Yayasan Daerah untuk Negeri dan BRI Peduli Hadirkan Program Literasi Anak Negeri di Maros

Minggu, 24 Mei 2026 15:59
Yayasan Daerah untuk Negeri dan BRI Peduli Hadirkan Program Literasi Anak Negeri di Maros
Yayasan Daerah Untuk Negeri (DUN), didukung oleh BRI Peduli, menghadirkan program Literasi Anak Negeri di SDN 159 Tekolabbua, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Foto: Istimewa
Comment
Share
MAROS - Yayasan Daerah Untuk Negeri (DUN), didukung oleh BRI Peduli, menghadirkan program Literasi Anak Negeri di SDN 159 Tekolabbua, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Program ini menargetkan 60 siswa kelas 2 hingga kelas 5 sebagai penerima manfaat utama untuk memperkuat kemampuan membaca dan memahami bacaan.

Sebagai tahap awal, DUN telah melaksanakan rangkaian kegiatan pada 22-23 Mei 2026 di SDN 159 Tekolabbua, meliputi peluncuran program, pelatihan 15 guru, sosialisasi kepada orang tua dari 100 siswa, serta asesmen awal kemampuan membaca terhadap 100 siswa kelas 2 hingga kelas 5.

Program ini menjadi kelanjutan dari pilot Literasi Anak Negeri yang sebelumnya dijalankan di SDN 1 Malaka, Lombok, Nusa Tenggara Barat bersama BRI Peduli. Pilot tersebut diikuti 41 siswa selama empat bulan melalui 48 sesi pembelajaran. Hasilnya, siswa yang mencapai level “Lancar dan Paham” meningkat dari 0 persen di awal program menjadi hampir 60 persen di akhir program. Sementara itu, siswa pada level awal, yaitu dasar, huruf, dan kata, turun dari 31,7 persen menjadi 0 persen.

“Literasi adalah fondasi utama bagi anak untuk belajar dan mengejar cita-citanya. Sulit membayangkan bagaimana seorang anak dapat bertahan di mata pelajaran lain jika ia belum mampu mencerna informasi dari apa yang ia baca,” ujar Reybi Waren, Founder Daerah Untuk Negeri.

Pemilihan Kabupaten Maros dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi literasi di Sulawesi Selatan, status Rapor Pendidikan, dan keterjangkauan wilayah. SDN 159 Tekolabbua dipilih berdasarkan nilai rapor literasi sekolah, masukan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Maros, serta kesiapan pihak sekolah untuk berkolaborasi dalam memperkuat kemampuan membaca siswa.

Dalam pelaksanaannya, DUN menggunakan metode Teaching at the Right Level yang dikembangkan oleh organisasi nirlaba internasional di bidang pendidikan, dengan penyesuaian terhadap konteks lokal. Metode ini menempatkan siswa berdasarkan kemampuan aktual membaca, bukan semata-mata berdasarkan kelas atau usia. Dengan hasil asesmen awal, siswa akan dikelompokkan sesuai tingkat kemampuan membaca agar guru dapat mengajar dengan metode dan kecepatan yang lebih tepat.

Selain pembelajaran literasi, bersama BRI Peduli, DUN juga akan memperkuat lingkungan membaca di sekolah melalui renovasi koridor baca SDN 159 Tekolabbua. Renovasi ini mencakup perbaikan infrastruktur ruang baca serta pengadaan 100 buku bacaan yang telah dikurasi dan sesuai untuk anak sekolah dasar.

“Kami merasa optimistis karena semua pemangku kepentingan menunjukkan keterbukaan dan semangat untuk berkolaborasi. Ini menjadi tanda baik bagi keberlanjutan program ke depan,” lanjut Reybi.

Program Literasi Anak Negeri di SDN 159 Tekolabbua akan berlangsung selama empat bulan dengan total 48 sesi pembelajaran, tiga kali per minggu, masing-masing selama 1,5 jam. Melalui dukungan BRI Peduli, DUN berharap program ini dapat membantu siswa meningkatkan kemampuan membaca, membangun rasa percaya diri, dan menjadi model intervensi literasi yang dapat direplikasi di daerah lain.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru