Pelabuhan Bira Siap Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026, Lima Kapal Disiagakan

Jum'at, 13 Mar 2026 11:36
Pelabuhan Bira Siap Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026, Lima Kapal Disiagakan
Kepala UPT ASDP Bira Bulukumba, Edisa Ade. Istimewa
Comment
Share
BULUKUMBA - Unit Pelaksana Teknis (UPT) ASDP Pelabuhan Bira, Kabupaten Bulukumba, menyatakan kesiapan dalam menghadapi arus mudik Idulfitri 2026. Sejumlah langkah telah dilakukan, mulai dari pembentukan posko terpadu hingga menyiapkan armada kapal penyeberangan.

Kepala UPT ASDP Bira Bulukumba, Edisa Ade, mengatakan pihaknya telah menggelar apel bersama untuk membuka posko terpadu pelayanan angkutan Lebaran yang akan beroperasi selama 21 hari ke depan.

“Untuk kesiapan, tadi kami sudah apel bersama untuk pembukaan posko Lebaran. Posko ini merupakan posko terpadu yang melibatkan berbagai instansi,” ujar Edisa.

Ia menjelaskan, posko tersebut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya UPT Dinas Perhubungan Provinsi, Dinas Perhubungan Kabupaten, TNI AL, Polairud, UPP Bulukumba, PT ASDP, Polres Bulukumba, serta Kodim Bulukumba. Kolaborasi ini dilakukan untuk memastikan kelancaran pelayanan dan keamanan selama arus mudik dan arus balik.

Dari sisi sarana dan prasarana, pihak pelabuhan akan memaksimalkan seluruh fasilitas yang ada, termasuk menjaga kebersihan area pelabuhan seperti musala, toilet, dan terminal penumpang.

Untuk layanan penyeberangan, ASDP menyiapkan lima kapal. Dua kapal beroperasi secara reguler, yakni KMP Balibo dan KMP Kormomolin. Sementara tiga kapal perintis disiagakan sebagai cadangan, yakni KMP Bontoharu, KMP Takabonerate, dan KMP Sangke Palangga.

Pelabuhan Bira Siap Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026, Lima Kapal Disiagakan


Edisa menjelaskan, jumlah perjalanan kapal atau trip akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Saat ini, jadwal penyeberangan masih tiga trip per hari dan bersifat insidentil. Namun jika terjadi peningkatan jumlah penumpang, trip akan ditambah.

“Tentu akan disesuaikan dengan kondisi. Kalau misalnya padat, pasti kita tambah trip,” katanya.

Berdasarkan proyeksi, jumlah penumpang pada musim mudik tahun ini diperkirakan mencapai sekitar 25 ribu hingga 30 ribu orang untuk arus mudik dan arus balik. Sementara jumlah kendaraan diperkirakan sekitar 6.500 unit, yang terdiri dari sekitar 2.000 sepeda motor dan sisanya kendaraan roda empat.

Untuk puncak kepadatan penumpang, Pelabuhan Bira memproyeksikan terjadi pada H-3 dan H+3 Lebaran, sebagaimana pola yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Edisa juga menyebutkan bahwa sistem pemesanan tiket secara daring sangat membantu mengurangi antrean di pelabuhan. Penumpang dapat mengetahui jadwal keberangkatan masing-masing sehingga potensi penumpukan bisa diminimalkan.

“Sekarang pemesanan tiket sudah lewat online, itu sangat membantu sekali karena penumpang sudah tahu jadwalnya masing-masing,” ujarnya.

Meski demikian, potensi kendala tetap ada, terutama faktor cuaca yang dapat memengaruhi jadwal penyeberangan. Jika terjadi cuaca buruk, keberangkatan kapal bisa ditunda dan berpotensi menyebabkan penumpukan penumpang di pelabuhan.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program mudik gratis yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Untuk Kabupaten Bulukumba disiapkan tiga bus, sementara untuk Kabupaten Kepulauan Selayar juga disiapkan tiga bus.

Program mudik gratis tingkat provinsi tersebut dijadwalkan dilepas langsung oleh Gubernur Sulawesi Selatan pada 16 Maret mendatang.
(UMI)
Berita Terkait
Berita Terbaru