Pemkab Wajo Gandeng Bulog Gelar Operasi Pasar untuk Kendalikan Inflasi
Selasa, 28 Feb 2023 21:36

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo sepanjang 2023 ini berencana rutin menggelar operasi pasar. Foto: Sindo Makassar/Reza Pahlevi
WAJO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo sepanjang 2023 ini berencana rutin menggelar operasi pasar. Bekerjasama Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Wajo, operasi pasar akan berlangsung di 14 kecamatan.
Bupati Wajo, Amran Mahmud, mengatakan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Disperindagkop UKM) Wajo tengah menyusun jadwalnya. Rencananya, kata dia, tiap kecamatan akan kebagian jatah dua kali pelaksanaan.
"Sudah kita mulai di (Kecamatan) Sabbangparu, Senin (27/2/2023). Ini kita rencanakan akan terus berlanjut ke 14 kecamatan dengan memprioritaskan 5 kecamatan terdampak banjir dulu kemudian ke kecamatan lainnya," ujar Amran, Selasa (28/2/2023).
Amran menguraikan, tujuan operasi pasar ini untuk stabilisasi harga dan komoditas pangan sekaligus pengendalian inflasi, khususnya menjelang Ramadan dan Lebaran Idulfitri 1444 hijriah nanti.
"Operasi pasar ini dilaksanakan tidak disediakan kupon. Masyarakat datang sendiri di setiap lokasi operasi pasar digelar dengan membawa fotokopi kartu keluarga, sesuai ketersediaan stok bahan," kata Amran yang baru saja membawa daerahnya meraih sertifikat Adipura kategori Kota Kecil 2022 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.
Amran berharap, pelaksanaan operasi pasar ini bisa meringankan beban masyarakat. Membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan, terlebih dengan harga terjangkau.
Pimpinan Bulog Cabang Wajo, Karmila Hasmin Marunta, menjelaskan melalui operasi pasar ini, masyarakat bisa mendapatkan atau membeli kebutuhan pangan pokok, seperti beras, minyak, gula, terigu, dan lainnya.
"Bulog akan selalu menjaga ketersediaan stok pangan, khususnya di Wajo, sehingga masyarakat diharapkan tidak 'panic buying' dalam menghadapi bulan suci Ramadan dan Idulfitri," tuturnya.
Jadwal pelaksanaan operasi pasar rencananya hingga 14 September 2023. "Jadwal masih bersifat tentatif sekaligus menyesuaikan waktu stakeholder yang terlibat di dalamanya," ucap Karmila.
Adapun yang tersedia selama operasi pasar, yakni beras 5 kilogram (kg) Rp8.600/kg seharga Rp43.000, tepung terigu 1 kg seharga Rp11.000, gula pasir 1 kg seharga Rp13.500, minyak goreng 1 liter seharga Rp13.000, dan gula pasir Walini 50 kg per sak Rp12.500/kg seharga Rp625.000.
Bupati Wajo, Amran Mahmud, mengatakan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Disperindagkop UKM) Wajo tengah menyusun jadwalnya. Rencananya, kata dia, tiap kecamatan akan kebagian jatah dua kali pelaksanaan.
"Sudah kita mulai di (Kecamatan) Sabbangparu, Senin (27/2/2023). Ini kita rencanakan akan terus berlanjut ke 14 kecamatan dengan memprioritaskan 5 kecamatan terdampak banjir dulu kemudian ke kecamatan lainnya," ujar Amran, Selasa (28/2/2023).
Amran menguraikan, tujuan operasi pasar ini untuk stabilisasi harga dan komoditas pangan sekaligus pengendalian inflasi, khususnya menjelang Ramadan dan Lebaran Idulfitri 1444 hijriah nanti.
"Operasi pasar ini dilaksanakan tidak disediakan kupon. Masyarakat datang sendiri di setiap lokasi operasi pasar digelar dengan membawa fotokopi kartu keluarga, sesuai ketersediaan stok bahan," kata Amran yang baru saja membawa daerahnya meraih sertifikat Adipura kategori Kota Kecil 2022 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI.
Amran berharap, pelaksanaan operasi pasar ini bisa meringankan beban masyarakat. Membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan, terlebih dengan harga terjangkau.
Pimpinan Bulog Cabang Wajo, Karmila Hasmin Marunta, menjelaskan melalui operasi pasar ini, masyarakat bisa mendapatkan atau membeli kebutuhan pangan pokok, seperti beras, minyak, gula, terigu, dan lainnya.
"Bulog akan selalu menjaga ketersediaan stok pangan, khususnya di Wajo, sehingga masyarakat diharapkan tidak 'panic buying' dalam menghadapi bulan suci Ramadan dan Idulfitri," tuturnya.
Jadwal pelaksanaan operasi pasar rencananya hingga 14 September 2023. "Jadwal masih bersifat tentatif sekaligus menyesuaikan waktu stakeholder yang terlibat di dalamanya," ucap Karmila.
Adapun yang tersedia selama operasi pasar, yakni beras 5 kilogram (kg) Rp8.600/kg seharga Rp43.000, tepung terigu 1 kg seharga Rp11.000, gula pasir 1 kg seharga Rp13.500, minyak goreng 1 liter seharga Rp13.000, dan gula pasir Walini 50 kg per sak Rp12.500/kg seharga Rp625.000.
(GUS)
Berita Terkait

Sulsel
Anggaran Bencana Alam di Wajo Dipakai Bayar Iuran PDAM yang Sudah Dimark-Up
Kasus tindak pidana dugaan korupsi Bantuan Tak Terduga (BTT) untuk Bencana Alam di Wajo terus bergulir di Polres Wajo.
Jum'at, 21 Mar 2025 14:44

Sulsel
Anggaran Belanja ATK di Pemkab Wajo Capai Rp4,7 Miliar untuk 39 OPD
Anggaran Belanja Alat Tulis Kantor (ATK) di lingkup Pemerintah Kabupaten Wajo mencapai Rp4,7 miliar.
Kamis, 13 Mar 2025 17:16

Sulsel
Masyarakat Dukung Polisi Ungkap Kasus Dugaan Korupsi BTT di BPBD Wajo
Masyarakat Kabupaten Wajo mendukung penuh aparat Kepolisian ungkap kasus dugaan korupsi Belanja Tak Terduga (BTT) di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo.
Sabtu, 08 Mar 2025 20:30

Sulsel
Menelisik Dugaan Korupsi BTT BPBD Wajo Tahun 2023 Dari Hasil Temuan BPK
Belanja Tak Terduga (BTT) Badan Penanggulagan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Wajo tahun anggaran 2023 yang diperuntukkan untuk kegiatan tanggap darurat bencana alam diduga dikorupsi.
Kamis, 06 Mar 2025 14:07

Sulsel
Ketua DPRD Wajo Minta Bupati dan Wabup Segera Tancap Gas Bekerja untuk Masyarakat
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo meminta kepada Bupati dan Wakil Bupati Wajo, Andi Rosman dan dr. Baso Rahmanuddin untuk segera tancap gas bekerja di hari pertamanya pada Senin (3/3/2025).
Minggu, 02 Mar 2025 17:42
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler