Pemkot Siapkan Beasiswa APBD untuk 400 Siswa dari Keluarga Kurang Mampu
Kamis, 22 Okt 2026 06:09
Ilustrasi. Foto: Istimewa
MAKASSAR - Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar menyiapkan program beasiswa dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bagi 400 siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) dari keluarga kurang mampu.
Program melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar ini bertujuan memperluas akses pendidikan agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak untuk melanjutkan sekolah.
Kepala Disdik Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan beasiswa tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kota terhadap keberlanjutan pendidikan siswa.
"Ini bentuk perhatian Pemerintah Kota dari Pak Wali Kota untuk siswa SD dan untuk SMP di Makassar," ujarnya, kemarin.
Dari total 400 penerima, masing-masing 200 siswa berasal dari jenjang SD dan SMP. Program ini juga diharapkan menjadi alternatif bagi siswa yang belum memperoleh bantuan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat.
"Program ini juga menjadi alternatif bagi siswa yang belum memperoleh bantuan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat," tutur Achi.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Disdik Makassar mengoptimalkan pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dipadukan dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Kedua data tersebut digunakan dalam proses verifikasi dan validasi calon penerima.
Orang tua siswa yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi operator sekolah masing-masing dengan membawa data yang valid untuk diperiksa dan disesuaikan dengan data pendidikan.
"Kalau mereka tidak mendapatkan beasiswa Program Indonesia Pintar, bisa mengakses beasiswa Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan. Tinggal kami memadukan data DTSEN dengan data di Dapodik," jelasnya.
Selain beasiswa dari APBD, Achi menyebut kuota penerima PIP bagi siswa di Kota Makassar pada 2026 mencapai sekitar 10.000 orang, mulai jenjang SD hingga SMA.
Penerima PIP diprioritaskan bagi siswa yang masuk kategori desil 1 sampai desil 5 sesuai kriteria program. Besaran bantuan berbeda berdasarkan jenjang pendidikan, yakni Rp450.000 per tahun untuk siswa SD, Rp750.000 untuk SMP, dan Rp1,8 juta untuk SMA.
Sementara itu, mekanisme dan ketentuan lebih lanjut mengenai beasiswa yang bersumber dari APBD Kota Makassar masih dalam proses, seiring berlangsungnya validasi data calon penerima.
Pemkot Makassar berharap program tersebut dapat memperluas kesempatan bagi anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan dan melanjutkan sekolah tanpa terkendala persoalan ekonomi.
Program melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Makassar ini bertujuan memperluas akses pendidikan agar keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak untuk melanjutkan sekolah.
Kepala Disdik Kota Makassar, Achi Soleman, mengatakan beasiswa tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kota terhadap keberlanjutan pendidikan siswa.
"Ini bentuk perhatian Pemerintah Kota dari Pak Wali Kota untuk siswa SD dan untuk SMP di Makassar," ujarnya, kemarin.
Dari total 400 penerima, masing-masing 200 siswa berasal dari jenjang SD dan SMP. Program ini juga diharapkan menjadi alternatif bagi siswa yang belum memperoleh bantuan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat.
"Program ini juga menjadi alternatif bagi siswa yang belum memperoleh bantuan melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dari pemerintah pusat," tutur Achi.
Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Disdik Makassar mengoptimalkan pemanfaatan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang dipadukan dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Kedua data tersebut digunakan dalam proses verifikasi dan validasi calon penerima.
Orang tua siswa yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi operator sekolah masing-masing dengan membawa data yang valid untuk diperiksa dan disesuaikan dengan data pendidikan.
"Kalau mereka tidak mendapatkan beasiswa Program Indonesia Pintar, bisa mengakses beasiswa Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Pendidikan. Tinggal kami memadukan data DTSEN dengan data di Dapodik," jelasnya.
Selain beasiswa dari APBD, Achi menyebut kuota penerima PIP bagi siswa di Kota Makassar pada 2026 mencapai sekitar 10.000 orang, mulai jenjang SD hingga SMA.
Penerima PIP diprioritaskan bagi siswa yang masuk kategori desil 1 sampai desil 5 sesuai kriteria program. Besaran bantuan berbeda berdasarkan jenjang pendidikan, yakni Rp450.000 per tahun untuk siswa SD, Rp750.000 untuk SMP, dan Rp1,8 juta untuk SMA.
Sementara itu, mekanisme dan ketentuan lebih lanjut mengenai beasiswa yang bersumber dari APBD Kota Makassar masih dalam proses, seiring berlangsungnya validasi data calon penerima.
Pemkot Makassar berharap program tersebut dapat memperluas kesempatan bagi anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan dan melanjutkan sekolah tanpa terkendala persoalan ekonomi.
(MAN)
Berita Terkait
Makassar City
Pemkot Makassar Dorong PAUD Negeri jadi Pusat Pendidikan Lokal dan Ramah Iklim
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, kembali tampil di panggung nasional untuk membagikan praktik baik pembangunan sumber daya manusia melalui pengembangan anak usia dini.
Kamis, 22 Okt 2026 06:16
Makassar City
Terima Audiensi OJK Sulselbar, PDAM Makassar Bahas Solusi Pasokan Air
Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Makassar, Andi Syahrum, menerima audiensi OJK Sulselbar di Ruang Rapat Direksi Kantor Perumda Air Minum Kota Makassar.
Senin, 19 Okt 2026 19:46
Makassar City
Perumda Parkir Makassar Gandeng Aparat Tertibkan Jukir Liar
Perumda Parkir Makassar Raya memperketat pengawasan terhadap juru parkir (jukir) liar di Kota Makassar.
Minggu, 18 Okt 2026 06:08
Sulsel
Ribuan Peserta Ikuti Forkot KORMI Kota Makassar
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, membuka Festival Olahraga Kota Makassar (Forkot) Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) di Anjungan Pantai Losari, Sabtu (17/10/2026).
Minggu, 18 Okt 2026 05:49
News
Sidak Puskesmas Jongaya, Wali Kota Munafri Temukan Bagian yang Kumuh
Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin menegur pengelola Puskesmas Jongaya setelah menemukan kondisi lingkungan bagian belakang fasilitas kesehatan tersebut kumuh.
Sabtu, 17 Okt 2026 15:57
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Late Night Shopping TSM Makassar Tawarkan Diskon hingga 80 Persen
2
Tolong! Korban Tabrak Lari di Gowa Koma 5 Hari, Polisi Belum Berhasil Temukan Pelaku
3
27 Mahasiswa Hukum UMI belajar peran Legal Corporate bersama KALLA Group
4
Pertamina Sulawesi Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Bandang di Nepal
5
Andi Syahrum Ikuti Pemantauan IPALD Losari dalam ADB Press Tour
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Late Night Shopping TSM Makassar Tawarkan Diskon hingga 80 Persen
2
Tolong! Korban Tabrak Lari di Gowa Koma 5 Hari, Polisi Belum Berhasil Temukan Pelaku
3
27 Mahasiswa Hukum UMI belajar peran Legal Corporate bersama KALLA Group
4
Pertamina Sulawesi Salurkan Bantuan untuk Penyintas Banjir Bandang di Nepal
5
Andi Syahrum Ikuti Pemantauan IPALD Losari dalam ADB Press Tour