Banjir Rendam 212 Hektare Sawah di Maros

Kamis, 26 Feb 2026 14:33
Banjir Rendam 212 Hektare Sawah di Maros
Kondisi areal persawahan di salah satu wilayah di Kabupaten Maros. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
Comment
Share
MAROS - Banjir akibat curah hujan tinggi merendam 212 hektare sawah di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Delapan kecamatan terdampak banjir, dengan empat kecamatan di antaranya mengalami genangan pada lahan persawahan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Maros, Jamaluddin, mengatakan lahan sawah terdampak berada di Kecamatan Turikale, Lau, Moncongloe, dan Maros Baru.

"Total sawah yang terdampak saat ini tercatat 212 hektare," katanya saat dihubungi, Kamis (26/2/2026).

Di Kecamatan Turikale, luas sawah terdampak mencapai 65 hektare.

"Lahan tersebut berada di Desa Taroada seluas 25 hektare, Desa Bori Bellayya 35 hektare, Desa Adatongeng 3 hektare, serta Kelurahan Pettuadae 2 hektare," ujarnya.

Di Kecamatan Lau, tercatat 59 hektare sawah terendam.

"Dampak banjir terjadi di Desa Mattirodeceng seluas 15 hektare, Desa Allepolea 30 hektare, Desa Maccini Baji 10 hektare, serta 4 hektare di wilayah lainnya," imbuhnya.

Kecamatan Maros Baru menjadi wilayah dengan dampak terluas, yakni 85 hektare. Lahan terdampak tersebar di Desa Borikamase 5 hektare, Desa Borimasunggu 5 hektare, dan Desa Pallantikang 75 hektare.

Meski demikian, Jamaluddin menegaskan kondisi tersebut belum dapat dikategorikan sebagai gagal panen.

"Nanti setelah air surut baru bisa diketahui. Biasanya kalau tanaman terendam sampai tiga hari, itu baru berpotensi rusak," jelasnya.

Ia menambahkan umur tanaman padi yang terdampak bervariasi, mulai 5 hari hingga 95 hari, bergantung fase tanam di tiap wilayah. Selain itu, tidak seluruh lahan terdampak merupakan area dengan indeks pertanaman (IP) 300.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru