Restorasi Karang di Tangkulara Bone Terus Diperluas

Tim SINDOmakassar
Rabu, 26 Agu 2026 20:54
Upaya pelestarian ekosistem laut terus dilakukan di perairan Tangkulara, Teluk Bone, Kabupaten Bone.
1/4
Upaya pelestarian ekosistem laut terus dilakukan di perairan Tangkulara, Teluk Bone, Kabupaten Bone.
Uni Dive bersama Jaringan Adopsi Karang Indonesia (JARI), GGI SCUBA, dan Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Bone menggelar pemantauan kesehatan terumbu karang sekaligus memperluas area restorasi, Selasa (25/8/2026).
2/4
Uni Dive bersama Jaringan Adopsi Karang Indonesia (JARI), GGI SCUBA, dan Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Bone menggelar pemantauan kesehatan terumbu karang sekaligus memperluas area restorasi, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan tersebut juga mengevaluasi kondisi terumbu karang hasil transplantasi yang ditanam pada Agustus 2025. Pemantauan dilakukan menggunakan metode Coral Health Chart untuk mengetahui tingkat kesehatan dan perkembangan karang.
3/4
Kegiatan tersebut juga mengevaluasi kondisi terumbu karang hasil transplantasi yang ditanam pada Agustus 2025. Pemantauan dilakukan menggunakan metode Coral Health Chart untuk mengetahui tingkat kesehatan dan perkembangan karang.
Uni Dive bersama Jaringan Adopsi Karang Indonesia (JARI), GGI SCUBA, dan Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Bone menggelar pemantauan kesehatan terumbu karang sekaligus memperluas area restorasi, Selasa (25/8/2026).
4/4
Uni Dive bersama Jaringan Adopsi Karang Indonesia (JARI), GGI SCUBA, dan Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Bone menggelar pemantauan kesehatan terumbu karang sekaligus memperluas area restorasi, Selasa (25/8/2026).
Upaya pelestarian ekosistem laut terus dilakukan di perairan Tangkulara, Teluk Bone, Kabupaten Bone.
Uni Dive bersama Jaringan Adopsi Karang Indonesia (JARI), GGI SCUBA, dan Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Bone menggelar pemantauan kesehatan terumbu karang sekaligus memperluas area restorasi, Selasa (25/8/2026).
Kegiatan tersebut juga mengevaluasi kondisi terumbu karang hasil transplantasi yang ditanam pada Agustus 2025. Pemantauan dilakukan menggunakan metode Coral Health Chart untuk mengetahui tingkat kesehatan dan perkembangan karang.
Uni Dive bersama Jaringan Adopsi Karang Indonesia (JARI), GGI SCUBA, dan Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Bone menggelar pemantauan kesehatan terumbu karang sekaligus memperluas area restorasi, Selasa (25/8/2026).
Comments
Bone -

Upaya pelestarian ekosistem laut terus dilakukan di perairan Tangkulara, Teluk Bone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Uni Dive bersama Jaringan Adopsi Karang Indonesia (JARI), GGI SCUBA, dan Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltek KP) Bone menggelar pemantauan kesehatan terumbu karang sekaligus memperluas area restorasi, Selasa (25/8/2026).

Kegiatan tersebut juga mengevaluasi kondisi terumbu karang hasil transplantasi yang ditanam pada Agustus 2025. Pemantauan dilakukan menggunakan metode Coral Health Chart untuk mengetahui tingkat kesehatan dan perkembangan karang.

Hasil survei menunjukkan kondisi karang cukup baik. Tidak ditemukan karang dengan skor warna 1, 2, dan 3 yang menjadi indikator kondisi kurang sehat atau mengalami pemutihan (bleaching). Sebanyak 64,29 persen karang berada pada skor warna 5, kemudian 28,57 persen pada skor 4 dan 7,14 persen pada skor 6.

Kondisi tersebut menunjukkan terumbu karang hasil transplantasi memiliki tingkat kesehatan dan kelangsungan hidup yang baik. Pertumbuhan karang juga terlihat pada pembentukan cabang primer dan sekunder.

Selain melakukan pemantauan, tim juga menambah area restorasi dengan menurunkan sembilan unit spider frame atau kerangka laba-laba. Setiap kerangka berisi 15 fragmen karang, sehingga terdapat 135 fragmen karang baru yang ditanam di dasar perairan Tangkulara.

Dive Instructor sekaligus Inisiator Program Adopsi Karang di Kabupaten Bone, Fitri Ahyuni Herman, mengapresiasi dukungan berbagai pihak, khususnya para adopter yang ikut mendukung program tersebut.

“Ini bukti bahwa kepedulian terhadap laut Bone bisa diwujudkan dalam aksi yang terukur. Dukungan para adopter sangat penting untuk memperluas taman karang dan melakukan pemeliharaan secara rutin,” kata Ahyuni.

Ketua JARI sekaligus peneliti karang dari Universitas Wira Bhakti dan perwakilan GGI SCUBA, Mudasir Zainuddin, mengatakan hasil pemantauan menunjukkan perairan Tangkulara mendukung kegiatan transplantasi karang.

“Dominasi skor warna 4 dan 5 menjadi indikator ekologis bahwa kondisi perairan Tangkulara sangat mendukung metode transplantasi yang diterapkan,” ujarnya.

Menurut Mudasir, keberhasilan restorasi tidak lepas dari desain kerangka transplantasi dan perawatan rutin, termasuk pembersihan makroalga yang dapat mengganggu pertumbuhan karang.

Ia menilai kolaborasi antara akademisi, instruktur penyelam, komunitas konservasi, dan lembaga pendidikan menjadi langkah penting dalam pemulihan ekosistem laut.Ke depan, kawasan restorasi Tangkulara akan terus dipantau secara berkala untuk mengetahui perkembangan pertumbuhan karang. Kawasan tersebut juga diarahkan menjadi lokasi edukasi konservasi dan percontohan pariwisata bahari yang ramah lingkungan.

(MAS)
Foto Terkait
Foto Terbaru