Warga Lampia Minta Polemik Lahan PSN Tak Picu Perpecahan
Sabtu, 01 Agu 2026 18:14
Aksi penyampaian aspirasi yang digelar Sabtu (01/08), ratusan warga yang mengaku sebagai masyarakat asli Lampia meminta seluruh pihak menjaga situasi tetap kondusif. Foto: Istimewa
LUWU TIMUR - Polemik lahan Proyek Strategis Nasional (PSN) di Dusun Laoli, Desa Harapan, Kecamatan Malili, kembali menjadi perhatian masyarakat.
Dalam aksi penyampaian aspirasi yang digelar Sabtu (01/08), ratusan warga yang mengaku sebagai masyarakat asli Lampia meminta seluruh pihak menjaga situasi tetap kondusif, termasuk menolak kehadiran Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar yang selama ini mendampingi sebagian warga di kawasan tersebut.
Menurut massa aksi, pendampingan hukum yang dilakukan dikhawatirkan memperuncing perbedaan pandangan di tengah masyarakat yang selama ini hidup berdampingan.
Mereka meminta proses penataan kawasan aset Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang telah ditetapkan sebagai lokasi pembangunan PT Indonesia Huali Industrial Park (IHIP) dapat berjalan melalui mekanisme pemerintah tanpa memicu konflik horizontal.
Tasdin (51) menilai masyarakat asli Dusun Laoli memiliki harapan besar terhadap hadirnya kawasan industri sebagai penggerak ekonomi baru.
"Kami datang untuk menyatukan sikap mendukung PSN karena PT IHIP membawa harapan bagi kemajuan desa kami. Ada yang mengaku warga Laoli di atas lahan itu, menurut kami tidak benar. Yang hadir hari ini adalah warga asli Laoli dan Lampia. Jangan menjual nama dusun kami seolah-olah seluruh masyarakat Laoli menolak proyek ini," katanya.
Selain menyampaikan penolakan terhadap kehadiran LBH Makassar, massa juga mendukung percepatan pengosongan lahan yang merupakan aset Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dengan status Hak Pengelolaan Lahan (HPL) untuk mendukung pembangunan kawasan industri nasional.
Di sisi lain, persoalan lahan tersebut masih terus bergulir. Sejumlah warga yang masih bertahan di dalam kawasan melalui pendampingan LBH Makassar tetap memperjuangkan tuntutan mereka terkait tanaman, bangunan, dan aktivitas berkebun yang telah dilakukan selama bertahun-tahun.
Sementara Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menegaskan bahwa proses penataan kawasan dilakukan berdasarkan status hukum aset daerah dan merupakan bagian dari percepatan pembangunan kawasan industri yang telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional.
Aksi penyampaian aspirasi berlangsung aman dengan pengawalan aparat keamanan. Warga berharap seluruh pihak dapat mengedepankan dialog serta menjaga persatuan masyarakat di tengah proses pembangunan yang sedang berjalan.
Dalam aksi penyampaian aspirasi yang digelar Sabtu (01/08), ratusan warga yang mengaku sebagai masyarakat asli Lampia meminta seluruh pihak menjaga situasi tetap kondusif, termasuk menolak kehadiran Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar yang selama ini mendampingi sebagian warga di kawasan tersebut.
Menurut massa aksi, pendampingan hukum yang dilakukan dikhawatirkan memperuncing perbedaan pandangan di tengah masyarakat yang selama ini hidup berdampingan.
Mereka meminta proses penataan kawasan aset Pemerintah Kabupaten Luwu Timur yang telah ditetapkan sebagai lokasi pembangunan PT Indonesia Huali Industrial Park (IHIP) dapat berjalan melalui mekanisme pemerintah tanpa memicu konflik horizontal.
Tasdin (51) menilai masyarakat asli Dusun Laoli memiliki harapan besar terhadap hadirnya kawasan industri sebagai penggerak ekonomi baru.
"Kami datang untuk menyatukan sikap mendukung PSN karena PT IHIP membawa harapan bagi kemajuan desa kami. Ada yang mengaku warga Laoli di atas lahan itu, menurut kami tidak benar. Yang hadir hari ini adalah warga asli Laoli dan Lampia. Jangan menjual nama dusun kami seolah-olah seluruh masyarakat Laoli menolak proyek ini," katanya.
Selain menyampaikan penolakan terhadap kehadiran LBH Makassar, massa juga mendukung percepatan pengosongan lahan yang merupakan aset Pemerintah Kabupaten Luwu Timur dengan status Hak Pengelolaan Lahan (HPL) untuk mendukung pembangunan kawasan industri nasional.
Di sisi lain, persoalan lahan tersebut masih terus bergulir. Sejumlah warga yang masih bertahan di dalam kawasan melalui pendampingan LBH Makassar tetap memperjuangkan tuntutan mereka terkait tanaman, bangunan, dan aktivitas berkebun yang telah dilakukan selama bertahun-tahun.
Sementara Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menegaskan bahwa proses penataan kawasan dilakukan berdasarkan status hukum aset daerah dan merupakan bagian dari percepatan pembangunan kawasan industri yang telah ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional.
Aksi penyampaian aspirasi berlangsung aman dengan pengawalan aparat keamanan. Warga berharap seluruh pihak dapat mengedepankan dialog serta menjaga persatuan masyarakat di tengah proses pembangunan yang sedang berjalan.
(GUS)
Berita Terkait
News
PLN dan Pemkab Bantaeng Perkuat Sinergi Percepat Pembangunan SUTT 150 kV
PLN UIP Sulawesi bersama Pemerintah Kabupaten Bantaeng memperkuat sinergi untuk mempercepat pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Punagaya–Bantaeng.
Kamis, 30 Jul 2026 13:53
News
Konflik Laoli di Luwu Timur Diduga "Dipelihara" Oknum agar Tetap Panas
Pemkab Luwu Timur terus dan telah menempuh upaya persuasif guna menghadapi masyarakat di konflik lahan Dusun Laoli, Desa Harapan, Kecamatan Malili.
Kamis, 30 Jul 2026 13:21
Sulsel
Pemkab Lutim Tegaskan Mayoritas Warga di Dusun Laoli Sudah Terima Santunan
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur menyatakan bahwa mayoritas masyarakat terdampak penyediaan lahan untuk Proyek Strategis Nasional (PSN) Indonesia Huali Industry Park (IHIP) di Dusun Laoli, Desa Harapan, Kecamatan Malili, telah menerima santunan.
Rabu, 29 Jul 2026 19:56
News
PLN UIP Sulawesi Gandeng Kejari Bantaeng Kebut Pembangunan SUTT 150 kV
Kerja sama ini menjadi bentuk sinergi dalam mendukung percepatan pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV Punagaya–Bantaeng yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Senin, 29 Jun 2026 18:46
News
Kolaborasi PLN - Polda Sulsel Kunci Kelancaran Infrastruktur Listrik di Sulawesi
Audiensi ini menjadi langkah strategis PLN untuk menjaga kesinambungan koordinasi dengan aparat keamanan, sekaligus memastikan proyek-proyek ketenagalistrikan di Sulawesi Selatan berjalan lancar.
Senin, 27 Apr 2026 17:36
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pendapatan Telkom Naik Jadi Rp75,9 Triliun, Laba Bersih Ikut Menguat
2
Warga Lampia Minta Polemik Lahan PSN Tak Picu Perpecahan
3
Telkomsel Terus Bertumbuh, Laba Bersih Capai Rp10,4 Triliun di Semester I 2026
4
DLH Makassar Wajibkan Pemilahan Sampah dari Sumber, TPA Tamangapa Hanya Terima Residu
5
Setelah 20 Tahun Vakum, Road Race Resmi Kembali Hadir di Gowa
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Pendapatan Telkom Naik Jadi Rp75,9 Triliun, Laba Bersih Ikut Menguat
2
Warga Lampia Minta Polemik Lahan PSN Tak Picu Perpecahan
3
Telkomsel Terus Bertumbuh, Laba Bersih Capai Rp10,4 Triliun di Semester I 2026
4
DLH Makassar Wajibkan Pemilahan Sampah dari Sumber, TPA Tamangapa Hanya Terima Residu
5
Setelah 20 Tahun Vakum, Road Race Resmi Kembali Hadir di Gowa