Kapal Rakyat Jadi Andalan Mobilitas Warga Kepulauan Makassar

Maman Sukirman
Kamis, 30 Jul 2026 20:41
Aktivitas bongkar muat penumpang dan barang berlangsung di Dermaga Kayu Bangkoa, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (30/7/2026).
1/8
Aktivitas bongkar muat penumpang dan barang berlangsung di Dermaga Kayu Bangkoa, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (30/7/2026).
Beberapa penumpang berada di dalam kapal rakyat yang bersandar di Dermaga Kayu Bangkoa.
2/8
Beberapa penumpang berada di dalam kapal rakyat yang bersandar di Dermaga Kayu Bangkoa.
Awak kapal menambatkan kapal rakyat di Dermaga Kayu Bangkoa.
3/8
Awak kapal menambatkan kapal rakyat di Dermaga Kayu Bangkoa.
Seorang penumpang menggendong balita saat turun dari kapal rakyat di Dermaga Kayu Bangkoa.
4/8
Seorang penumpang menggendong balita saat turun dari kapal rakyat di Dermaga Kayu Bangkoa.
Penumpang melakukan pembayaran ongkos kapal rakyat di Dermaga Kayu Bangkoa.
5/8
Penumpang melakukan pembayaran ongkos kapal rakyat di Dermaga Kayu Bangkoa.
Warga mengangkut hasil tangkapan ikan yang dibawa kapal rakyat di Dermaga Kayu Bangkoa.
6/8
Warga mengangkut hasil tangkapan ikan yang dibawa kapal rakyat di Dermaga Kayu Bangkoa.
Seorang penumpang turun dari kapal rakyat di Dermaga Kayu Bangkoa.
7/8
Seorang penumpang turun dari kapal rakyat di Dermaga Kayu Bangkoa.
Dermaga tradisional ini menjadi pintu gerbang mobilitas warga kepulauan sekaligus jalur distribusi logistik dan hasil perikanan dari gugusan Spermonde menuju Kota Makassar.
8/8
Dermaga tradisional ini menjadi pintu gerbang mobilitas warga kepulauan sekaligus jalur distribusi logistik dan hasil perikanan dari gugusan Spermonde menuju Kota Makassar.
Aktivitas bongkar muat penumpang dan barang berlangsung di Dermaga Kayu Bangkoa, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (30/7/2026).
Beberapa penumpang berada di dalam kapal rakyat yang bersandar di Dermaga Kayu Bangkoa.
Awak kapal menambatkan kapal rakyat di Dermaga Kayu Bangkoa.
Seorang penumpang menggendong balita saat turun dari kapal rakyat di Dermaga Kayu Bangkoa.
Penumpang melakukan pembayaran ongkos kapal rakyat di Dermaga Kayu Bangkoa.
Warga mengangkut hasil tangkapan ikan yang dibawa kapal rakyat di Dermaga Kayu Bangkoa.
Seorang penumpang turun dari kapal rakyat di Dermaga Kayu Bangkoa.
Dermaga tradisional ini menjadi pintu gerbang mobilitas warga kepulauan sekaligus jalur distribusi logistik dan hasil perikanan dari gugusan Spermonde menuju Kota Makassar.
Comments
Aktivitas warga kepulauan berlangsung ramai di Dermaga Kayu Bangkoa, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (30/7/2026). Perahu-perahu kayu bersandar silih berganti mengangkut penumpang, barang kebutuhan pokok, galon air minum, hingga hasil tangkapan laut dari pulau-pulau di gugusan Spermonde. Dermaga tradisional ini menjadi urat nadi mobilitas masyarakat yang setiap hari bepergian menuju dan dari Kota Makassar.

Penumpang turun dengan membawa koper, barang belanjaan, hingga menggendong anak balita, sementara awak kapal membantu proses bongkar muat secara bergotong royong. Selain menjadi jalur distribusi logistik dan hasil perikanan, dermaga ini juga menjadi akses utama warga kepulauan untuk bekerja, bersekolah, berobat, dan memenuhi berbagai kebutuhan di daratan.

Transportasi laut melalui Dermaga Kayu Bangkoa dikenal sebagai moda yang terjangkau bagi masyarakat kepulauan. Tarif penyeberangan reguler menuju Pulau Barrang Lompo berkisar Rp15.000 per orang, sedangkan ke Pulau Barrang Caddi sekitar Rp10.000 per orang sekali jalan. Besaran tarif tersebut menjadikan kapal rakyat sebagai sarana transportasi vital yang menopang aktivitas sosial dan ekonomi warga kepulauan Makassar.
(MAS)
Foto Terkait
Foto Terbaru