Ajak UMKM Objek Wisata Ke'te' Kesu' Tingkatkan Kesadaran Pelindungan Hukum KI
Rabu, 02 Sep 2026 09:49
Kemenkum Sulsel) mengajak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan objek wisata Kete Kesu, Kabupaten Toraja Utara, untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pelindung Hukum.
TORAJA - Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) mengajak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan objek wisata Ke'te' Kesu', Kabupaten Toraja Utara, untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya pelindungan hukum Kekayaan Intelektual (KI).
Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi secara langsung mengenai Hak Cipta dan Merek, sekaligus penyebaran brosur informasi KI kepada pelaku usaha di kawasan wisata, Senin (31/8/2026).
Dalam sosialisasi tersebut, Tim Kanwil Kemenkum Sulsel memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali dan melindungi karya maupun identitas usaha yang dimiliki. Pelaku UMKM diberikan informasi mengenai Hak Cipta sebagai instrumen pelindungan terhadap karya yang lahir dari kreativitas, serta Merek yang dapat memberikan pelindungan terhadap nama, logo, atau tanda yang digunakan untuk membedakan produk dan jasa.
Edukasi secara langsung tersebut juga disertai dengan pembagian brosur agar informasi mengenai KI dapat dipelajari kembali oleh pelaku usaha. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM untuk tidak hanya fokus pada pengembangan dan pemasaran produk, tetapi juga memastikan aspek legalitas dan pelindungan kekayaan intelektual menjadi bagian dari pengembangan usaha.
Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Sulsel, Demson Marihot, mengatakan peningkatan kesadaran KI bagi UMKM penting dilakukan karena kreativitas dan identitas usaha merupakan aset yang memiliki nilai ekonomi.
“Pelaku UMKM perlu memahami bahwa produk yang mereka hasilkan, termasuk nama dan identitas usaha, merupakan bagian dari kekayaan intelektual yang perlu dilindungi. Melalui edukasi secara langsung seperti ini, kami ingin memastikan masyarakat mengetahui apa yang dapat dilindungi dan bagaimana memperoleh pelindungan hukumnya,” ujar Demson.
Menurutnya, pencatatan dan pendaftaran KI sejak awal dapat memberikan kepastian hukum sekaligus menjadi langkah preventif terhadap potensi penggunaan atau pemanfaatan karya dan identitas usaha oleh pihak lain tanpa izin.
“Kami mendorong pelaku UMKM untuk tidak menunggu sampai terjadi persoalan. Kenali kekayaan intelektual yang dimiliki, kemudian lindungi sesuai rezimnya. Dengan begitu, kreativitas masyarakat dapat berkembang dengan rasa aman dan memberikan nilai tambah bagi usaha,” lanjutnya.
Kakanwil Kemenkum Sulsel, Andi Basmal, dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa penyebaran informasi KI secara langsung di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen Kanwil untuk menghadirkan layanan hukum yang mudah dijangkau.
“Kami ingin memastikan informasi mengenai pelindungan kekayaan intelektual tidak hanya berada di ruang-ruang pelayanan, tetapi sampai langsung kepada masyarakat dan pelaku UMKM. Ke'te' Kesu' memiliki potensi ekonomi kreatif dan budaya yang besar, sehingga kesadaran untuk melindungi karya serta merek menjadi sangat penting,” ujar Andi Basmal.
Ia menambahkan bahwa pelindungan KI dapat menjadi salah satu fondasi dalam meningkatkan daya saing UMKM, terutama ketika produk lokal semakin dikenal dan memiliki pasar yang lebih luas.
“Ketika sebuah produk berkembang dan memiliki nilai ekonomi, maka identitas serta karya yang melekat di dalamnya harus mendapat pelindungan. Kami mendorong UMKM di Toraja Utara untuk semakin sadar KI agar kreativitas lokal tidak hanya berkembang, tetapi juga terlindungi dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” tegasnya.
Kanwil Kemenkum Sulsel akan terus mendorong peningkatan literasi dan kesadaran KI melalui pendekatan edukatif dan layanan yang lebih dekat dengan masyarakat. Upaya tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem kekayaan intelektual yang semakin kuat sekaligus mendukung UMKM dan pelaku ekonomi kreatif daerah dalam mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.
Upaya tersebut dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi secara langsung mengenai Hak Cipta dan Merek, sekaligus penyebaran brosur informasi KI kepada pelaku usaha di kawasan wisata, Senin (31/8/2026).
Dalam sosialisasi tersebut, Tim Kanwil Kemenkum Sulsel memberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali dan melindungi karya maupun identitas usaha yang dimiliki. Pelaku UMKM diberikan informasi mengenai Hak Cipta sebagai instrumen pelindungan terhadap karya yang lahir dari kreativitas, serta Merek yang dapat memberikan pelindungan terhadap nama, logo, atau tanda yang digunakan untuk membedakan produk dan jasa.
Edukasi secara langsung tersebut juga disertai dengan pembagian brosur agar informasi mengenai KI dapat dipelajari kembali oleh pelaku usaha. Langkah ini diharapkan dapat mendorong pelaku UMKM untuk tidak hanya fokus pada pengembangan dan pemasaran produk, tetapi juga memastikan aspek legalitas dan pelindungan kekayaan intelektual menjadi bagian dari pengembangan usaha.
Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum Sulsel, Demson Marihot, mengatakan peningkatan kesadaran KI bagi UMKM penting dilakukan karena kreativitas dan identitas usaha merupakan aset yang memiliki nilai ekonomi.
“Pelaku UMKM perlu memahami bahwa produk yang mereka hasilkan, termasuk nama dan identitas usaha, merupakan bagian dari kekayaan intelektual yang perlu dilindungi. Melalui edukasi secara langsung seperti ini, kami ingin memastikan masyarakat mengetahui apa yang dapat dilindungi dan bagaimana memperoleh pelindungan hukumnya,” ujar Demson.
Menurutnya, pencatatan dan pendaftaran KI sejak awal dapat memberikan kepastian hukum sekaligus menjadi langkah preventif terhadap potensi penggunaan atau pemanfaatan karya dan identitas usaha oleh pihak lain tanpa izin.
“Kami mendorong pelaku UMKM untuk tidak menunggu sampai terjadi persoalan. Kenali kekayaan intelektual yang dimiliki, kemudian lindungi sesuai rezimnya. Dengan begitu, kreativitas masyarakat dapat berkembang dengan rasa aman dan memberikan nilai tambah bagi usaha,” lanjutnya.
Kakanwil Kemenkum Sulsel, Andi Basmal, dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa penyebaran informasi KI secara langsung di tengah masyarakat merupakan bentuk komitmen Kanwil untuk menghadirkan layanan hukum yang mudah dijangkau.
“Kami ingin memastikan informasi mengenai pelindungan kekayaan intelektual tidak hanya berada di ruang-ruang pelayanan, tetapi sampai langsung kepada masyarakat dan pelaku UMKM. Ke'te' Kesu' memiliki potensi ekonomi kreatif dan budaya yang besar, sehingga kesadaran untuk melindungi karya serta merek menjadi sangat penting,” ujar Andi Basmal.
Ia menambahkan bahwa pelindungan KI dapat menjadi salah satu fondasi dalam meningkatkan daya saing UMKM, terutama ketika produk lokal semakin dikenal dan memiliki pasar yang lebih luas.
“Ketika sebuah produk berkembang dan memiliki nilai ekonomi, maka identitas serta karya yang melekat di dalamnya harus mendapat pelindungan. Kami mendorong UMKM di Toraja Utara untuk semakin sadar KI agar kreativitas lokal tidak hanya berkembang, tetapi juga terlindungi dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” tegasnya.
Kanwil Kemenkum Sulsel akan terus mendorong peningkatan literasi dan kesadaran KI melalui pendekatan edukatif dan layanan yang lebih dekat dengan masyarakat. Upaya tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem kekayaan intelektual yang semakin kuat sekaligus mendukung UMKM dan pelaku ekonomi kreatif daerah dalam mengembangkan potensi lokal secara berkelanjutan.
(GUS)
Berita Terkait
Sulsel
Harmonisasi Ranperbup Kabupaten Sidrap Terkait Standar Harga Satuan Tahun 2027
Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan (Kanwil Kemenkum Sulsel) melaksanakan rapat pengharmonisasian, pembulatan, dan pemantapan konsepsi Rancangan Peraturan Bupati (Ranperbup) Kabupaten Sidenreng Rappang
Sabtu, 17 Okt 2026 14:11
Sulsel
Ratusan Pelaku Usaha Ramaikan Expo UMKM Haji dan Umrah di Gowa
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, mendorong pelaku usaha UMKM di Sulawesi Selatan untuk meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar, termasuk mengambil peluang dalam rantai pasok kebutuhan jemaah haji dan umrah.
Sabtu, 17 Okt 2026 13:28
Ekbis
BI Sulsel Bawa 22 UMKM REWAKO Tembus Pasar Global lewat TEI 2026
BI Sulsel menghadirkan 22 UMKM REWAKO binaannya dengan beragam produk unggulan daerah pada ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.
Jum'at, 16 Okt 2026 20:13
Ekbis
11 UMKM Sulsel Perluas Pasar Produk Halal & Modest Fashion di ISEF 2026
Sebanyak 11 UMKM binaan Bank Indonesia (BI) Sulawesi Selatan (Sulsel) ambil bagian dalam Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026 di Jakarta.
Kamis, 15 Okt 2026 22:57
News
Matangkan Layanan Kemenkum Sulsel Melalui Evaluasi Aplikasi La Macca
Kepala Bagian Tata Usaha dan Umum (TUM) Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sulawesi Selatan, Meydi Zulqadri, terus mendorong optimalisasi pelayanan administrasi melalui pengembangan dan implementasi aplikasi La Macca. Upaya ini dilakukan untuk mewujudkan layanan yang lebih cepat, terintegrasi, transparan, dan akuntabel di lingkungan Kanwil Kemenkum Sulsel.
Kamis, 15 Okt 2026 21:06
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Musprovlub FOKSI Sulsel Tetapkan Syamsu Alam Jadi Ketua Baru, Target Ikut Pra PON 2027
2
Athirah Baruga Education Expo Tampilkan 99 Karya Siswa, 7 Guru Besar jadi Penguji
3
OJK Jatuhkan Denda Rp2,1 Triliun Terkait Saham DSSA, BREN, dan CUAN
4
Geely Ricklean Makassar Punya Fasilitas 3S, Buru Penjualan 500 Unit di 2026
5
Modal Usaha Rp1,5 Miliar, IKA Unhas Bantu Mahasiswa Jadi Pengusaha
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Musprovlub FOKSI Sulsel Tetapkan Syamsu Alam Jadi Ketua Baru, Target Ikut Pra PON 2027
2
Athirah Baruga Education Expo Tampilkan 99 Karya Siswa, 7 Guru Besar jadi Penguji
3
OJK Jatuhkan Denda Rp2,1 Triliun Terkait Saham DSSA, BREN, dan CUAN
4
Geely Ricklean Makassar Punya Fasilitas 3S, Buru Penjualan 500 Unit di 2026
5
Modal Usaha Rp1,5 Miliar, IKA Unhas Bantu Mahasiswa Jadi Pengusaha