Dinkes Maros Catat 31 Kasus Campak sejak Januari, Vaksinasi Terus Digencarkan
Rabu, 15 Apr 2026 14:44
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, dr Yunus. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Dinas Kesehatan Kabupaten Maros mencatat sebanyak 31 kasus campak sejak Januari 2026. Upaya vaksinasi terus digencarkan untuk menekan penyebaran penyakit tersebut di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, dr Yunus, mengatakan program vaksinasi campak saat ini masih berjalan secara masif di seluruh fasilitas layanan kesehatan.
"Vaksinasi campak terus kita galakkan di Maros. Ini sebagai langkah pencegahan agar kasus tidak semakin meluas," ujar Yunus.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, dari total 31 kasus yang ditemukan, sebanyak 30 pasien telah dinyatakan sembuh. Sementara satu kasus lainnya masih dalam perawatan.
"Dari jumlah tersebut, 30 pasien dinyatakan sembuh, sementara satu kasus lainnya masih dalam perawatan," jelasnya.
Yunus mengimbau para orang tua, khususnya yang memiliki balita, agar segera membawa anak ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan imunisasi campak.
"Kami mohon bagi balita yang belum diimunisasi campak agar segera dibawa ke puskesmas dan faskes lainnya. Ini penting untuk mencegah penularan," tegasnya.
Ia mengakui, pada masa pandemi COVID-19, pelaksanaan vaksinasi campak tetap berjalan. Namun, minat masyarakat untuk mengikuti vaksinasi sempat menurun.
"Memang saat COVID-19, keinginan masyarakat untuk vaksin sempat berkurang," katanya.
Karena itu, pihaknya kembali mendorong kesadaran masyarakat agar tidak melewatkan imunisasi dasar bagi anak.
Menurut Yunus, salah satu penyebab meningkatnya kasus campak adalah masih adanya anak yang belum mendapatkan vaksinasi.
"Kita harus pastikan semua anak mendapatkan vaksin campak untuk menjaga antibodi dan imunitas. Kasus ini bisa meluas karena ada yang melewati vaksinasi," jelasnya.
Ia menambahkan, gejala campak umumnya ditandai dengan munculnya bintik-bintik merah pada kulit yang disertai demam selama sekitar tujuh hari.
Sementara itu, Dinas Kesehatan memastikan ketersediaan vaksin dalam kondisi aman dan mencukupi.
“Stok vaksin selalu tersedia karena kita rutin melaksanakan vaksinasi. Bukan hanya campak, tetapi juga vaksin lainnya seperti TBC, BCG, dan sebagainya,” pungkasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maros, dr Yunus, mengatakan program vaksinasi campak saat ini masih berjalan secara masif di seluruh fasilitas layanan kesehatan.
"Vaksinasi campak terus kita galakkan di Maros. Ini sebagai langkah pencegahan agar kasus tidak semakin meluas," ujar Yunus.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan, dari total 31 kasus yang ditemukan, sebanyak 30 pasien telah dinyatakan sembuh. Sementara satu kasus lainnya masih dalam perawatan.
"Dari jumlah tersebut, 30 pasien dinyatakan sembuh, sementara satu kasus lainnya masih dalam perawatan," jelasnya.
Yunus mengimbau para orang tua, khususnya yang memiliki balita, agar segera membawa anak ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan imunisasi campak.
"Kami mohon bagi balita yang belum diimunisasi campak agar segera dibawa ke puskesmas dan faskes lainnya. Ini penting untuk mencegah penularan," tegasnya.
Ia mengakui, pada masa pandemi COVID-19, pelaksanaan vaksinasi campak tetap berjalan. Namun, minat masyarakat untuk mengikuti vaksinasi sempat menurun.
"Memang saat COVID-19, keinginan masyarakat untuk vaksin sempat berkurang," katanya.
Karena itu, pihaknya kembali mendorong kesadaran masyarakat agar tidak melewatkan imunisasi dasar bagi anak.
Menurut Yunus, salah satu penyebab meningkatnya kasus campak adalah masih adanya anak yang belum mendapatkan vaksinasi.
"Kita harus pastikan semua anak mendapatkan vaksin campak untuk menjaga antibodi dan imunitas. Kasus ini bisa meluas karena ada yang melewati vaksinasi," jelasnya.
Ia menambahkan, gejala campak umumnya ditandai dengan munculnya bintik-bintik merah pada kulit yang disertai demam selama sekitar tujuh hari.
Sementara itu, Dinas Kesehatan memastikan ketersediaan vaksin dalam kondisi aman dan mencukupi.
“Stok vaksin selalu tersedia karena kita rutin melaksanakan vaksinasi. Bukan hanya campak, tetapi juga vaksin lainnya seperti TBC, BCG, dan sebagainya,” pungkasnya.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
Dinkes Maros Periksa 43 Sampel Makanan Takjil hingga Kue Kering
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Maros melakukan pemeriksaan terhadap puluhan sampel makanan dan jajanan yang beredar di sejumlah pasar tradisional.
Rabu, 04 Mar 2026 12:08
News
Kota Makassar Raih Penghargaan Nasional Skrining Bayi Baru Lahir Terbaik 2025
Kota Makassar kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Pemerintah Kota Makassar, lewat Dinas Kesehatan menerima Penghargaan Bidang Pelayanan Kesehatan Keluarga.
Kamis, 11 Des 2025 09:11
Sulsel
Legislator Andi Hadi Desak Perda LGBT dan HIV Masuk Prolegda 2026
Anggota DPRD Kota Makassar, Andi Hadi Ibrahim Baso mendorong penerbitan Peraturan Daerah (Perda) khusus terkait LGBT dan HIV/AIDS untuk dimasukkan dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) 2026.
Kamis, 25 Sep 2025 10:12
News
Bukit Baruga dan Dinkes Makassar Gelar Fogging Cegah DBD
Bukit Baruga bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Makassar kembali melaksanakan kegiatan fogging (pengasapan) di area kawasan.
Selasa, 23 Sep 2025 18:38
Makassar City
Dinkes Sulsel dan Makassar Visitasi Izin Operasional RS UIN Alauddin
Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar menerima visitasi dari Tim Ahli Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Kesehatan Kota Makassar, dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Makassar.
Rabu, 19 Feb 2025 13:24
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
KPU Bantaeng Gandeng Kejari, Perkuat Dukungan Hukum Jelang Tahapan Pemilu 2027
2
93% Anak Indonesia Alami Karies, Orang Tua Diminta Lebih Cermat Pilih Susu Formula
3
Pemkab Gowa Dorong Percepatan Bendungan Jenelata, Pastikan Manfaat bagi Warga
4
Asmo Sulsel Edukasi Safety Riding untuk Siswa SMP di Gowa
5
DPRD Sulsel Sayangkan BPBD Pangkas Anggaran Mitigasi Bencana
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
KPU Bantaeng Gandeng Kejari, Perkuat Dukungan Hukum Jelang Tahapan Pemilu 2027
2
93% Anak Indonesia Alami Karies, Orang Tua Diminta Lebih Cermat Pilih Susu Formula
3
Pemkab Gowa Dorong Percepatan Bendungan Jenelata, Pastikan Manfaat bagi Warga
4
Asmo Sulsel Edukasi Safety Riding untuk Siswa SMP di Gowa
5
DPRD Sulsel Sayangkan BPBD Pangkas Anggaran Mitigasi Bencana