Pemkab Gowa Buka Sekolah Sinrilik, Jawab Krisis Penutur Tradisi Lisan
Minggu, 03 Mei 2026 10:46
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang menghadiri pembukaan Sekolah Sinrilik Angkatan I di Sanggar Bakti Antara Nusantara, Desa Maccini Baji, Kecamatan Bajeng, Sabtu (2/5). Foto: Istimewa
GOWA - Pemerintah Kabupaten Gowa mulai menyiapkan langkah strategis untuk melahirkan generasi penerus tradisi tutur sinrilik di tengah keterbatasan jumlah penuturnya.
Upaya ini ditandai dengan pembukaan Sekolah Sinrilik Angkatan I di Sanggar Bakti Antara Nusantara, Desa Maccini Baji, Kecamatan Bajeng, Sabtu (2/5).
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan sinrilik memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta menjaga ingatan kolektif masyarakat Gowa. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian tradisi lisan yang sarat nilai sejarah dan budaya.
“Sinrilik adalah pustaka berjalan yang memuat sejarah, nilai kepahlawanan, hingga etika hidup orang Gowa. Jika ia hilang, maka hilang pula jejak jati diri kita,” ujarnya.
Ia menyebut, kehadiran sekolah ini merupakan langkah konkret untuk menjawab keterbatasan jumlah passinrilik yang fasih, sekaligus menumbuhkan minat generasi muda di tengah arus digital.
“Sekolah Sinrilik menjadi ruang belajar yang menghubungkan pengetahuan teknik, pemahaman makna, dan kemampuan beradaptasi dengan zaman tanpa meninggalkan pakem,” lanjutnya.
Bupati Talenrang juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya agar tradisi tetap hidup dalam keseharian.
“Semoga peserta angkatan pertama menjadi penjaga nyala budaya yang mampu membawa sinrilik kembali hadir di sekolah, panggung budaya, hingga ruang yang lebih luas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Sulawesi Selatan, Sinatriyo Danuhadiningrat, menilai pelestarian tradisi lisan memerlukan kerja yang sistematis.
“Pelestarian budaya membutuhkan pendataan yang akurat, dokumentasi yang rapi, serta pengarsipan yang berkelanjutan agar tradisi seperti sinrilik tetap terjaga dan dapat diakses lintas generasi,” terangnya.
Ia menambahkan, sinrilik merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang perlu dijaga melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan akademisi.
Di kesempatan yang sama, akademisi Muhammad Thahir dalam orasi ilmiahnya menekankan bahwa tradisi harus terus dihidupkan agar tetap relevan.
“Sinrilik ini perlu diberi ruang untuk tumbuh di tengah masyarakat modern, diolah dengan pendekatan baru tanpa kehilangan ruh sehingga tetap relevan,” jelas Thahir.
Pembukaan Sekolah Sinrilik ini diharapkan menjadi titik awal penguatan tradisi lisan di Kabupaten Gowa agar terus berkembang di tengah perubahan zaman.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gowa Ary Mahdin Asfari, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gowa Muh. Sahir, serta unsur Tripika Kecamatan Bajeng.
Upaya ini ditandai dengan pembukaan Sekolah Sinrilik Angkatan I di Sanggar Bakti Antara Nusantara, Desa Maccini Baji, Kecamatan Bajeng, Sabtu (2/5).
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan sinrilik memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta menjaga ingatan kolektif masyarakat Gowa. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian tradisi lisan yang sarat nilai sejarah dan budaya.
“Sinrilik adalah pustaka berjalan yang memuat sejarah, nilai kepahlawanan, hingga etika hidup orang Gowa. Jika ia hilang, maka hilang pula jejak jati diri kita,” ujarnya.
Ia menyebut, kehadiran sekolah ini merupakan langkah konkret untuk menjawab keterbatasan jumlah passinrilik yang fasih, sekaligus menumbuhkan minat generasi muda di tengah arus digital.
“Sekolah Sinrilik menjadi ruang belajar yang menghubungkan pengetahuan teknik, pemahaman makna, dan kemampuan beradaptasi dengan zaman tanpa meninggalkan pakem,” lanjutnya.
Bupati Talenrang juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya agar tradisi tetap hidup dalam keseharian.
“Semoga peserta angkatan pertama menjadi penjaga nyala budaya yang mampu membawa sinrilik kembali hadir di sekolah, panggung budaya, hingga ruang yang lebih luas,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Sulawesi Selatan, Sinatriyo Danuhadiningrat, menilai pelestarian tradisi lisan memerlukan kerja yang sistematis.
“Pelestarian budaya membutuhkan pendataan yang akurat, dokumentasi yang rapi, serta pengarsipan yang berkelanjutan agar tradisi seperti sinrilik tetap terjaga dan dapat diakses lintas generasi,” terangnya.
Ia menambahkan, sinrilik merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang perlu dijaga melalui kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan akademisi.
Di kesempatan yang sama, akademisi Muhammad Thahir dalam orasi ilmiahnya menekankan bahwa tradisi harus terus dihidupkan agar tetap relevan.
“Sinrilik ini perlu diberi ruang untuk tumbuh di tengah masyarakat modern, diolah dengan pendekatan baru tanpa kehilangan ruh sehingga tetap relevan,” jelas Thahir.
Pembukaan Sekolah Sinrilik ini diharapkan menjadi titik awal penguatan tradisi lisan di Kabupaten Gowa agar terus berkembang di tengah perubahan zaman.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gowa Ary Mahdin Asfari, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gowa Muh. Sahir, serta unsur Tripika Kecamatan Bajeng.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
KTNA Gowa Siap Ikuti PENAS XVII, Sekda Minta Promosikan Potensi Daerah
Sekda Gowa, Andy Azis, mengajak seluruh rombongan KTNA Kabupaten Gowa untuk mempromosikan produk unggulan sektor pertanian dan perikanan daerah pada PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo.
Rabu, 17 Jun 2026 18:54
News
Program Mahasantri Gowa Cetak 167 Sarjana Al-Qur'an dan Tafsir
Sebanyak 167 Mahasantri Kabupaten Gowa angkatan Tahun Akademik 2022/2023 berhasil menyelesaikan pendidikan pada Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin.
Rabu, 17 Jun 2026 18:40
Sulsel
Dinilai Keliru, Kemendagri Diminta Evaluasi Hak Angket DPRD Gowa
Kuasa hukum penggugat hak angket DPRD Gowa dari Paranusa Law Firm, Muallim Bahar, meminta Kemendagri melakukan evaluasi total terhadap hak angket yang saat ini bergulir di DPRD Gowa.
Selasa, 16 Jun 2026 20:11
Sulsel
Wakil Bupati Gowa Lepas Ribuan Santri pada Pawai Muharram 1448 Hijriah
Ribuan santri, remaja masjid, orang tua santri, dan masyarakat memadati Lapangan Sultan Hasanuddin, Sungguminasa, Selasa (16/6/2026), untuk mengikuti Jalan Sehat Pawai Muharram.
Selasa, 16 Jun 2026 16:12
Sulsel
Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Bupati Gowa Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah sebagai sarana memperkuat persatuan.
Selasa, 16 Jun 2026 14:41
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Menggerakkan Kedaulatan Energi, PLN UIP Sulawesi Fokus Kembangkan EBT
2
Dosen dan Mahasiswa Politani Pangkep Kenalkan Inovasi Produk Rumput Laut di Mandalle
3
KFC dan Coffee Bean di Maros Menunggak Pajak, Nilainya Rp167 Juta
4
Jalan Berlubang yang Dalam jadi Titik Macet Baru di Jalan Poros Malino Gowa
5
BPJS Kesehatan & PWRI Perkuat Sinergi JKN untuk Pensiunan
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Menggerakkan Kedaulatan Energi, PLN UIP Sulawesi Fokus Kembangkan EBT
2
Dosen dan Mahasiswa Politani Pangkep Kenalkan Inovasi Produk Rumput Laut di Mandalle
3
KFC dan Coffee Bean di Maros Menunggak Pajak, Nilainya Rp167 Juta
4
Jalan Berlubang yang Dalam jadi Titik Macet Baru di Jalan Poros Malino Gowa
5
BPJS Kesehatan & PWRI Perkuat Sinergi JKN untuk Pensiunan