Konsolidasi di Maros, IAS Target Kursi Golkar di DPRD Naik 50 Persen

Selasa, 25 Agu 2026 17:15
Konsolidasi di Maros, IAS Target Kursi Golkar di DPRD Naik 50 Persen
Ketua Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin memimpin rapat kondolidasi yang digelar di Kabupaten Maros. Foto: SINDO Makassar/Najmi S Limonu
Comment
Share
MAROS - DPD I Partai Golongan Karya (Golkar) Sulawesi Selatan mulai memperkuat konsolidasi organisasi di Kabupaten Maros. Ketua DPD Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), menargetkan perolehan kursi Golkar di DPRD Maros naik 50 persen pada Pemilu mendatang.

Konsolidasi tersebut dipimpin langsung IAS di Gedung Golkar Maros, Jalan Bakri Turikale, Selasa (25/8/2026). Sejumlah kader turut hadir, di antaranya anggota DPRD Sulsel Patarai Amir dan anggota AMPI Muetazim Mansyur.

Konsolidasi dilakukan setelah Ketua DPD II Golkar Maros, Suhartina Bohari, mengundurkan diri. Ilham mengatakan Suhartina memilih mundur untuk lebih fokus mengurus keluarga dan usaha.

"Sementara partai ini kan tidak boleh vakum. Harus ada yang isi dan menggerakkan partai," katanya.

Selain memastikan roda organisasi tetap berjalan, Ilham membawa target peningkatan perolehan kursi legislatif Golkar di Maros.

Saat ini Golkar memiliki enam kursi di DPRD Maros. Sementara jumlah kursi DPRD Maros pada Pemilu mendatang akan bertambah dari 35 menjadi 40 kursi.

"Kontrak politik saya dengan Ketua Umum, ada peningkatan kursi 50 persen untuk kabupaten, untuk pusat dan provinsi. Saya juga berharap di tingkat kabupaten juga ada peningkatan seperti itu," katanya kepada wartawan.

Menurut Ilham, penambahan jumlah kursi DPRD Maros menjadi peluang bagi Golkar untuk meningkatkan keterwakilan di parlemen. Ia meminta jajaran DPD II Golkar Maros tidak hanya mempertahankan enam kursi yang ada, tetapi berupaya menambah perolehan kursi.

"Tanggung jawab secara kelembagaan dengan pusat, saya juga minta kepada teman-teman di DPD II juga harus seperti itu," ujarnya.

Mesin Partai Sempat Vakum

Di tengah upaya meningkatkan perolehan kursi, Ilham juga menyoroti kondisi internal Golkar Maros. Ia mengakui aktivitas partai di daerah tersebut sempat menurun dalam beberapa tahun terakhir.

Bahkan, menurut Ilham, kegiatan partai di Gedung Golkar Maros hampir tidak berjalan selama sekitar lima tahun.

"Hampir lima tahun di kantor ini, dengan acara ini, lima tahun tidak pernah ada kegiatan," ungkapnya.

Karena itu, konsolidasi tersebut diharapkan menjadi momentum untuk kembali menggerakkan mesin partai, memperkuat struktur hingga tingkat bawah, dan membangun soliditas kader.

Ilham menegaskan Golkar membutuhkan kader yang memiliki waktu untuk mengurus organisasi, mampu melakukan konsolidasi, serta memiliki elektabilitas di tengah masyarakat.
(MAN)
Berita Terkait
Berita Terbaru