Anjing yang Serang Warga di Maros Positif Rabies, Pemkab Siapkan Vaksinasi Massal
Sabtu, 09 Mei 2026 18:34
Petugas melakukan vaksinasi rabies terhadap salah satu anjing di Kabupaten Maros. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
MAROS - Sebanyak delapan warga di Kecamatan Camba, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, menjadi korban gigitan anjing yang dinyatakan positif rabies.
Kasus ini membuat Kecamatan Camba ditetapkan sebagai wilayah kejadian luar biasa (KLB) rabies. Pemerintah Kabupaten Maros bersama Kementerian Pertanian pun melakukan penanganan darurat untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mengatakan kasus itu langsung ditindaklanjuti setelah adanya laporan dari Camat Camba terkait seekor anjing yang menyerang warga secara beruntun.
"Anjing ini secara berturut-turut menyerang manusia dan sudah ada delapan korban gigitan. Kami langsung menginstruksikan untuk memburu dan melumpuhkan anjing tersebut. Dan Alhamdulillah anjing tersebut sudah dilumpuhkan," kata Chaidir kepada wartawan, Sabtu (9/5/2026).
Sampel anjing tersebut kemudian diperiksa oleh Balai Besar Veteriner Maros dan hasilnya dinyatakan positif rabies.
Kepala Balai Besar Veteriner Maros, drh H Agustia, mengatakan hasil pemeriksaan segera disampaikan kepada Dinas Kesehatan agar para korban cepat mendapatkan penanganan medis.
“Hasil positif kami sampaikan dalam waktu 24 jam agar korban cepat mendapat penanganan medis. Yang utama adalah menyelamatkan manusia,” ujarnya.
Menurut Agustia, satu kasus gigitan yang terkonfirmasi positif rabies sudah masuk kategori KLB karena berisiko mengancam nyawa manusia.
Saat ini, pihaknya melakukan pengendalian dengan menetapkan radius pengawasan hingga tiga kecamatan di sekitar lokasi kasus atau sejauh 40 kilometer. Sebanyak 500 dosis vaksin rabies dari Kementerian Pertanian juga disiapkan untuk vaksinasi massal anjing di wilayah Camba.
"Kami targetkan minimal 80 persen populasi anjing dapat divaksin dalam satu bulan," tambahnya.
Salah seorang korban, Gufran, mengaku diserang saat jogging pagi. Menurutnya, anjing tersebut tiba-tiba menerkam tanpa menggonggong.
"Saya langsung tendang mundur, tapi dia lompat lagi lalu menggigit tangan dan betis saya," katanya.
Usai digigit, Gufran langsung membersihkan lukanya sebelum dibawa warga ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Kondisinya kini mulai membaik meski masih mengalami trauma.
Pemerintah mengimbau warga yang memiliki anjing peliharaan segera melakukan vaksinasi rabies. Warga juga diminta mencuci luka menggunakan air mengalir dan sabun selama 15 menit jika terkena gigitan hewan yang dicurigai rabies sebelum menuju fasilitas kesehatan terdekat.
Kasus ini membuat Kecamatan Camba ditetapkan sebagai wilayah kejadian luar biasa (KLB) rabies. Pemerintah Kabupaten Maros bersama Kementerian Pertanian pun melakukan penanganan darurat untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut.
Bupati Maros, AS Chaidir Syam, mengatakan kasus itu langsung ditindaklanjuti setelah adanya laporan dari Camat Camba terkait seekor anjing yang menyerang warga secara beruntun.
"Anjing ini secara berturut-turut menyerang manusia dan sudah ada delapan korban gigitan. Kami langsung menginstruksikan untuk memburu dan melumpuhkan anjing tersebut. Dan Alhamdulillah anjing tersebut sudah dilumpuhkan," kata Chaidir kepada wartawan, Sabtu (9/5/2026).
Sampel anjing tersebut kemudian diperiksa oleh Balai Besar Veteriner Maros dan hasilnya dinyatakan positif rabies.
Kepala Balai Besar Veteriner Maros, drh H Agustia, mengatakan hasil pemeriksaan segera disampaikan kepada Dinas Kesehatan agar para korban cepat mendapatkan penanganan medis.
“Hasil positif kami sampaikan dalam waktu 24 jam agar korban cepat mendapat penanganan medis. Yang utama adalah menyelamatkan manusia,” ujarnya.
Menurut Agustia, satu kasus gigitan yang terkonfirmasi positif rabies sudah masuk kategori KLB karena berisiko mengancam nyawa manusia.
Saat ini, pihaknya melakukan pengendalian dengan menetapkan radius pengawasan hingga tiga kecamatan di sekitar lokasi kasus atau sejauh 40 kilometer. Sebanyak 500 dosis vaksin rabies dari Kementerian Pertanian juga disiapkan untuk vaksinasi massal anjing di wilayah Camba.
"Kami targetkan minimal 80 persen populasi anjing dapat divaksin dalam satu bulan," tambahnya.
Salah seorang korban, Gufran, mengaku diserang saat jogging pagi. Menurutnya, anjing tersebut tiba-tiba menerkam tanpa menggonggong.
"Saya langsung tendang mundur, tapi dia lompat lagi lalu menggigit tangan dan betis saya," katanya.
Usai digigit, Gufran langsung membersihkan lukanya sebelum dibawa warga ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis. Kondisinya kini mulai membaik meski masih mengalami trauma.
Pemerintah mengimbau warga yang memiliki anjing peliharaan segera melakukan vaksinasi rabies. Warga juga diminta mencuci luka menggunakan air mengalir dan sabun selama 15 menit jika terkena gigitan hewan yang dicurigai rabies sebelum menuju fasilitas kesehatan terdekat.
(MAN)
Berita Terkait
Sulsel
BBVet Maros Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
Menjelang Hari Raya Idul Adha, Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros memastikan kesiapan dalam mengawasi kesehatan hewan kurban yang akan diperdagangkan di Sulawesi Selatan.
Selasa, 28 Apr 2026 14:53
Sulsel
BBVet Maros Uji 101.834 Sampel Hewan Selama 2025
Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros mencatat telah melakukan pengujian terhadap 101.834 sampel hewan dan sepanjang tahun 2025.
Rabu, 28 Jan 2026 14:48
Sulsel
Hari Rabies Sedunia, BBVet dan Pemda Maros Gelar Pemeriksaan Hewan Gratis
Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Kesehatan Maros, menggelar pemeriksaan dan vaksinasi hewan peliharaan Gratis.
Minggu, 05 Okt 2025 09:54
Makassar City
Cegah Rabies, DP2 Makassar Lakukan Vaksinasi Gratis di Puskesmas Kapasa
DP2 Kota Makassar bersama Puskesmas Kapasa melakukan vaksinasi rabies massal secara gratis di samping Lapangan BTN TNI AL, RW 004, Kelurahan Kapasa, Kecamatan Tamalanrea, Rabu (18/6/2025).
Rabu, 18 Jun 2025 12:15
News
Dukung Ibadah Haji & Umrah, Indosat Gandeng Siloam Hadirkan Paket Roaming Plus Vaksin
Menyambut musim Haji dan Umrah 2025, Indosat melalui brand IM3 dan Tri bekerja sama dengan Siloam Hospitals Makassar menghadirkan paket terpadu berisi layanan roaming dan vaksin meningitis.
Senin, 05 Mei 2025 12:05
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Tokoh Pendidikan Malaysia Sambangi SIT Darul Fikri Makassar
2
Minta Transparansi, Penghuni Vida View Siap Bawa Kisruh IPL dan P3SRS ke DPRD Makassar
3
Ketua Komisi III DPRD Maros Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes
4
Kinerja Moncer Awal 2026, SPJM Bukukan Laba Bersih di Atas Target
5
MaxOne Hotel & Resort Makassar Gelar Donor Darah Rutin Bersama Relawan PMI Makassar
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Dua Tokoh Pendidikan Malaysia Sambangi SIT Darul Fikri Makassar
2
Minta Transparansi, Penghuni Vida View Siap Bawa Kisruh IPL dan P3SRS ke DPRD Makassar
3
Ketua Komisi III DPRD Maros Desak Polisi Tuntaskan Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes
4
Kinerja Moncer Awal 2026, SPJM Bukukan Laba Bersih di Atas Target
5
MaxOne Hotel & Resort Makassar Gelar Donor Darah Rutin Bersama Relawan PMI Makassar