UMKM Gowa Didorong Tingkatkan Kualitas Produk hingga Tembus Pasar Internasional
Minggu, 25 Okt 2026 13:37
Plt Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin memantau rangkaian Fun Walk Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Sulawesi Selatan. Foto: Istimewa
GOWA - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Gowa untuk terus meningkatkan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar provinsi, nasional, hingga internasional.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Fun Walk Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Sulawesi Selatan dalam rangka peringatan Hari Jadi Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) di Kawasan Istana Balla Lompoa, Sabtu (24/10).
Darmawangsyah mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum untuk menggerakkan perekonomian daerah, khususnya sektor UMKM dan ekonomi kreatif, sekaligus mendorong pelaku usaha agar semakin inovatif dalam mengembangkan produk unggulannya.
“Tujuan kita adalah mendorong perbaikan kualitas produk yang semakin hari semakin bagus, sehingga produk-produk UMKM kita bisa bersaing di tingkat provinsi dan nasional. Harapan kita, bahkan bisa diekspor,” ungkapnya.
Dirinya menjelaskan, Kabupaten Gowa memiliki sejumlah produk unggulan yang berpotensi dikembangkan untuk menjangkau pasar internasional, di antaranya madu dan ikan terbang.
“Kita memiliki madu yang telah menembus pasar ekspor seperti India dan China, serta meskipun laut kita tidak besar tapi Gowa adalah salah satu pengekspor ikan terbang di Sulawesi Selatan,” sebutnya.
Selain komoditas tersebut, Darmawangsyah mengapresiasi kualitas produk UMKM yang dipamerkan dalam kegiatan itu, khususnya produk kuliner yang dinilainya memiliki cita rasa yang baik dan berpotensi dikembangkan lebih luas.
“Produk-produk UMKM kita ini kualitasnya sudah luar biasa. Saya tadi mencoba beberapa produk di setiap stan, termasuk kulinernya yang memiliki cita rasa sangat baik. Ini harus segera dikemas dengan baik agar memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Lebih lanjut, Plt Bupati Gowa menyampaikan kolaborasi dengan Gekrafs akan terus dilanjutkan karena memiliki tujuan yang sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Kabupaten Gowa, khususnya dalam meningkatkan perhatian dan dukungan terhadap UMKM sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah.
“Semoga kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun sehingga menjadi wadah promosi, pengembangan, dan penguatan ekonomi kreatif sekaligus membuka peluang pasar bagi produk lokal,” jelasnya.
Tak hanya itu, pengembangan ekonomi kreatif dalam kegiatan ini juga dipadukan dengan pelestarian budaya dan sejarah daerah melalui pemilihan kawasan Istana Balla Lompoa sebagai lokasi kegiatan.
“Kami akan terus mendorong pembenahan kawasan bersejarah ini agar semakin menarik dan memberikan pengalaman berkesan bagi pengunjung,” jelas Darmawangsyah.
Sementara Ketua DPW Gekrafs Sulawesi Selatan, Andi Rahmat Manggabarani menjelaskan bahwa pemilihan Kabupaten Gowa sebagai lokasi kegiatan tidak terlepas dari kekayaan sejarah dan budaya yang dimiliki daerah tersebut.
Menurutnya, ekonomi kreatif memiliki keterkaitan erat dengan kebudayaan, seni, dan tari. Kabupaten Gowa yang memiliki sejarah kerajaan besar di Sulawesi Selatan dinilai menjadi lokasi strategis untuk memperkenalkan kembali warisan budaya daerah kepada masyarakat luas.
“Kami ingin menonjolkan kembali kebudayaan yang ada di Sulawesi Selatan, mulai dari budaya kerajaan. Karena itu, kami memilih kawasan istana ini untuk memperkenalkan kebudayaan tersebut kepada seluruh Nusantara,” jelasnya.
Selain mengangkat potensi budaya, Gekrafs Sulawesi Selatan juga berkomitmen mendukung pengembangan UMKM Kabupaten Gowa melalui fasilitasi pelindungan kekayaan intelektual atau Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Melalui kerja sama dengan Kementerian Hukum, pelaku UMKM akan didorong mendapatkan pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi terkait pelindungan kekayaan intelektual sesuai dengan jenis produk atau karya yang dimiliki.
“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya perlindungan merek dan kekayaan intelektual, sekaligus memperkuat identitas produk lokal agar semakin siap bersaing,” katanya.
Gekrafs Sulawesi Selatan juga menyiapkan program Kontainer Merah Putih, yakni upaya menghimpun produk-produk unggulan dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan untuk dipasarkan ke luar negeri.
“Produk-produk unggulan dari seluruh wilayah Sulawesi Selatan akan kita kumpulkan, termasuk produk unggulan Kabupaten Gowa, untuk menjadi bagian dari perwakilan Sulawesi Selatan yang akan kita ekspor bersama melalui program Kontainer Merah Putih,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Gowa dan Gekrafs Sulawesi Selatan, pengembangan UMKM diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada kualitas, kemasan, pelindungan kekayaan intelektual, dan perluasan akses pasar.
Kegiatan ini dirangkakan dengan jalan santai atau fun walk yang diikuti ribuan masyarakat dan menghadirkan kurang lebih 30 UMKM yang ada di Sulawesi Selatan.
Turut hadir Kapolresta Gowa, Kombes Pol Muhammad Yusuf, Wakil Ketua DPRD Gowa dan Pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Gowa.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Fun Walk Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Sulawesi Selatan dalam rangka peringatan Hari Jadi Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) di Kawasan Istana Balla Lompoa, Sabtu (24/10).
Darmawangsyah mengatakan, kegiatan ini menjadi momentum untuk menggerakkan perekonomian daerah, khususnya sektor UMKM dan ekonomi kreatif, sekaligus mendorong pelaku usaha agar semakin inovatif dalam mengembangkan produk unggulannya.
“Tujuan kita adalah mendorong perbaikan kualitas produk yang semakin hari semakin bagus, sehingga produk-produk UMKM kita bisa bersaing di tingkat provinsi dan nasional. Harapan kita, bahkan bisa diekspor,” ungkapnya.
Dirinya menjelaskan, Kabupaten Gowa memiliki sejumlah produk unggulan yang berpotensi dikembangkan untuk menjangkau pasar internasional, di antaranya madu dan ikan terbang.
“Kita memiliki madu yang telah menembus pasar ekspor seperti India dan China, serta meskipun laut kita tidak besar tapi Gowa adalah salah satu pengekspor ikan terbang di Sulawesi Selatan,” sebutnya.
Selain komoditas tersebut, Darmawangsyah mengapresiasi kualitas produk UMKM yang dipamerkan dalam kegiatan itu, khususnya produk kuliner yang dinilainya memiliki cita rasa yang baik dan berpotensi dikembangkan lebih luas.
“Produk-produk UMKM kita ini kualitasnya sudah luar biasa. Saya tadi mencoba beberapa produk di setiap stan, termasuk kulinernya yang memiliki cita rasa sangat baik. Ini harus segera dikemas dengan baik agar memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” tambahnya.
Lebih lanjut, Plt Bupati Gowa menyampaikan kolaborasi dengan Gekrafs akan terus dilanjutkan karena memiliki tujuan yang sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Kabupaten Gowa, khususnya dalam meningkatkan perhatian dan dukungan terhadap UMKM sebagai salah satu penggerak perekonomian daerah.
“Semoga kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan setiap tahun sehingga menjadi wadah promosi, pengembangan, dan penguatan ekonomi kreatif sekaligus membuka peluang pasar bagi produk lokal,” jelasnya.
Tak hanya itu, pengembangan ekonomi kreatif dalam kegiatan ini juga dipadukan dengan pelestarian budaya dan sejarah daerah melalui pemilihan kawasan Istana Balla Lompoa sebagai lokasi kegiatan.
“Kami akan terus mendorong pembenahan kawasan bersejarah ini agar semakin menarik dan memberikan pengalaman berkesan bagi pengunjung,” jelas Darmawangsyah.
Sementara Ketua DPW Gekrafs Sulawesi Selatan, Andi Rahmat Manggabarani menjelaskan bahwa pemilihan Kabupaten Gowa sebagai lokasi kegiatan tidak terlepas dari kekayaan sejarah dan budaya yang dimiliki daerah tersebut.
Menurutnya, ekonomi kreatif memiliki keterkaitan erat dengan kebudayaan, seni, dan tari. Kabupaten Gowa yang memiliki sejarah kerajaan besar di Sulawesi Selatan dinilai menjadi lokasi strategis untuk memperkenalkan kembali warisan budaya daerah kepada masyarakat luas.
“Kami ingin menonjolkan kembali kebudayaan yang ada di Sulawesi Selatan, mulai dari budaya kerajaan. Karena itu, kami memilih kawasan istana ini untuk memperkenalkan kebudayaan tersebut kepada seluruh Nusantara,” jelasnya.
Selain mengangkat potensi budaya, Gekrafs Sulawesi Selatan juga berkomitmen mendukung pengembangan UMKM Kabupaten Gowa melalui fasilitasi pelindungan kekayaan intelektual atau Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Melalui kerja sama dengan Kementerian Hukum, pelaku UMKM akan didorong mendapatkan pelatihan, pendampingan, dan fasilitasi terkait pelindungan kekayaan intelektual sesuai dengan jenis produk atau karya yang dimiliki.
“Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai pentingnya perlindungan merek dan kekayaan intelektual, sekaligus memperkuat identitas produk lokal agar semakin siap bersaing,” katanya.
Gekrafs Sulawesi Selatan juga menyiapkan program Kontainer Merah Putih, yakni upaya menghimpun produk-produk unggulan dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan untuk dipasarkan ke luar negeri.
“Produk-produk unggulan dari seluruh wilayah Sulawesi Selatan akan kita kumpulkan, termasuk produk unggulan Kabupaten Gowa, untuk menjadi bagian dari perwakilan Sulawesi Selatan yang akan kita ekspor bersama melalui program Kontainer Merah Putih,” ungkapnya.
Melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Gowa dan Gekrafs Sulawesi Selatan, pengembangan UMKM diharapkan tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga pada kualitas, kemasan, pelindungan kekayaan intelektual, dan perluasan akses pasar.
Kegiatan ini dirangkakan dengan jalan santai atau fun walk yang diikuti ribuan masyarakat dan menghadirkan kurang lebih 30 UMKM yang ada di Sulawesi Selatan.
Turut hadir Kapolresta Gowa, Kombes Pol Muhammad Yusuf, Wakil Ketua DPRD Gowa dan Pimpinan SKPD Lingkup Pemkab Gowa.
(MAN)
Berita Terkait
News
Sertifikat Halal Gratis dan Akses Perbankan Jadi Fokus UMKM Forum Sulsel 2026
UMKM Squad Sulawesi Selatan berkolaborasi dengan PW SEMMI Sulsel, Bank Mandiri KCP Sungguminasa, dan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar sosialisasi produk perbankan serta fasilitasi legalitas dan sertifikasi halal produk UMKM
Sabtu, 24 Okt 2026 21:38
Sulsel
Pemkab Gowa Dukung Pembinaan Bela Negara Pelajar
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa mendukung Latihan Kader Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) Tahun Anggaran 2026 untuk membentuk generasi muda yang disiplin, berkarakter, dan memiliki wawasan kebangsaan.
Jum'at, 23 Okt 2026 17:35
Sulsel
Tingkatkan Kualitas Layanan Informasi Publik, Pemkab Gowa Evaluasi Kinerja PPID
Pemerintah Kabupaten Gowa melalui Diskominfo-SP melakukan Monev Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi Kabupaten Gowa Tahun 2026 secara virtual di Peace Room Kantor Bupati Gowa, Kamis (22/10).
Jum'at, 23 Okt 2026 09:01
Sulsel
Pemkab Gowa Peringkat Kelima Jamsostek Award 2026
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa meraih peringkat kelima pada Penganugerahan Jamsostek Award 2026 Provinsi Sulawesi Selatan yang berlangsung di Phinisi Ballroom, Claro Hotel Makassar, Rabu (21/10/2026).
Kamis, 22 Okt 2026 15:41
News
HUT ke-357 Sulsel, Plt Bupati Gowa Tekankan Sinergi Pembangunan Daerah
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, mengikuti Rapat Paripurna Istimewa Hari Jadi ke-357 Provinsi Sulawesi Selatan secara virtual dari Peace Room Akkio, Kantor Bupati Gowa.
Senin, 19 Okt 2026 18:45
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Patarai Amir Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Ketua Golkar Maros
2
Legislator DPRD Makassar Dorong Percepatan Pembahasan Raperda Parkir
3
Sertifikat Halal Gratis dan Akses Perbankan Jadi Fokus UMKM Forum Sulsel 2026
4
Korban Pembobolan Kartu Kredit Rp341 Juta Pertanyakan Barang Bukti dalam Gelar Perkara Khusus
5
Abdidaya Ormawa 2026 UMI Berakhir, Mahasiswa Diingatkan Terus Mengabdi
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Patarai Amir Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Calon Ketua Golkar Maros
2
Legislator DPRD Makassar Dorong Percepatan Pembahasan Raperda Parkir
3
Sertifikat Halal Gratis dan Akses Perbankan Jadi Fokus UMKM Forum Sulsel 2026
4
Korban Pembobolan Kartu Kredit Rp341 Juta Pertanyakan Barang Bukti dalam Gelar Perkara Khusus
5
Abdidaya Ormawa 2026 UMI Berakhir, Mahasiswa Diingatkan Terus Mengabdi