Jeneponto Tegaskan Komitmen Lindungi Lahan Pertanian Lewat Penetapan LP2B
Jum'at, 10 Jul 2026 11:41
Bupati Jeneponto, Paris Yasir. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Bupati Jeneponto H. Paris Yasir menghadiri Rapat Koordinasi Finalisasi Penetapan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) yang dirangkaikan dengan penandatanganan berita acara penetapan LP2B kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan di Ruang Rapat Pimpinan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, dan dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan bersama para bupati, wakil bupati, serta wali kota se-Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota dalam mempercepat penetapan LP2B sebagai kawasan pertanian yang dilindungi dari alih fungsi lahan.
Penetapan LP2B merupakan bagian dari strategi nasional untuk menjaga ketahanan pangan melalui perlindungan lahan pertanian produktif. Kebijakan tersebut juga diharapkan mampu menekan laju alih fungsi lahan sawah yang selama ini menjadi tantangan di berbagai daerah.
Bupati Jeneponto H. Paris Yasir menegaskan Pemerintah Kabupaten Jeneponto mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat perlindungan lahan pertanian. Menurutnya, LP2B memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah.
"Penetapan LP2B merupakan langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta melindungi lahan produktif untuk kesejahteraan petani dan masyarakat," kata Paris Yasir.
Ia menegaskan Pemkab Jeneponto siap mengimplementasikan kebijakan tersebut melalui penguatan perencanaan tata ruang, perlindungan kawasan pertanian produktif, serta peningkatan sinergi lintas sektor agar pembangunan daerah berjalan seiring dengan upaya menjaga ketahanan pangan.
Menurutnya, penetapan LP2B akan membuat pengelolaan ruang di Kabupaten Jeneponto semakin terarah sehingga lahan pertanian produktif tetap terjaga, produktivitas pertanian meningkat, dan kesejahteraan petani terus didorong.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid meminta seluruh pemerintah daerah di Sulawesi Selatan segera menuntaskan proses penetapan LP2B. Langkah tersebut dinilai penting sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus memberikan kepastian hukum terhadap perlindungan lahan pertanian produktif.
Saat ini, Provinsi Sulawesi Selatan telah menetapkan kawasan LP2B seluas 660.638 hektare, menjadikannya sebagai provinsi dengan luas LP2B terbesar di Pulau Sulawesi. Capaian tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan, melindungi lahan pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat regional maupun nasional.
Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Jeneponto dalam rapat koordinasi tersebut menjadi wujud komitmen daerah dalam mendukung agenda strategis nasional di bidang agraria dan ketahanan pangan, sekaligus memastikan pembangunan daerah tetap berpihak pada keberlanjutan sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat.
Rapat koordinasi tersebut dipimpin Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, dan dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan bersama para bupati, wakil bupati, serta wali kota se-Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota dalam mempercepat penetapan LP2B sebagai kawasan pertanian yang dilindungi dari alih fungsi lahan.
Penetapan LP2B merupakan bagian dari strategi nasional untuk menjaga ketahanan pangan melalui perlindungan lahan pertanian produktif. Kebijakan tersebut juga diharapkan mampu menekan laju alih fungsi lahan sawah yang selama ini menjadi tantangan di berbagai daerah.
Bupati Jeneponto H. Paris Yasir menegaskan Pemerintah Kabupaten Jeneponto mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dalam memperkuat perlindungan lahan pertanian. Menurutnya, LP2B memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian sebagai salah satu penopang utama perekonomian daerah.
"Penetapan LP2B merupakan langkah strategis dalam menjaga keberlanjutan lahan pertanian, memperkuat ketahanan pangan, serta melindungi lahan produktif untuk kesejahteraan petani dan masyarakat," kata Paris Yasir.
Ia menegaskan Pemkab Jeneponto siap mengimplementasikan kebijakan tersebut melalui penguatan perencanaan tata ruang, perlindungan kawasan pertanian produktif, serta peningkatan sinergi lintas sektor agar pembangunan daerah berjalan seiring dengan upaya menjaga ketahanan pangan.
Menurutnya, penetapan LP2B akan membuat pengelolaan ruang di Kabupaten Jeneponto semakin terarah sehingga lahan pertanian produktif tetap terjaga, produktivitas pertanian meningkat, dan kesejahteraan petani terus didorong.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid meminta seluruh pemerintah daerah di Sulawesi Selatan segera menuntaskan proses penetapan LP2B. Langkah tersebut dinilai penting sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung program swasembada pangan nasional sekaligus memberikan kepastian hukum terhadap perlindungan lahan pertanian produktif.
Saat ini, Provinsi Sulawesi Selatan telah menetapkan kawasan LP2B seluas 660.638 hektare, menjadikannya sebagai provinsi dengan luas LP2B terbesar di Pulau Sulawesi. Capaian tersebut diharapkan menjadi fondasi dalam menjaga keberlanjutan produksi pangan, melindungi lahan pertanian, serta memperkuat ketahanan pangan di tingkat regional maupun nasional.
Keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Jeneponto dalam rapat koordinasi tersebut menjadi wujud komitmen daerah dalam mendukung agenda strategis nasional di bidang agraria dan ketahanan pangan, sekaligus memastikan pembangunan daerah tetap berpihak pada keberlanjutan sektor pertanian dan kesejahteraan masyarakat.
(MAN)
Berita Terkait
News
Bupati Jeneponto Minta BPD dan Pemdes Kompak Layani Masyarakat
Bupati Jeneponto H Paris Yasir memimpin pengambilan sumpah/janji anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) masa bakti 2026-2034. Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Bupati Jeneponto, Jumat (25/9/2026).
Jum'at, 25 Sep 2026 16:26
Sulsel
Bupati Jeneponto Disebut Berhasil Naikkan Anggaran Pasar Turatea jadi Rp172 M
Konsultan perencanaan pembangunan Pasar Turatea, Jeneponto, Muh. Ghalib Siantang M. Nur, mengungkapkan keberhasilan Bupati Jeneponto H. Paris Yasir dalam mengusulkan peningkatan anggaran pembangunan pasar.
Selasa, 15 Sep 2026 17:15
Sulsel
Bupati Jeneponto Cek Layanan Adminduk-Kesehatan di RSUD Lanto Dg Pasewang
Bupati Jeneponto H. Paris Yasir turun langsung memantau pelayanan Adminduk yang terintegrasi dengan layanan jaminan sosial dan kesehatan masyarakat di RSUD Lanto Dg Pasewang, Jumat (11/9/2026).
Jum'at, 11 Sep 2026 20:18
News
Sinergi PLN dan Pemkab Jeneponto Perkuat Legalitas 69 Tapak Tower SUTT
Proses legalisasi 69 tapak tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Punagaya–Bantaeng memasuki tahap lanjutan setelah Pemkab Jeneponto memberikan rekomendasi.
Kamis, 10 Sep 2026 18:07
News
Perkuat SDM, Bupati Jeneponto Buka PBK Batch 4 Tahun 2026
Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Batch 4 Tahun 2026 resmi dibuka di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan. Program ini menyasar peningkatan keterampilan masyarakat agar lebih siap memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha.
Kamis, 10 Sep 2026 13:57
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Borong 27 Dukungan DPC hingga DPP, Appi Selangkah Lagi Aklamasi Pimpin Demokrat Sulsel
2
Perumda Parkir Makassar Gandeng Aparat Tertibkan Jukir Liar
3
Ribuan Peserta Ikuti Forkot KORMI Kota Makassar
4
DPO Kasus Penggelapan, ASN Maros Terancam Dipecat
5
Menperin Apresiasi Matappa Academy Masmindo, Siapkan Tenaga Kerja Lokal
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Borong 27 Dukungan DPC hingga DPP, Appi Selangkah Lagi Aklamasi Pimpin Demokrat Sulsel
2
Perumda Parkir Makassar Gandeng Aparat Tertibkan Jukir Liar
3
Ribuan Peserta Ikuti Forkot KORMI Kota Makassar
4
DPO Kasus Penggelapan, ASN Maros Terancam Dipecat
5
Menperin Apresiasi Matappa Academy Masmindo, Siapkan Tenaga Kerja Lokal