Bangkitkan Lahan Tidur, Petani Binaan PT Vale Panen Jagung Pakan di Tondowolio
Sabtu, 10 Jan 2026 09:00
Kelompok Tani Padaidi binaan PT Vale di Desa Tondowolio, Kecamatan Tanggetada melakukan panen jagung pakan sekaligus penanda kesuksesan membangun lahan tidur. Foto/IST
KOLAKA - Komitmen PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale), bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat terus diwujudkan melalui pelaksanaan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) di wilayah operasional perusahaan. Salah satu hasil nyatanya terlihat dari keberhasilan panen jagung pakan oleh petani binaan di Desa Tondowolio, Kabupaten Kolaka.
Panen jagung pakan yang dilakukan Kelompok Tan Padaidi di Desa Tondowolio, Kecamatan Tanggetada, menjadi penanda peningkatan produktivitas pertanian lokal sekaligus penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas. Program ini dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi petani melalui praktik pertanian berkelanjutan dengan memaksimalkan potensi lokal yang sebelumnya belum tergarap optimal.
Keberhasilan tersebut juga mencerminkan transformasi lahan tidur menjadi lahan produktif. Lahan yang selama bertahun-tahun terbengkalai kini kembali memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat, berkat pendampingan berkelanjutan serta kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan kelompok tani setempat.
Kepala Desa Tondowolio, Asmanuddin, menjelaskan bahwa lahan pertanian yang kini dikelola Kelompok Tani Padaidi sebelumnya sempat dibuka pada 2015 dengan luas sekitar 27 hektare, namun tidak berlanjut hingga akhirnya terbengkalai.
“Alhamdulillah, sejak tahun lalu potensi lahan ini kembali dimanfaatkan. Dari total 27 hektare yang tersebar di empat dusun, sekitar 5 hektare telah ditanami jagung pakan. Panen hari ini menjadi bukti kebangkitan pertanian berbasis kelompok tani di desa kami,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Padaidi, Baharuddin, menyampaikan bahwa hasil panen menunjukkan produktivitas yang menjanjikan, yakni sekitar 6 hingga 7 ton per hektare. Kelompok tani yang terbentuk pada November 2023 ini beranggotakan 22 orang dan terus didorong untuk memperluas area tanam.
“Selain hasil panen yang baik, harga jagung pakan di Kolaka juga cukup kompetitif, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram. Ini menjadi motivasi kuat bagi kami untuk terus mengembangkan pertanian secara berkelanjutan,” jelasnya.
Head of External Regional and Growth PT Vale, Endra Kusuma, menegaskan bahwa capaian ini merupakan bagian dari implementasi Program PPM PT Vale yang berfokus pada penguatan kapasitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Program ini merupakan wujud dukungan nyata PT Vale dalam mendorong pemberdayaan petani melalui pemanfaatan potensi lokal. Kami percaya bahwa kemandirian ekonomi masyarakat adalah fondasi penting bagi pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Endra.
Ia menambahkan, PT Vale berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah desa dan kelompok masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi lokal, sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan inklusivitas yang menjadi bagian dari strategi perusahaan.
Melalui Program PPM PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa, perusahaan menargetkan terciptanya dampak jangka panjang bagi masyarakat. Upaya ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga pada penghidupan kembali lahan-lahan tidur sebagai sumber ekonomi baru. Kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan di wilayah Kolaka.
Panen jagung pakan yang dilakukan Kelompok Tan Padaidi di Desa Tondowolio, Kecamatan Tanggetada, menjadi penanda peningkatan produktivitas pertanian lokal sekaligus penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas. Program ini dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi petani melalui praktik pertanian berkelanjutan dengan memaksimalkan potensi lokal yang sebelumnya belum tergarap optimal.
Keberhasilan tersebut juga mencerminkan transformasi lahan tidur menjadi lahan produktif. Lahan yang selama bertahun-tahun terbengkalai kini kembali memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat, berkat pendampingan berkelanjutan serta kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa, dan kelompok tani setempat.
Kepala Desa Tondowolio, Asmanuddin, menjelaskan bahwa lahan pertanian yang kini dikelola Kelompok Tani Padaidi sebelumnya sempat dibuka pada 2015 dengan luas sekitar 27 hektare, namun tidak berlanjut hingga akhirnya terbengkalai.
“Alhamdulillah, sejak tahun lalu potensi lahan ini kembali dimanfaatkan. Dari total 27 hektare yang tersebar di empat dusun, sekitar 5 hektare telah ditanami jagung pakan. Panen hari ini menjadi bukti kebangkitan pertanian berbasis kelompok tani di desa kami,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Padaidi, Baharuddin, menyampaikan bahwa hasil panen menunjukkan produktivitas yang menjanjikan, yakni sekitar 6 hingga 7 ton per hektare. Kelompok tani yang terbentuk pada November 2023 ini beranggotakan 22 orang dan terus didorong untuk memperluas area tanam.
“Selain hasil panen yang baik, harga jagung pakan di Kolaka juga cukup kompetitif, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp6.000 per kilogram. Ini menjadi motivasi kuat bagi kami untuk terus mengembangkan pertanian secara berkelanjutan,” jelasnya.
Head of External Regional and Growth PT Vale, Endra Kusuma, menegaskan bahwa capaian ini merupakan bagian dari implementasi Program PPM PT Vale yang berfokus pada penguatan kapasitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
“Program ini merupakan wujud dukungan nyata PT Vale dalam mendorong pemberdayaan petani melalui pemanfaatan potensi lokal. Kami percaya bahwa kemandirian ekonomi masyarakat adalah fondasi penting bagi pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Endra.
Ia menambahkan, PT Vale berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah desa dan kelompok masyarakat dalam mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu pilar penguatan ekonomi lokal, sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan inklusivitas yang menjadi bagian dari strategi perusahaan.
Melalui Program PPM PT Vale Indonesia Tbk IGP Pomalaa, perusahaan menargetkan terciptanya dampak jangka panjang bagi masyarakat. Upaya ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas pertanian, tetapi juga pada penghidupan kembali lahan-lahan tidur sebagai sumber ekonomi baru. Kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan di wilayah Kolaka.
(TRI)
Berita Terkait
Ekbis
Hadiri RDP, PT Vale Pastikan Kepatuhan dan Kepastian Operasional
Dalam forum tersebut, PT Vale menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta kementerian dan lembaga terkait lainnya, termasuk MIND ID selaku holding, atas peran pembinaan dan pengawasan yang dijalankan terhadap industri pertambangan nasional.
Selasa, 20 Jan 2026 20:03
Ekbis
Sinergi Lintas Sektor: PT Vale Berpartisipasi Peringatan Hari Dharma Samudera di Morowali
PT Vale Indonesia Tbk (PT Vale) anggota holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID) turut berpartisipasi mendukung nilai keberanian, loyalitas, serta ketahanan maritim
Senin, 19 Jan 2026 17:43
Ekbis
Perkuat Sinergi Industri dan Pertahanan Laut, Dankodaeral VI Makassar Kunjungi PT Vale IGP Morowali
PT Vale menerima kunjungan Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Dankodaeral) VI Makassar, Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, beserta jajaran di lokasi Indonesia Growth Project (IGP) Morowali.
Jum'at, 16 Jan 2026 10:45
Ekbis
RKAB 2026 Disetujui, PT Vale Tegaskan Kepastian Operasional dan Keberlanjutan Investasi
PT Vale Indonesia Tbk anggota holding Industri Pertambangan Indonesia (MIND ID), mengumumkan bahwa Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026 telah mendapatkan persetujuan resmi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)
Kamis, 15 Jan 2026 15:59
Sulsel
Pimpin Upacara Bulan K3 Nasional, Bupati Luwu Timur Tekankan Komitmen Nol Kecelakaan Kerja
Komitmen Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat kembali ditegaskan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam saat memimpin Upacara Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 di Plant Site PT Vale Indonesia Tbk, Senin (12/01/26).
Senin, 12 Jan 2026 14:06
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Telan Rp26 M, Proyek Jaringan Air Baku Karalloe Tahap II Tuai Kritik Publik
2
Di Antara Kabut dan Jurang: Cerita 30 Jam Tim SAR Evakuasi Korban ATR
3
Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500, Basarnas Terapkan Metode Estafet Paket
4
Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membangun Ekosistem Kampus Islami
5
PDAM Jeneponto Tak Dilibatkan di Proyek Air Baku Karalloe Rp25 Miliar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Telan Rp26 M, Proyek Jaringan Air Baku Karalloe Tahap II Tuai Kritik Publik
2
Di Antara Kabut dan Jurang: Cerita 30 Jam Tim SAR Evakuasi Korban ATR
3
Evakuasi Korban Pesawat ATR 42-500, Basarnas Terapkan Metode Estafet Paket
4
Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter dalam Membangun Ekosistem Kampus Islami
5
PDAM Jeneponto Tak Dilibatkan di Proyek Air Baku Karalloe Rp25 Miliar