Dorong Ekonomi Lokal, Pemkab Luwu & Masmindo Resmikan Fasilitas Pengolahan Nilam
Kamis, 12 Feb 2026 15:00
Pemerintah Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA) menyerahkan fasilitas pengolahan nilam kepada Koperasi Produsen Hasil Tani Masyarakat di Desa Bonelemo. Foto/Istimewa
LUWU - Pemerintah Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA) menyerahkan fasilitas pengolahan nilam kepada Koperasi Produsen Hasil Tani Masyarakat di Desa Bonelemo. Serah terima ini menjadi bagian dari program kolaborasi antara pemerintah daerah dan perusahaan dalam mendorong pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Rahimullah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Luwu Kasmaruddin, Sekretaris Pokja Zulkarnaim, Camat Bajo Barat Imran Salang, perwakilan pemerintah desa, pengurus koperasi, serta masyarakat setempat.
Penyerahan fasilitas menandai dimulainya pengelolaan unit pengolahan nilam oleh koperasi masyarakat. Fasilitas ini telah dibangun dan disiapkan secara bertahap sejak 2023 sebagai bagian dari pengembangan usaha nilam yang dirancang untuk dikelola langsung oleh masyarakat melalui kelembagaan koperasi.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, menjelaskan bahwa MDA tidak hanya membangun fasilitas fisik, tetapi juga menyiapkan ekosistem usaha secara menyeluruh. Pengembangan dilakukan melalui pendampingan petani di tingkat budidaya, penguatan koperasi sebagai pengelola, hingga penyiapan tata kelola hasil produksi agar usaha berjalan berkelanjutan dan memberi nilai tambah.
Fasilitas yang diserahkan meliputi gudang bahan baku, area penjemuran, serta unit ketel penyulingan. Seluruh sarana tersebut dirancang untuk meningkatkan nilai tambah hasil nilam masyarakat. Operasionalnya akan dijalankan oleh koperasi dengan dukungan pendampingan agar kegiatan tetap stabil dan terkelola dengan baik.
Pada Tahap I program yang berlangsung selama 2023–2025, MDA memfokuskan kegiatan pada pembentukan dan penguatan Koperasi Produsen Hasil Tani Masyarakat. Koperasi ini telah memiliki legalitas dan dikelola oleh perwakilan masyarakat dari sejumlah desa di sekitar wilayah program.
Para pengurus koperasi mendapatkan pendampingan dasar terkait pengelolaan organisasi, keuangan, serta perencanaan usaha. Mereka juga dipersiapkan menjadi pengelola utama fasilitas pengolahan nilam yang kini resmi diserahkan.
Di tingkat hulu, petani nilam memperoleh pembelajaran mengenai pengembangan demplot dan penerapan Good Agricultural Practice (GAP) untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil.
Sementara di tahap hilir, hasil produksi telah memiliki pembeli dan akses pasar yang jelas, sehingga usaha berjalan dalam satu rantai nilai yang terintegrasi.
Melalui pengembangan usaha nilam berbasis koperasi, masyarakat tidak hanya menjadi penerima program, tetapi juga pelaku utama usaha. Inisiatif ini membuka peluang kerja dan usaha di sektor budidaya hingga pengolahan, sehingga penguatan ekonomi tidak semata bergantung pada kesempatan kerja formal di perusahaan.
Kepala Desa Bonelemo Baso menilai pendekatan tersebut memberi kejelasan arah pengembangan bagi masyarakat. “Yang kami lihat, bukan hanya ada fasilitas yang dibangun, tetapi juga ada pengelolaan yang disiapkan. Petani dibina, koperasi diberi peran, dan hasil nilam memiliki jalur pengolahan dan pasar yang jelas,” ujar Kepala Desa Bonelemo Baso.
Ke depan, pengelolaan usaha nilam oleh koperasi tidak berhenti pada penyerahan fasilitas. Tahap II Program Pengembangan Nilam yang direncanakan dimulai pada 2026 akan difokuskan pada penguatan manajemen usaha koperasi, peningkatan kapasitas petani dalam budidaya dan pascapanen, serta pengembangan nursery dan demplot lanjutan.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perindustrian Rahimullah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Luwu Kasmaruddin, Sekretaris Pokja Zulkarnaim, Camat Bajo Barat Imran Salang, perwakilan pemerintah desa, pengurus koperasi, serta masyarakat setempat.
Penyerahan fasilitas menandai dimulainya pengelolaan unit pengolahan nilam oleh koperasi masyarakat. Fasilitas ini telah dibangun dan disiapkan secara bertahap sejak 2023 sebagai bagian dari pengembangan usaha nilam yang dirancang untuk dikelola langsung oleh masyarakat melalui kelembagaan koperasi.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, menjelaskan bahwa MDA tidak hanya membangun fasilitas fisik, tetapi juga menyiapkan ekosistem usaha secara menyeluruh. Pengembangan dilakukan melalui pendampingan petani di tingkat budidaya, penguatan koperasi sebagai pengelola, hingga penyiapan tata kelola hasil produksi agar usaha berjalan berkelanjutan dan memberi nilai tambah.
Fasilitas yang diserahkan meliputi gudang bahan baku, area penjemuran, serta unit ketel penyulingan. Seluruh sarana tersebut dirancang untuk meningkatkan nilai tambah hasil nilam masyarakat. Operasionalnya akan dijalankan oleh koperasi dengan dukungan pendampingan agar kegiatan tetap stabil dan terkelola dengan baik.
Pada Tahap I program yang berlangsung selama 2023–2025, MDA memfokuskan kegiatan pada pembentukan dan penguatan Koperasi Produsen Hasil Tani Masyarakat. Koperasi ini telah memiliki legalitas dan dikelola oleh perwakilan masyarakat dari sejumlah desa di sekitar wilayah program.
Para pengurus koperasi mendapatkan pendampingan dasar terkait pengelolaan organisasi, keuangan, serta perencanaan usaha. Mereka juga dipersiapkan menjadi pengelola utama fasilitas pengolahan nilam yang kini resmi diserahkan.
Di tingkat hulu, petani nilam memperoleh pembelajaran mengenai pengembangan demplot dan penerapan Good Agricultural Practice (GAP) untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil.
Sementara di tahap hilir, hasil produksi telah memiliki pembeli dan akses pasar yang jelas, sehingga usaha berjalan dalam satu rantai nilai yang terintegrasi.
Melalui pengembangan usaha nilam berbasis koperasi, masyarakat tidak hanya menjadi penerima program, tetapi juga pelaku utama usaha. Inisiatif ini membuka peluang kerja dan usaha di sektor budidaya hingga pengolahan, sehingga penguatan ekonomi tidak semata bergantung pada kesempatan kerja formal di perusahaan.
Kepala Desa Bonelemo Baso menilai pendekatan tersebut memberi kejelasan arah pengembangan bagi masyarakat. “Yang kami lihat, bukan hanya ada fasilitas yang dibangun, tetapi juga ada pengelolaan yang disiapkan. Petani dibina, koperasi diberi peran, dan hasil nilam memiliki jalur pengolahan dan pasar yang jelas,” ujar Kepala Desa Bonelemo Baso.
Ke depan, pengelolaan usaha nilam oleh koperasi tidak berhenti pada penyerahan fasilitas. Tahap II Program Pengembangan Nilam yang direncanakan dimulai pada 2026 akan difokuskan pada penguatan manajemen usaha koperasi, peningkatan kapasitas petani dalam budidaya dan pascapanen, serta pengembangan nursery dan demplot lanjutan.
(TRI)
Berita Terkait
News
Perkuat Pengamanan Humanis, MDA Bekali Personel dengan Pemahaman HAM
PT Masmindo Dwi Area (MDA) memperkuat kapasitas personel keamanan agar mampu menjalankan tugas secara profesional, proporsional, dan tetap menghormati hak asasi manusia (HAM).
Selasa, 11 Agu 2026 10:34
Ekbis
Gotong Royong Menggerakkan Ekonomi Desa Lewat Koperasi Merah Putih
Perlahan, layanan koperasi terus berkembang. Selain menyediakan kebutuhan pangan, kini menjual LPG bersubsidi tiga kilogram dan membuka toko obat sederhana.
Selasa, 21 Jul 2026 12:44
News
Hari Koperasi Jadi Momentum Perkuat Ekonomi Rakyat di Gowa
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa memperingati Hari Koperasi ke-79 Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Upacara Hari Kesadaran Nasional di Lapangan Upacara Kantor Bupati Gowa, Jumat (17/7).
Jum'at, 17 Jul 2026 15:14
Sulsel
Pemkab Luwu - MDA Dukung FORDES MATAPPA Jadi Wadah Aspirasi Masyarakat
Pemerintah Kabupaten Luwu bersama PT Masmindo Dwi Area (MDA) memperkuat peran Forum Desa (FORDES) MATAPPA sebagai wadah penyampaian aspirasi masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
Selasa, 14 Jul 2026 08:20
News
Dukung Pelayanan Masyarakat, Dirut MDA Raih Penghargaan Polres Luwu
Direktur Utama PT Masmindo Dwi Area (MDA), Trisakti Simorangkir, menerima penghargaan dari Kepolisian Resor (Polres) Luwu atas dukungan membantu tugas Polri dalam pelayanan masyarakat.
Senin, 06 Jul 2026 15:56
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tokoh Senior Dorong Hamzah Pangki Kembali Memimpin Golkar Bulukumba
2
BKKBN Sulsel Gelar Lomba Unik Antar Tim Kerja Semarakkan Hut Ke-81 RI
3
Pura-pura Tak Punya Keluarga, Pria Ini Diduga Curi HP dan Uang Rp3,2 Juta di Burau Lutim
4
Pengadilan Agama Maros Cabut Hak Perwalian Orang Tua
5
Menipis, Stok Air Bersih di Lekopancing Diprediksi Hanya Bertahan 3 Pekan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Tokoh Senior Dorong Hamzah Pangki Kembali Memimpin Golkar Bulukumba
2
BKKBN Sulsel Gelar Lomba Unik Antar Tim Kerja Semarakkan Hut Ke-81 RI
3
Pura-pura Tak Punya Keluarga, Pria Ini Diduga Curi HP dan Uang Rp3,2 Juta di Burau Lutim
4
Pengadilan Agama Maros Cabut Hak Perwalian Orang Tua
5
Menipis, Stok Air Bersih di Lekopancing Diprediksi Hanya Bertahan 3 Pekan