85 Siswa dan 3 Guru SMAN 4 Lutim Diduga Keracunan Usai Bazar Kelas

Senin, 05 Okt 2026 20:06
85 Siswa dan 3 Guru SMAN 4 Lutim Diduga Keracunan Usai Bazar Kelas
Kapolres Luwu Timur AKBP Irwan Kurniadi saat melihat korban keracunan yang dirawat di Puskesmas Mangkutana. Foto: Istimewa
Comment
Share
LUWU TIMUR - Sebanyak 85 siswa dan tiga guru SMA Negeri 4 Luwu Timur diduga keracunan makanan seusai menyantap hidangan dalam kegiatan Bazar Kelas di lingkungan sekolah, Senin (05/10/26).

Para korban dirawat di sejumlah puskesmas dan dua orang di antaranya dirujuk ke RSUD I Lagaligo.

Para korban mengeluhkan muntah, sakit perut, sesak, dan diare. Salah satu menu yang diduga berkaitan dengan kejadian ini adalah rice bowl dengan aneka lauk, termasuk ayam suwir dan lalapan.

Penyebab pasti belum diketahui karena pemeriksaan terhadap makanan masih berjalan.

Penanganan medis dilakukan di Puskesmas Mangkutana, Puskesmas Tomoni, dan Puskesmas Tomoni Timur.

Pendataan terhadap siswa dan guru yang menyantap makanan tersebut belum rampung, sehingga jumlah korban berpotensi bertambah.

Begitu menerima kabar itu, Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam mengubah arah perjalanannya.

Ia semula hendak menuju Kecamatan Nuha untuk meninjau persiapan Pekan Expo UMKM di Lapangan Iniaku, Sorowako, tetapi langsung berbelok ke Puskesmas Mangkutana bersama Kapolres Luwu Timur AKBP Irwan Kurniadi.

Di puskesmas itu, Irwan melihat sejumlah siswa masih menjalani perawatan dengan infus terpasang di tangan. Secara umum, kondisi para korban dilaporkan mulai membaik dan tetap dipantau tenaga kesehatan.

"Kami sedang menghadapi musibah, di mana kurang lebih 85 siswa beserta tiga orang guru mengalami keracunan," ujar Kapolres Luwu Timur AKBP Irwan Irwan.

Menurut Irwan, peristiwa bermula dari bazar sekolah yang selama ini menjadi agenda bersama warga sekolah. Para siswa menyajikan makanan untuk dinikmati bersama.

"Dalam kegiatan tersebut, para siswa menyajikan makanan untuk dinikmati bersama. Namun sayangnya terjadi kelalaian, sehingga sekitar 85 orang mengalami keracunan," katanya.

Ia memastikan pemerintah daerah, tenaga medis, dan kepolisian bergerak serentak agar semua korban mendapat pelayanan kesehatan.

"Kami berharap seluruh anak dan guru yang mengalami keracunan mendapatkan penanganan yang baik. Alhamdulillah, kondisi mereka dari waktu ke waktu terus membaik," ujarnya.

Soal penyebab dan langkah berikutnya, Irwan menyebut kepolisian telah memberikan arahan kepada pihak terkait.

Ia juga telah meminta jajaran rumah sakit, kepala sekolah, dan tenaga medis di puskesmas terdekat memastikan perawatan berjalan baik.

"Saya juga telah menyampaikan kepada Bapak Direktur, Kepala Sekolah, serta seluruh tenaga medis di masing-masing puskesmas terdekat untuk memastikan seluruh anak kita beserta para guru dirawat dengan baik," jelasnya.

Dari sekitar 150 orang yang menerima makanan dalam kegiatan itu, pemerintah masih memantau kondisi seluruhnya.

"Dari total kurang lebih 150 orang yang menerima makanan tadi, semoga saja tidak semuanya nantinya terindikasi maupun harus dirawat di puskesmas maupun rumah sakit," pungkas Irwan.

Pemeriksaan sampel makanan dan penanganan medis terhadap para korban masih berlangsung untuk memastikan penyebab kejadian.
(GUS)
Berita Terkait
Berita Terbaru