Lahan Baru 13 Persen, Bendungan Jenelata Ditarget Rampung 2028
Selasa, 07 Apr 2026 17:21
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Heriantono Waluyadi bersama Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang. Foto: Istimewa
GOWA - Pembangunan Bendungan Jenelata di Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa ditargetkan rampung pada 2028.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Heriantono Waluyadi, mengatakan proses pembebasan lahan masih berlangsung. Dari total kebutuhan sekitar 1.800 hektare, baru sekitar 13 persen yang telah dibebaskan.
"Baru 13% yang sudah dibebaskan dari 1.800 itu. Karena memang konsentrasinya di area yang konstruksinya dulu, di area yang konstruksi di tubuh bendungan dan jalan akses menuju ke kuari," ujarnya kepada media usai rapat koordinasi antara Pemkab Gowa dan Balai Pompengan terkait progres Bendungan Jenelata di Kantor Pompengan, Makassar, Selasa (7/4).
Ia berharap, melalui kerja sama lintas sektor antara Pemerintah Kabupaten Gowa dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, sisa pembebasan lahan dan pembangunan sebesar 87 persen dapat diselesaikan secara bertahap hingga 2028.
Menurut Heriantono, keberadaan Bendungan Jenelata nantinya akan meningkatkan layanan irigasi. Frekuensi panen yang sebelumnya dua kali setahun berpotensi meningkat menjadi tiga kali.
"Dengan Bendungan Jenelata, secara nilai ekonomi akan besar. Masyarakat di Kabupaten Gowa yang memiliki lahan irigasi sekitar 23.000 hektare, akan terbantu," paparnya.
Selain itu, bendungan ini juga diharapkan mampu mereduksi banjir secara signifikan di wilayah hilir, khususnya di Kabupaten Gowa dan Kota Makassar.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga fungsi bendungan dan jaringan irigasi, termasuk kawasan hulu sebagai area konservasi.
Sementara itu, Bupati Gowa, Husniah Talenrang, menyatakan komitmennya untuk mengawal pembangunan Bendungan Jenelata hingga selesai.
"Kami selaku pemerintah daerah senang menjadi salah satu wilayah kabupaten kota yang diberikan kepercayaan PSN di Sulawesi Selatan. Tentu kita bantu Balai untuk menyelesaikan program nasional ini dengan baik dan lancar," katanya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan fokus pada pemanfaatan bendungan serta menjaga komunikasi intensif dengan BBWS Pompengan Jeneberang.
Menurutnya, posisi Kabupaten Gowa sebagai daerah sumber daya, termasuk kawasan hulu dan konservasi, menjadi tanggung jawab penting yang harus dikelola secara seimbang.
"Nah, keseimbangan inilah yang harus kita jaga melalui komunikasi kita kepada Balai, pemerintah provinsi, bahkan pemerintah pusat agar bisa memberikan prioritas kepada Kabupaten Gowa," paparnya.
Husniah menambahkan, manfaat Bendungan Jenelata tidak hanya dirasakan oleh Kabupaten Gowa, tetapi juga daerah lain seperti Kota Makassar, Takalar, dan Maros. Sekitar 70 persen pemanfaatannya direncanakan untuk kebutuhan air baku, sementara sisanya untuk irigasi.
Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, Heriantono Waluyadi, mengatakan proses pembebasan lahan masih berlangsung. Dari total kebutuhan sekitar 1.800 hektare, baru sekitar 13 persen yang telah dibebaskan.
"Baru 13% yang sudah dibebaskan dari 1.800 itu. Karena memang konsentrasinya di area yang konstruksinya dulu, di area yang konstruksi di tubuh bendungan dan jalan akses menuju ke kuari," ujarnya kepada media usai rapat koordinasi antara Pemkab Gowa dan Balai Pompengan terkait progres Bendungan Jenelata di Kantor Pompengan, Makassar, Selasa (7/4).
Ia berharap, melalui kerja sama lintas sektor antara Pemerintah Kabupaten Gowa dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, sisa pembebasan lahan dan pembangunan sebesar 87 persen dapat diselesaikan secara bertahap hingga 2028.
Menurut Heriantono, keberadaan Bendungan Jenelata nantinya akan meningkatkan layanan irigasi. Frekuensi panen yang sebelumnya dua kali setahun berpotensi meningkat menjadi tiga kali.
"Dengan Bendungan Jenelata, secara nilai ekonomi akan besar. Masyarakat di Kabupaten Gowa yang memiliki lahan irigasi sekitar 23.000 hektare, akan terbantu," paparnya.
Selain itu, bendungan ini juga diharapkan mampu mereduksi banjir secara signifikan di wilayah hilir, khususnya di Kabupaten Gowa dan Kota Makassar.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga fungsi bendungan dan jaringan irigasi, termasuk kawasan hulu sebagai area konservasi.
Sementara itu, Bupati Gowa, Husniah Talenrang, menyatakan komitmennya untuk mengawal pembangunan Bendungan Jenelata hingga selesai.
"Kami selaku pemerintah daerah senang menjadi salah satu wilayah kabupaten kota yang diberikan kepercayaan PSN di Sulawesi Selatan. Tentu kita bantu Balai untuk menyelesaikan program nasional ini dengan baik dan lancar," katanya.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan fokus pada pemanfaatan bendungan serta menjaga komunikasi intensif dengan BBWS Pompengan Jeneberang.
Menurutnya, posisi Kabupaten Gowa sebagai daerah sumber daya, termasuk kawasan hulu dan konservasi, menjadi tanggung jawab penting yang harus dikelola secara seimbang.
"Nah, keseimbangan inilah yang harus kita jaga melalui komunikasi kita kepada Balai, pemerintah provinsi, bahkan pemerintah pusat agar bisa memberikan prioritas kepada Kabupaten Gowa," paparnya.
Husniah menambahkan, manfaat Bendungan Jenelata tidak hanya dirasakan oleh Kabupaten Gowa, tetapi juga daerah lain seperti Kota Makassar, Takalar, dan Maros. Sekitar 70 persen pemanfaatannya direncanakan untuk kebutuhan air baku, sementara sisanya untuk irigasi.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Disdukcapil Gowa Raih ISO 27001, Pertama di Sulsel dalam Keamanan Data
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Gowa meraih sertifikasi ISO/IEC 27001:2013 tentang Information Security Management System (ISMS).
Selasa, 07 Apr 2026 10:15
Sulsel
Bupati Gowa Lantik 6 Pejabat Eselon II, Tekankan Kinerja Terukur dan Integritas
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa melantik enam Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Senin (6/4).
Selasa, 07 Apr 2026 09:35
Sulsel
Fahmi Adam Dilantik Jadi Ketua DPRD Gowa, Bupati Talenrang Tekankan Sinergi
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, didampingi Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menghadiri Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Gowa dalam rangka pengambilan sumpah/janji Ketua DPRD Gowa sisa masa jabatan 2024–2029.
Senin, 06 Apr 2026 14:38
Sulsel
Bupati Gowa Dorong Muhammadiyah Terlibat Aktif dalam Program Daerah
Bupati Gowa, Sitti Husniah Tapenrang, menghadiri kegiatan Syawalan 1447 Hijriah Muhammadiyah Kabupaten Gowa di Masjid Agung Syekh Yusuf, Ahad (5/4).
Senin, 06 Apr 2026 08:45
Sulsel
Gowa Kirim 150 Ton Sampah per Hari untuk Diolah Jadi Energi Terbarukan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menargetkan konversi 150 ton sampah per hari menjadi energi listrik melalui pembangunan Instalasi Pengolah Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
Minggu, 05 Apr 2026 10:22
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Agya Stylix Makin Digemari Anak Muda, Penjualan Terus Melonjak
2
Atasi Overload TPA Antang, Kelurahan Kapasa Gencarkan Pemilahan Sampah dari Sumber
3
Spanduk Misterius Usut Korupsi Pupuk Subsidi Rp6 Miliar Terpasang di Kejari Jeneponto
4
Pakai OCTOBIZ dari CIMB Niaga, Transaksi dan Pengelolaan Arus Kas Kini Lebih Mudah
5
Gubernur Sulsel Paparkan Proyek Jalan Rp3,7 Triliun di Puncak HJB Bone ke-696
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Agya Stylix Makin Digemari Anak Muda, Penjualan Terus Melonjak
2
Atasi Overload TPA Antang, Kelurahan Kapasa Gencarkan Pemilahan Sampah dari Sumber
3
Spanduk Misterius Usut Korupsi Pupuk Subsidi Rp6 Miliar Terpasang di Kejari Jeneponto
4
Pakai OCTOBIZ dari CIMB Niaga, Transaksi dan Pengelolaan Arus Kas Kini Lebih Mudah
5
Gubernur Sulsel Paparkan Proyek Jalan Rp3,7 Triliun di Puncak HJB Bone ke-696