS Suso juga menyambut positif dimulainya kegiatan tersebut. Mereka berharap penataan sungai ini dapat mengurangi kekhawatiran terhadap derasnya aliran air saat musim hujan, sekaligus menjaga lingkungan tetap aman dan tertata.
“Kami berterima kasih karena sudah ada upaya nyata di lapangan. Harapannya kegiatan ini bisa berjalan lancar dan sungai bisa lebih tertata ke depannya,” ujar salah seorang warga.
Program penataan DAS Suso ini diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam menjaga fungsi sungai sebagai sistem penyangga lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan kawasan terhadap dinamika cuaca dan perubahan hidrologi.
(TRI)
Berita Terkait
Sulsel
Program PMT MDA Sukses Tekan Stunting di Latimojong
PT Masmindo Dwi Area (MDA) menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) pada Jumat, 27 Desember 2025, di Desa To’barru, Kabupaten Luwu.
Rabu, 31 Des 2025 18:47
News
MDA dan Pemkab Luwu Mulai Tahapan Revitalisasi DAS Suso
PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Pemkab Luwu melalui Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Investasi resmi memulai tahapan awal program revitalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) Suso.
Senin, 08 Des 2025 13:11
Sulsel
Masmindo Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Lewat Latihan Water Rescue di Luwu
PT Masmindo Dwi Area (MDA) kembali menggelar latihan bersama kesiapsiagaan bencana, kali ini dengan fokus pada Water Rescue Handling atau teknik pertolongan di air.
Sabtu, 08 Nov 2025 08:49
Sulsel
Pokja Investasi Luwu Minta Jumiati Cs Tempuh Jalur Hukum, Bukan Blokade Jalan
Pokja Percepatan dan Kolaborasi Investasi Kabupaten Luwu menggelar pertemuan dengan perwakilan tujuh rumpun keluarga yang mengatasnamakan Anak Adat Ranteballa.
Kamis, 30 Okt 2025 13:28
Sulsel
Demo Disertai Blokade Jalan ke Area MDA Bikin Resah Warga Latimojong
Demonstrasi yang mengatasnamakan Aliansi Anak Adat Ranteballa itu dinilai mengganggu akses masyarakat serta aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
Jum'at, 24 Okt 2025 13:11
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Hari Ketujuh, Tim SAR Temukan Bagian Tubuh Korban Kesepuluh Pesawat ATR 42-500
2
LPPA-RI Duga Terjadi Penyimpangan pada Proyek Jaringan Air Karalloe
3
Kapolres Jeneponto Sidak Polsek Tamalatea, Pastikan Layanan Siaga
4
GrabKios Jadi Tumpuan Baru Keluarga Almarhum Dandi di Gowa
5
TNI–Polri Sikat Arena Judi Sabung Ayam di Bangkala Barat Jeneponto
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Hari Ketujuh, Tim SAR Temukan Bagian Tubuh Korban Kesepuluh Pesawat ATR 42-500
2
LPPA-RI Duga Terjadi Penyimpangan pada Proyek Jaringan Air Karalloe
3
Kapolres Jeneponto Sidak Polsek Tamalatea, Pastikan Layanan Siaga
4
GrabKios Jadi Tumpuan Baru Keluarga Almarhum Dandi di Gowa
5
TNI–Polri Sikat Arena Judi Sabung Ayam di Bangkala Barat Jeneponto