Kursi Memang Tak Anjlok, Tapi 3 Target Golkar Sulsel Meleset
Rabu, 13 Mar 2024 10:32
Ketua DPD I Golkar Sulsel, Taufan Pawe. Foto: IST
MAKASSAR - Beringin di Sulsel tak lagi rindang. Perolehan Partai Golkar di Sulsel pada Pemilu 2024 ini, digerus partai lain.
Kursi Golkar di Sulsel dibawah kepemimpinan Taufan Pawe, sejatinya tidak anjlok. Hanya berkurang dari 157 kursi menjadi 154 kursi DPRD se-Sulsel. Tapi tiga target TP di Pemilu 2024 meleset.
Target pertama, TP bertekad mendongkrak perolehan Golkar menjadi 17 sampai 19 kursi dan mempertahankan jabatan Ketua DPRD Sulsel.
Hal ini ia sampaikan pada acara konsolidasi pemenangan Partai Golkar Sulsel di Hotel Claro, Makassar (01/02/2024) lalu, di hadapan Ketum DPP Airlangga Hartarto.
Hasilnya, jabatan Ketua DPRD Sulsel yang selama ini dipegang Beringin puluhan tahun pindah ke tangan Nasdem.
Perolehan Golkar di Parlemen Sulsel memang bertambah 1 kursi yakni dari 13 menjadi 14 kursi. Namun Golkar tak lagi memegang palu sidang DPRD Sulsel.
“Evaluasinya, kerja keras semua teman-tema sudah maksimal, penempatan caleg juga sudah bagus. Tapi persaingan memang tahun ini lebih merata dan ada yang lebih menonjol, sehingga itu penyebabnya,” kata Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Andi Marzuki Wadeng saat dihubungi pada Selasa (12/03/2024).
Tak hanya itu, TP berjanji mempertahankan dan merebut 15 Ketua DPRD kabupaten/kota, termasuk DPRD Sulsel. Daerah sisanya ialah unsur pimpinan.
Namun hasil Pileg 2024, Golkar hanya mampu meraih 7 Ketua DPRD kabupaten/kota. Masih lebih baik hasil 2019, dimana Beringin mampu mengunci 10 Ketua DPRD kabupaten/kota, dan 1 Ketua DPRD Sulsel.
Tujuh daerah dimana Golkar mengunci Ketua DPRD diantaranya ialah Kota Parepare, Kabupaten Kepulauan Selayar, Barru, Soppeng, Tana Toraja, Toraja Utara dan Luwu Utara.
“Kelihatan bahwa (yang raih Ketua DPRD) ketua Golkarnya, dia juga bupati. Kalau dia tak lagi bupati seperti di Bone, ya hilang juga kan. Tidak ji mengecewakan, tapi yang kita harapkan tidak seperti yang kita perkiraan sebelumnya,” papar Andi Marzuki.
Target kedua, TP ingin mempertahankan Golkar sebagai penyumbang kursi terbanyak DPR RI dari Sulsel. Target ini juga meleset.
Di hadapan Ketum Airlangga saat itu, TP menargetkan menaikkan kursi DPR RI menjadi 7 sampai 8 kursi. Dengan capaian 6 sampai 7 kursi.
Namun hasil Pileg 2024, kursi Golkar malah turun dari 4 menjadi 3 kursi saja. Dua petahana Golkar di Dapil Sulsel 2, termasuk dirinya gagal lolos ke Senayan.
Target ketiga, hasrat Golkar mendongkrak perolehan kursi DPRD di Sulsel juga kandas. Sebelumnya TP menargetkan 220 kursi pada 2024 di semua tingkatan DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/kota.
Namun perolehan kursi Golkar justru turun menjadi 153 pada 2024 ini. Sementara pada 2019, Beringin memiliki 157 kursi.
"Kabupaten yang kita harapkan meleset dari perkiraan, namanya juga kompetisi, ya seperti itu. Di beberapa Dapil, ada beberapa Caleg tidak maksimal bekerja. Mungkin mereka merasa ‘biar saya maksimal, tetap tidak duduk juga,” ujar Andi Marzuki.
“Padahal itu kan tempat mencari suara, jadi mencari suara supaya 7 atau 9 kursi semuanya mencari suara untuk partai. Bukan mencari suara untuk masing-masing, susah itu kalau semuanya mau duduk,” sambungnya.
Andi Marzuki menuturkan, pihaknya tentu akan melakukan evaluasi ke depan. Bukan karena perolehan Golkar Sulsel menurun, tapi sekali pun menang tetap akan evaluasi.
“Menang atau kurang pasti ada evaluasi, namanya organisasi pasti ada evaluasi. Biar pun menang pasti ada evaluasi, kenapa bisa menang?,” ungkapnya.
“Jadi evaluasi itu bukan karena kinerjanya tidak bagus. Bagaimana kemampuan kita tidak bisa mencari suara, apa penyebabnya dan untuk pemilu yang akan datang dan pengurus yang akan datang,” kunci mantan anggota DPRD Sulsel ini.
Berikut data perolehan Golkar di Sulsel 2024
#Total Kursi Golkar
2019 = 157 kursi
2024 = 154 kursi
#Kursi Ketua DPRD
2019 = 11 Daerah
2024 = 7 Daerah
#DPR RI
2019 = 4 kursi
2024 = 3 Kursi
1. DPRD Sulsel
2019 = 13 kursi
2024 = 14 Kursi
Keterangan = Ketua Turun jadi Waka
2. Makassar
2019 = 5 kursi
2024 = 7 kursi
Keterangan = Tetap Unsur Pimpinan
3. Gowa
2019 = 3 kursi
2024 = 4 kursi
4. Takalar
2019 = 4 kursi
2024 = 3 kursi
Keterangan = Unsur Pimpinan hilang
5. Jeneponto
2019 = 6 kursi
2024 = 6 kursi
Keterangan = Tetap Unsur Pimpinan
6. Bantaeng
2019 = 3 kursi
2024 = 4 kursi
7. Kepulauan Selayar
2019 = 10 kursi
2024 = 9 kursi
Keterangan = Tetap Ketua DPRD
8. Bulukumba
2019 = 4 kursi
2024 = 5 kursi
9. Sinjai
2019 = 4 kursi
2024 = 4 kursi
Keterangan = Tetap Unsur Pimpinan
10. Maros
2019 = 7 kursi
2024 = 6 kursi
Keterangan = Ketua Turun jadi Waka
11. Pangkep
2019 = 8 kursi
2024 = 5 kursi
Keterangan = Tetap Unsur Pimpinan
12. Barru
2019 = 5 kursi
2024 = 5 kursi
Keterangan = Waka Naik jadi Ketua
13. Parepare
2019 = 5 kursi
2024 = 5 kursi
Keterangan = Tetap Ketua DPRD
14. Soppeng
2019 = 12 kursi
2024 = 9 kursi
Keterangan = Tetap Ketua DPRD
15. Wajo
2019 = 4 kursi
2024 = 5 kursi
16. Bone
2019 = 9 kursi
2024 = 6 kursi
Keterangan = Ketua Turun jadi Waka
17. Sidrap
2019 = 5 kursi
2024 = 4 kursi
Keterangan = Unsur Pimpinan hilang
18. Pinrang
2019 = 5 kursi
2024 = 6 kursi
Keterangan = Tetap Unsur Pimpinan
19. Enrekang
2019 = 6 kursi
2024 = 4 kursi
Keterangan = Ketua Turun jadi Waka
20. Tana Toraja
2019 = 7 kursi
2024 = 7 kursi
Keterangan = Tetap Ketua DPRD
21. Toraja Utara
2019 = 5 kursi
2024 = 7 kursi
Keterangan = Waka Naik jadi Ketua
22. Luwu
2019 = 3 kursi
2024 = 5 kursi
Keterangan = Tetap Unsur Pimpinan
23. Palopo
2019 = 5 kursi
2024 = 6 kursi
Keterangan = Ketua Turun jadi Waka
24. Luwu Utara
2019 = 8 kursi
2024 = 11 kursi
Keterangan = Tetap Ketua DPRD
25. Luwu Timur
2019 = 7 kursi
2024 = 4 kursi
Keterangan = Ketua DPRD Hilang
Kursi Golkar di Sulsel dibawah kepemimpinan Taufan Pawe, sejatinya tidak anjlok. Hanya berkurang dari 157 kursi menjadi 154 kursi DPRD se-Sulsel. Tapi tiga target TP di Pemilu 2024 meleset.
Target pertama, TP bertekad mendongkrak perolehan Golkar menjadi 17 sampai 19 kursi dan mempertahankan jabatan Ketua DPRD Sulsel.
Hal ini ia sampaikan pada acara konsolidasi pemenangan Partai Golkar Sulsel di Hotel Claro, Makassar (01/02/2024) lalu, di hadapan Ketum DPP Airlangga Hartarto.
Hasilnya, jabatan Ketua DPRD Sulsel yang selama ini dipegang Beringin puluhan tahun pindah ke tangan Nasdem.
Perolehan Golkar di Parlemen Sulsel memang bertambah 1 kursi yakni dari 13 menjadi 14 kursi. Namun Golkar tak lagi memegang palu sidang DPRD Sulsel.
“Evaluasinya, kerja keras semua teman-tema sudah maksimal, penempatan caleg juga sudah bagus. Tapi persaingan memang tahun ini lebih merata dan ada yang lebih menonjol, sehingga itu penyebabnya,” kata Sekretaris DPD I Golkar Sulsel, Andi Marzuki Wadeng saat dihubungi pada Selasa (12/03/2024).
Tak hanya itu, TP berjanji mempertahankan dan merebut 15 Ketua DPRD kabupaten/kota, termasuk DPRD Sulsel. Daerah sisanya ialah unsur pimpinan.
Namun hasil Pileg 2024, Golkar hanya mampu meraih 7 Ketua DPRD kabupaten/kota. Masih lebih baik hasil 2019, dimana Beringin mampu mengunci 10 Ketua DPRD kabupaten/kota, dan 1 Ketua DPRD Sulsel.
Tujuh daerah dimana Golkar mengunci Ketua DPRD diantaranya ialah Kota Parepare, Kabupaten Kepulauan Selayar, Barru, Soppeng, Tana Toraja, Toraja Utara dan Luwu Utara.
“Kelihatan bahwa (yang raih Ketua DPRD) ketua Golkarnya, dia juga bupati. Kalau dia tak lagi bupati seperti di Bone, ya hilang juga kan. Tidak ji mengecewakan, tapi yang kita harapkan tidak seperti yang kita perkiraan sebelumnya,” papar Andi Marzuki.
Target kedua, TP ingin mempertahankan Golkar sebagai penyumbang kursi terbanyak DPR RI dari Sulsel. Target ini juga meleset.
Di hadapan Ketum Airlangga saat itu, TP menargetkan menaikkan kursi DPR RI menjadi 7 sampai 8 kursi. Dengan capaian 6 sampai 7 kursi.
Namun hasil Pileg 2024, kursi Golkar malah turun dari 4 menjadi 3 kursi saja. Dua petahana Golkar di Dapil Sulsel 2, termasuk dirinya gagal lolos ke Senayan.
Target ketiga, hasrat Golkar mendongkrak perolehan kursi DPRD di Sulsel juga kandas. Sebelumnya TP menargetkan 220 kursi pada 2024 di semua tingkatan DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/kota.
Namun perolehan kursi Golkar justru turun menjadi 153 pada 2024 ini. Sementara pada 2019, Beringin memiliki 157 kursi.
"Kabupaten yang kita harapkan meleset dari perkiraan, namanya juga kompetisi, ya seperti itu. Di beberapa Dapil, ada beberapa Caleg tidak maksimal bekerja. Mungkin mereka merasa ‘biar saya maksimal, tetap tidak duduk juga,” ujar Andi Marzuki.
“Padahal itu kan tempat mencari suara, jadi mencari suara supaya 7 atau 9 kursi semuanya mencari suara untuk partai. Bukan mencari suara untuk masing-masing, susah itu kalau semuanya mau duduk,” sambungnya.
Andi Marzuki menuturkan, pihaknya tentu akan melakukan evaluasi ke depan. Bukan karena perolehan Golkar Sulsel menurun, tapi sekali pun menang tetap akan evaluasi.
“Menang atau kurang pasti ada evaluasi, namanya organisasi pasti ada evaluasi. Biar pun menang pasti ada evaluasi, kenapa bisa menang?,” ungkapnya.
“Jadi evaluasi itu bukan karena kinerjanya tidak bagus. Bagaimana kemampuan kita tidak bisa mencari suara, apa penyebabnya dan untuk pemilu yang akan datang dan pengurus yang akan datang,” kunci mantan anggota DPRD Sulsel ini.
Berikut data perolehan Golkar di Sulsel 2024
#Total Kursi Golkar
2019 = 157 kursi
2024 = 154 kursi
#Kursi Ketua DPRD
2019 = 11 Daerah
2024 = 7 Daerah
#DPR RI
2019 = 4 kursi
2024 = 3 Kursi
1. DPRD Sulsel
2019 = 13 kursi
2024 = 14 Kursi
Keterangan = Ketua Turun jadi Waka
2. Makassar
2019 = 5 kursi
2024 = 7 kursi
Keterangan = Tetap Unsur Pimpinan
3. Gowa
2019 = 3 kursi
2024 = 4 kursi
4. Takalar
2019 = 4 kursi
2024 = 3 kursi
Keterangan = Unsur Pimpinan hilang
5. Jeneponto
2019 = 6 kursi
2024 = 6 kursi
Keterangan = Tetap Unsur Pimpinan
6. Bantaeng
2019 = 3 kursi
2024 = 4 kursi
7. Kepulauan Selayar
2019 = 10 kursi
2024 = 9 kursi
Keterangan = Tetap Ketua DPRD
8. Bulukumba
2019 = 4 kursi
2024 = 5 kursi
9. Sinjai
2019 = 4 kursi
2024 = 4 kursi
Keterangan = Tetap Unsur Pimpinan
10. Maros
2019 = 7 kursi
2024 = 6 kursi
Keterangan = Ketua Turun jadi Waka
11. Pangkep
2019 = 8 kursi
2024 = 5 kursi
Keterangan = Tetap Unsur Pimpinan
12. Barru
2019 = 5 kursi
2024 = 5 kursi
Keterangan = Waka Naik jadi Ketua
13. Parepare
2019 = 5 kursi
2024 = 5 kursi
Keterangan = Tetap Ketua DPRD
14. Soppeng
2019 = 12 kursi
2024 = 9 kursi
Keterangan = Tetap Ketua DPRD
15. Wajo
2019 = 4 kursi
2024 = 5 kursi
16. Bone
2019 = 9 kursi
2024 = 6 kursi
Keterangan = Ketua Turun jadi Waka
17. Sidrap
2019 = 5 kursi
2024 = 4 kursi
Keterangan = Unsur Pimpinan hilang
18. Pinrang
2019 = 5 kursi
2024 = 6 kursi
Keterangan = Tetap Unsur Pimpinan
19. Enrekang
2019 = 6 kursi
2024 = 4 kursi
Keterangan = Ketua Turun jadi Waka
20. Tana Toraja
2019 = 7 kursi
2024 = 7 kursi
Keterangan = Tetap Ketua DPRD
21. Toraja Utara
2019 = 5 kursi
2024 = 7 kursi
Keterangan = Waka Naik jadi Ketua
22. Luwu
2019 = 3 kursi
2024 = 5 kursi
Keterangan = Tetap Unsur Pimpinan
23. Palopo
2019 = 5 kursi
2024 = 6 kursi
Keterangan = Ketua Turun jadi Waka
24. Luwu Utara
2019 = 8 kursi
2024 = 11 kursi
Keterangan = Tetap Ketua DPRD
25. Luwu Timur
2019 = 7 kursi
2024 = 4 kursi
Keterangan = Ketua DPRD Hilang
(UMI)
Berita Terkait
Sulsel
Suara DPD II Mulai Terbelah, Diskresi IAS jadi Magnet Kuat Galang Dukungan
Suara DPD II kabupaten/kota mulai terbelah menjelang Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel. Ilham Arief Sirajuddin (IAS) yang mengantongi diskresi menjadi magnet kuat untuk menarik sejumlah dukungan pemilik suara.
Senin, 29 Jun 2026 11:22
Sulsel
IAS Resmi Kantongi Diskresi DPP Maju di Musda Golkar Sulsel
Kader senior, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) mengantongi diskresi DPP untuk bertarung di Musyawarah Daerah (Musda) Golkar Sulsel. Surat sakti itu ia terima langsung dari Ketua Umum (Ketum) Bahlil Lahadalia di Kantor DPP Golkar, Jakarta pada Rabu (24/06/2026).
Rabu, 24 Jun 2026 22:16
News
Idrus Marham: Mahasiswa dan Presiden Prabowo Sama-sama Ingin Perbaiki Tata Kelola Ekonomi
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham menilai aksi demonstrasi mahasiswa yang mengkritisi kebijakan pemerintah memiliki semangat yang sejalan dengan apa yang ia sebut sebagai “demo” Presiden Prabowo Subianto saat mengungkap persoalan tata kelola ekonomi nasional dalam Sidang Paripurna DPR RI.
Minggu, 14 Jun 2026 10:01
News
Idrus Marham Bantah Bahlil Bidik Pilpres 2029, Fokusnya Sukseskan Prabowo dan Besarkan Golkar
Wacana munculnya Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia dalam bursa calon presiden atau calon wakil presiden pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mendapat bantahan dari internal partainya.
Kamis, 11 Jun 2026 17:57
News
Idrus Marham: Polemik Film Pesta Babi Harus Jadi Momentum Perkuat Nasionalisme
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham justru melihat polemik itu sebagai momentum penting untuk merefleksikan kembali cara pandang kebangsaan dalam melihat pembangunan di berbagai daerah, termasuk di Merauke, Papua Selatan.
Senin, 08 Jun 2026 21:04
Berita Terbaru
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Djournal Resmikan Gerai Kedua di Makassar, Kini Hadir di Mal Ratu Indah
2
Ruas Pangkajene-Rappang di Kabupaten Sidrap Dipacu Rampung
3
Diskon hingga 50%, Levi’s End of Season Sale Hadir Maksimalkan Gaya Musim Liburan
4
Layanan Pemanduan & Penundaan PJM Wilayah 3 Melampaui Target RKAP
5
Milad ke-72 UMI, Zikir dan Haul Muassis Jadi Momentum Mengenang Jasa Pendiri
Artikel Terpopuler
Topik Terpopuler
1
Djournal Resmikan Gerai Kedua di Makassar, Kini Hadir di Mal Ratu Indah
2
Ruas Pangkajene-Rappang di Kabupaten Sidrap Dipacu Rampung
3
Diskon hingga 50%, Levi’s End of Season Sale Hadir Maksimalkan Gaya Musim Liburan
4
Layanan Pemanduan & Penundaan PJM Wilayah 3 Melampaui Target RKAP
5
Milad ke-72 UMI, Zikir dan Haul Muassis Jadi Momentum Mengenang Jasa Pendiri