Diduga Keracunan Usai Buka Puasa, 35 Siswa di Camba Dirawat di Rumah Sakit
Jum'at, 13 Mar 2026 13:49
Siswa dirawat di RSUD Camba usai diduga keracunan menu buka puasa. Foto: Istimewa
MAROS - Sebanyak 35 siswa di Kecamatan Camba, Kabupaten Maros diduga mengalami keracunan setelah mengikuti kegiatan buka puasa bersama di SMP Negeri 3 Camba pada Rabu (11/3/2026).
Para siswa mulai berdatangan ke RSUD Camba pada Kamis (12/3/2026) dengan berbagai keluhan.
Direktur RSUD Camba, Sri Syamsinar Rachmah, mengatakan sebagian besar pasien datang dengan keluhan diare.
"Total ada 35 orang. Lima orang rawat jalan, 24 orang dirawat inap, dan enam orang masih berada di IGD," ujarnya.
Ia menjelaskan, rata-rata pasien mengalami demam, nyeri perut, diare, dan lemas.
Sri Syamsinar juga mengatakan waktu kedatangan pasien ke rumah sakit bervariasi.
"Ada yang masuk sekitar pukul 14.00, pukul 15.00, ada juga yang datang pukul 18.00 hingga 20.00, kamis kemarin," katanya.
Meski demikian, pihak rumah sakit belum dapat memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
"Penyebabnya harus dipastikan melalui pemeriksaan sampel makanan," jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi pasien yang masih menjalani perawatan mulai berangsur membaik, meskipun sebagian masih mengeluhkan nyeri perut dan demam.
Sementara itu, Camat Camba Kemal Wahyudi mengatakan kejadian tersebut diduga berkaitan dengan kegiatan buka puasa bersama yang digelar di SMP Negeri 3 Camba.
Ia mengaku sempat diundang menghadiri kegiatan tersebut, namun tidak dapat hadir karena memiliki agenda lain.
Kegiatan itu dihadiri sejumlah pihak, termasuk Kapolsek Camba, perwakilan pemerintah kecamatan, serta para siswa.
"Keesokan harinya baru ada yang mulai sakit. Belum diketahui apakah benar keracunan atau bagaimana, kita masih menunggu hasil pemeriksaan," ujarnya.
Kemal mengatakan sampel makanan telah dikirim ke Dinas Kesehatan untuk diteliti guna memastikan penyebab kejadian tersebut.
Saat ini sebagian korban dirawat di RSUD Camba. Sebelumnya, beberapa pasien sempat ditangani di Puskesmas Camba.
"Karena kamar di puskesmas sudah penuh, pasien yang masuk kemudian diarahkan ke RSUD Camba. Mudah-mudahan semuanya segera pulih," katanya.
Para siswa mulai berdatangan ke RSUD Camba pada Kamis (12/3/2026) dengan berbagai keluhan.
Direktur RSUD Camba, Sri Syamsinar Rachmah, mengatakan sebagian besar pasien datang dengan keluhan diare.
"Total ada 35 orang. Lima orang rawat jalan, 24 orang dirawat inap, dan enam orang masih berada di IGD," ujarnya.
Ia menjelaskan, rata-rata pasien mengalami demam, nyeri perut, diare, dan lemas.
Sri Syamsinar juga mengatakan waktu kedatangan pasien ke rumah sakit bervariasi.
"Ada yang masuk sekitar pukul 14.00, pukul 15.00, ada juga yang datang pukul 18.00 hingga 20.00, kamis kemarin," katanya.
Meski demikian, pihak rumah sakit belum dapat memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
"Penyebabnya harus dipastikan melalui pemeriksaan sampel makanan," jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi pasien yang masih menjalani perawatan mulai berangsur membaik, meskipun sebagian masih mengeluhkan nyeri perut dan demam.
Sementara itu, Camat Camba Kemal Wahyudi mengatakan kejadian tersebut diduga berkaitan dengan kegiatan buka puasa bersama yang digelar di SMP Negeri 3 Camba.
Ia mengaku sempat diundang menghadiri kegiatan tersebut, namun tidak dapat hadir karena memiliki agenda lain.
Kegiatan itu dihadiri sejumlah pihak, termasuk Kapolsek Camba, perwakilan pemerintah kecamatan, serta para siswa.
"Keesokan harinya baru ada yang mulai sakit. Belum diketahui apakah benar keracunan atau bagaimana, kita masih menunggu hasil pemeriksaan," ujarnya.
Kemal mengatakan sampel makanan telah dikirim ke Dinas Kesehatan untuk diteliti guna memastikan penyebab kejadian tersebut.
Saat ini sebagian korban dirawat di RSUD Camba. Sebelumnya, beberapa pasien sempat ditangani di Puskesmas Camba.
"Karena kamar di puskesmas sudah penuh, pasien yang masuk kemudian diarahkan ke RSUD Camba. Mudah-mudahan semuanya segera pulih," katanya.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Cathlab di RSUD Daya Buat Penanganan Jantung Lebih Cepat dan Tepat
Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat.
Senin, 27 Apr 2026 08:02
Sulsel
Bupati Bantaeng Bukber Bersama Insan Pers dan LSM, Perkuat Kemitraan
Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin, menggelar buka puasa bersama insan pers dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di halaman Hotel Kirei Bantaeng, Selasa, 17 Maret 2026.
Rabu, 18 Mar 2026 22:37
News
Ramadan Penuh Kebersamaan, Manajemen dan Karyawan Semen Tonasa Buka Puasa Bersama
Suasana kebersamaan terasa hangat dalam kegiatan buka puasa bersama yang digelar manajemen dan karyawan PT Semen Tonasa pada Senin (16/3/2026).
Selasa, 17 Mar 2026 15:17
Sulsel
IKA SMAN 2 Maros Sukses Gelar Buka Puasa Bersama dan Diskusi Alumni
IKA SMAN 2 Maros menggelar buka puasa bersama dan diskusi alumni yang dilaksanakan di dua tempat, yaitu Aula Panti Al-Mubarak dan Warkop Labaka.
Senin, 16 Mar 2026 09:19
News
Pelindo Regional 4 Buka Puasa Bersama Pedagang Asongan Pelabuhan Makassar
Suasana kebersamaan terasa hangat di kawasan Pelabuhan Makassar saat PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 menggelar kegiatan buka puasa bersama para pedagang asongan, Sabtu (14/3/2026).
Minggu, 15 Mar 2026 20:09
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Legislator Makassar Usul Anggota Geng Motor Dikenai Sanksi Administratif
2
Minta Transparansi, Penghuni Vida View Siap Bawa Kisruh IPL dan P3SRS ke DPRD Makassar
3
Putra Mantan Bupati Bone Raih Predikat Terbaik Komcad ASN Sulsel, Dapat Hadiah Umrah
4
PIRA Sulsel Siapkan Program Kampung Nelayan, Fokus Kawal Aspirasi Masyarakat
5
Program MBG di Parepare Disebut Tak Lagi Berdampak ke Peternak Lokal
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Legislator Makassar Usul Anggota Geng Motor Dikenai Sanksi Administratif
2
Minta Transparansi, Penghuni Vida View Siap Bawa Kisruh IPL dan P3SRS ke DPRD Makassar
3
Putra Mantan Bupati Bone Raih Predikat Terbaik Komcad ASN Sulsel, Dapat Hadiah Umrah
4
PIRA Sulsel Siapkan Program Kampung Nelayan, Fokus Kawal Aspirasi Masyarakat
5
Program MBG di Parepare Disebut Tak Lagi Berdampak ke Peternak Lokal