Polisi Tangkap 2 Pelaku Penganiayaan di Turatea Jeneponto
Selasa, 14 Apr 2026 09:25
Tim Pegasus Resmob Polres Jeneponto mengamankan pelaku penganiayaan di Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto. Foto: Istimewa
JENEPONTO - Tim Pegasus Resmob Satuan Reskrim Polres Jeneponto berhasil mengungkap kasus dugaan penganiayaan di Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, dengan menangkap dua terduga pelaku.
Penangkapan dilakukan pada Selasa, 14 Maret 2026, sekitar pukul 00.30 Wita di Jombe, Desa Jombe, Kecamatan Turatea. Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Dantim Pegasus Resmob, AIPTU Abd. Rasyad, setelah dilakukan serangkaian penyelidikan berdasarkan Laporan Pengaduan Nomor: LP/B/217/III/2026/RESKRIM tertanggal 29 Maret 2026.
Peristiwa penganiayaan terjadi pada Minggu, 28 Maret 2026, sekitar pukul 11.30 Wita di Palambuta, Desa Bululoe, Kecamatan Turatea. Korban diketahui bernama Kadir (40), seorang wiraswasta yang berdomisili di wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan, dua terduga pelaku masing-masing berinisial Doni (23) dan Diki (16). Keduanya merupakan warga Punagayya, Desa Bululoe, Kecamatan Turatea.
Kejadian bermula saat korban bersama istrinya sedang beristirahat di rumah. Korban kemudian mendengar keributan dari luar. Saat keluar, ia melihat sekelompok orang melempari rumah warga dengan batu. Korban sempat menegur para pelaku agar menghentikan aksi tersebut dan kembali ke rumah masing-masing.
Namun, teguran itu justru memicu emosi para pelaku. Salah satu pelaku kemudian menyerang korban menggunakan kaca beling hingga menyebabkan luka pada bagian perut dan lengan kiri. Korban juga dipukul dari arah belakang oleh beberapa orang lainnya.
Akibat kejadian tersebut, korban harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Lanto Jeneponto.
Motif penganiayaan diduga karena pelaku tidak terima ditegur saat menggeber sepeda motor di sekitar lokasi kejadian.
Setelah menerima laporan, Tim Pegasus Resmob melakukan penyelidikan dan berhasil mengetahui keberadaan para pelaku di Desa Jombe. Saat diamankan, keduanya sedang bekerja sebagai buruh di lokasi pasar malam.
Dari hasil interogasi, kedua terduga pelaku mengakui melakukan perbuatan tersebut bersama sekitar 10 orang rekannya. Saat ini, sejumlah pelaku lainnya masih dalam pengejaran, sementara barang bukti masih dalam proses pencarian.
Atas perbuatannya, para terduga pelaku dijerat dengan Pasal 262 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.
Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Nurman Matasa menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengembangan kasus hingga seluruh pelaku berhasil diamankan.
Penangkapan dilakukan pada Selasa, 14 Maret 2026, sekitar pukul 00.30 Wita di Jombe, Desa Jombe, Kecamatan Turatea. Operasi tersebut dipimpin langsung oleh Dantim Pegasus Resmob, AIPTU Abd. Rasyad, setelah dilakukan serangkaian penyelidikan berdasarkan Laporan Pengaduan Nomor: LP/B/217/III/2026/RESKRIM tertanggal 29 Maret 2026.
Peristiwa penganiayaan terjadi pada Minggu, 28 Maret 2026, sekitar pukul 11.30 Wita di Palambuta, Desa Bululoe, Kecamatan Turatea. Korban diketahui bernama Kadir (40), seorang wiraswasta yang berdomisili di wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan, dua terduga pelaku masing-masing berinisial Doni (23) dan Diki (16). Keduanya merupakan warga Punagayya, Desa Bululoe, Kecamatan Turatea.
Kejadian bermula saat korban bersama istrinya sedang beristirahat di rumah. Korban kemudian mendengar keributan dari luar. Saat keluar, ia melihat sekelompok orang melempari rumah warga dengan batu. Korban sempat menegur para pelaku agar menghentikan aksi tersebut dan kembali ke rumah masing-masing.
Namun, teguran itu justru memicu emosi para pelaku. Salah satu pelaku kemudian menyerang korban menggunakan kaca beling hingga menyebabkan luka pada bagian perut dan lengan kiri. Korban juga dipukul dari arah belakang oleh beberapa orang lainnya.
Akibat kejadian tersebut, korban harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Lanto Jeneponto.
Motif penganiayaan diduga karena pelaku tidak terima ditegur saat menggeber sepeda motor di sekitar lokasi kejadian.
Setelah menerima laporan, Tim Pegasus Resmob melakukan penyelidikan dan berhasil mengetahui keberadaan para pelaku di Desa Jombe. Saat diamankan, keduanya sedang bekerja sebagai buruh di lokasi pasar malam.
Dari hasil interogasi, kedua terduga pelaku mengakui melakukan perbuatan tersebut bersama sekitar 10 orang rekannya. Saat ini, sejumlah pelaku lainnya masih dalam pengejaran, sementara barang bukti masih dalam proses pencarian.
Atas perbuatannya, para terduga pelaku dijerat dengan Pasal 262 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.
Kasat Reskrim Polres Jeneponto, AKP Nurman Matasa menyampaikan bahwa pihaknya akan terus melakukan pengembangan kasus hingga seluruh pelaku berhasil diamankan.
(MAN)
Berita Terkait
News
Polisi Tangkap Terduga Pencuri Aki di Jeneponto, Akui Beraksi di Sejumlah Lokasi
Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Pegasus Satreskrim Polres Jeneponto dipimpin Aiptu Abd. Rasyad menangkap seorang pria yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi pencurian di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Senin, 31 Agu 2026 08:01
News
Polisi Minta Empat Terduga Pengeroyok IRT di Jeneponto Menyerahkan Diri
Polisi meminta empat orang yang disebut sebagai terduga pelaku pengeroyokan terhadap seorang ibu rumah tangga (IRT), Yesti Lestari (36), di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, segera menyerahkan diri.
Jum'at, 21 Agu 2026 07:02
News
Polisi Tangkap Pelaku Pengancaman Buruh di Jeneponto Usai Buron 2 Bulan
Satuan Reskrim Polsek Binamu, Polres Jeneponto, menangkap seorang pria berinisial R yang diduga melakukan pengancaman terhadap seorang buruh harian. Tersangka ditangkap setelah sekitar dua bulan masuk dalam daftar pencarian.
Kamis, 20 Agu 2026 15:37
News
PGRI Jeneponto Desak Polisi Tahan Terduga Pelaku Pengeroyokan Guru di SDN 14 Tamalatea
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Jeneponto, Zaidil Amin Karaeng Rangka, mendesak Polres Jeneponto segera mengambil langkah tegas terhadap terduga pelaku pengeroyokan seorang guru perempuan di UPT SD Negeri 14 Tamalatea.
Rabu, 19 Agu 2026 21:27
News
Pemuda di Jeneponto Ditangkap Usai Curi Emas, Sarung dan Uang Rp7 Juta
Tim URC Pegasus Sat Reskrim Polres Jeneponto menangkap pemuda berinisial Muhuhammad Nur Haikal, 19 tahun, terduga pelaku pencurian di Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.
Rabu, 19 Agu 2026 10:51
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Didis Suryadi Dicopot sebagai Ketua DPRD Jeneponto, NasDem Usulkan Sumarni Kr Layu
2
Dua Pencuri Besi Ulir Bahan Bangunan di Malili Berhasil Diringkus Polisi
3
6 Legislator Gerindra di DPRD Sulsel Disiapkan Naik Kelas ke Pusat pada Pileg 2029
4
BKKBN Sulsel Audiensi Dengan Pemkab Selayar Perkuat Program Bangga Kencana Wilayah Kepulauan
5
Panitia Resmi Buka Pendaftaran Pilrek UNM 2027-2031, Berikut Tahapannya
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Didis Suryadi Dicopot sebagai Ketua DPRD Jeneponto, NasDem Usulkan Sumarni Kr Layu
2
Dua Pencuri Besi Ulir Bahan Bangunan di Malili Berhasil Diringkus Polisi
3
6 Legislator Gerindra di DPRD Sulsel Disiapkan Naik Kelas ke Pusat pada Pileg 2029
4
BKKBN Sulsel Audiensi Dengan Pemkab Selayar Perkuat Program Bangga Kencana Wilayah Kepulauan
5
Panitia Resmi Buka Pendaftaran Pilrek UNM 2027-2031, Berikut Tahapannya