BBVet Maros Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Selasa, 28 Apr 2026 14:53
BBVet Maros Perketat Pengawasan Hewan Kurban Jelang Idul Adha
Kepala BBVet Maros, Agustian saat ditemui wartawan di ruang kerjanya. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
Comment
Share
MAROS - Menjelang Hari Raya Idul Adha, Balai Besar Veteriner (BBVet) Maros memastikan kesiapan dalam mengawasi kesehatan hewan kurban yang akan diperdagangkan di Sulawesi Selatan.

Kepala BBVet Maros, Agustian, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi guna mencegah penyebaran penyakit hewan saat momentum Idul Adha mendatang.

"Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami mengambil peran dalam mengamankan penyakit-penyakit hewan ternak kurban. Kami bahkan telah mempersiapkan personel, bahan, dan alat. Kami telah siapkan untuk memenuhi permintaan pengujian terhadap hewan yang akan diperdagangkan maupun dilalulintaskan," ujar Agustian saat ditemui wartawan, kemarin.

Ia menegaskan, secara umum kondisi penyakit pada ternak sapi, kerbau, dan kambing di wilayah Sulawesi Selatan saat ini telah terkendali. Meski demikian, masih terdapat sejumlah kasus penyakit, namun jumlahnya relatif kecil dibandingkan total populasi ternak.

"Laporan kasus yang masuk jauh berkurang dan tidak sebanding dengan populasi ternak yang mencapai ratusan ribu ekor. Jadi, kami pastikan kondisinya terkendali," jelasnya.

Dalam pengawasan lalu lintas ternak antar daerah, BBVet Maros menerapkan prosedur yang ketat. Setiap ternak yang akan dilalulintaskan wajib memiliki dokumen resmi seperti surat veteriner dan surat keterangan kesehatan hewan yang diterbitkan berdasarkan pemeriksaan fisik serta laboratorium.

"Ini menjadi langkah penting untuk memastikan hanya ternak sehat yang boleh dilalulintaskan, sehingga dapat menekan potensi penyebaran penyakit," katanya.

Meski begitu, BBVet Maros masih menemukan sejumlah kecil ternak yang terindikasi penyakit saat pemeriksaan. Terhadap temuan tersebut, pihaknya langsung memberikan rekomendasi agar ternak tidak dilalulintaskan.

"Ada temuan, tapi jumlahnya sangat kecil, tidak sampai satu persen dari total yang diperiksa," ungkap Agustian.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih selektif dalam memilih hewan kurban. Menurutnya, ada beberapa ciri sederhana yang dapat dikenali untuk memastikan kesehatan hewan, seperti kondisi fisik yang aktif, tidak lemas, serta tidak menunjukkan gejala penyakit seperti mulut berbusa yang menjadi indikasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

"Kalau terlihat tidak sehat, jangan dipaksakan untuk dibeli atau dikurbankan. Bisa juga dengan cara sederhana, seperti menyentuh tubuh hewan. Jika terasa panas, kemungkinan sedang sakit," jelasnya.

Dengan berbagai upaya tersebut, BBVet Maros optimistis pelaksanaan Idul Adha tahun ini dapat berjalan lancar dengan hewan kurban yang sehat dan aman bagi masyarakat.

"Kami terus mengimbau agar masyarakat membeli hewan kurban dari sumber terpercaya dan telah melalui pemeriksaan kesehatan," tutupnya.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru