Berhasil Turunkan Kemiskinan dan Stunting, Gowa Diganjar Penghargaan Kemendagri

Sabtu, 30 Mei 2026 08:58
Berhasil Turunkan Kemiskinan dan Stunting, Gowa Diganjar Penghargaan Kemendagri
Bupati St Husniah Talenrang menerima penghargaan dari Kemendagri. Foto: Istimewa
Comment
Share
KENDARI - Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa dalam menekan kemiskinan ekstrem dan stunting mendapat apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Pemkab Gowa meraih Penghargaan Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Regional Sulawesi pada kategori Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting. Penghargaan tersebut diserahkan di Claro Hotel, Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara, Jumat (29/5).

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, yang hadir didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Gowa, Andy Azis, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh pihak, mulai dari jajaran pemerintah daerah, organisasi perangkat daerah (OPD), PKK, hingga berbagai elemen yang mendukung program penanganan kemiskinan dan percepatan penurunan stunting di Kabupaten Gowa.

“Alhamdulillah Kabupaten Gowa berhasil meraih penghargaan di bidang penurunan kemiskinan dan stunting dengan meraih Juara III Tingkat Regional Sulawesi. Atas capaian ini, Pemerintah Kabupaten Gowa juga memperoleh dana insentif sebesar Rp1 miliar,” ungkapnya.

Menurut Husniah, berbagai program telah dijalankan untuk mendukung percepatan penurunan stunting. Salah satunya melalui pembagian sembako dan pemberian telur kepada keluarga penerima manfaat guna membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak dan keluarga.

“Berkat seluruh program yang menyentuh langsung masyarakat dan kerja beraama, angka stunting di Kabupaten Gowa berhasil ditekan dari 21 persen menjadi 17 persen,” jelas orang nomor satu di Gowa ini.

Ia menegaskan bahwa persoalan stunting tidak dapat dipisahkan dari kondisi kemiskinan masyarakat. Karena itu, upaya penurunan stunting dan pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara terintegrasi.

“Banyak keluarga yang belum mampu memenuhi kebutuhan gizi anak karena keterbatasan ekonomi. Oleh karena itu, program penurunan stunting dan penurunan kemiskinan harus berjalan secara sinkron,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Husniah juga menyampaikan bahwa percepatan penurunan kemiskinan ekstrem menjadi salah satu fokus program dalam 100 hari pertama masa kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, melalui Program Orang Tua Asuh.

Melalui program tersebut, para pejabat OPD, khususnya eselon II dan eselon III, berperan mendampingi keluarga miskin ekstrem dan keluarga yang memiliki risiko stunting agar dapat meningkatkan kesejahteraan serta kualitas hidupnya.

“Alhamdulillah, hasilnya cukup menggembirakan. Angka kemiskinan di Kabupaten Gowa berhasil turun dari 6,85 persen menjadi 6,64 persen. Melalui Program Orang Tua Asuh, kami membantu keluarga miskin ekstrem agar mampu keluar dari kondisi kemiskinannya, memiliki sumber pendapatan yang lebih baik, menjadi mandiri, serta mampu memberikan pendidikan yang layak bagi anak-anak mereka,” tambahnya.

Ia berharap penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi Pemkab Gowa untuk terus memperkuat komitmen dalam menekan kemiskinan ekstrem dan stunting di Kabupaten Gowa.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengatakan penghargaan tersebut diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai memiliki kinerja terbaik pada empat bidang strategis.

“Dimulai di bidang penanganan pengangguran, kemiskinan dan stunting, pengendalian inflasi, dan satu lagi creative financing,” ujar Tito.

Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus insentif bagi kepala daerah yang mampu menghadirkan inovasi dan kinerja nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi pemicu bagi pemerintah daerah untuk terus berinovasi dan menghadirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat,” pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru